Hal-Hal yang Harus Kamu Lakukan Agar Nggak Gampang Patah Semangat

Jujur aja, menjaga motivasi, tuh, nggak gampang. Apalagi kalau kamu menemukan banyak rintangan di jalan. Nggak heran kalau banyak orang yang malas berdiri lagi, setelah tersandung rintangan dalam perjalanan mereka mengejar target. Istilahnya, patah semangat atau demotivasi.

Ada, sih, orang yang selalu bersemangat dan nggak gampang tergoyahkan. Tapi ada juga orang yang cenderung nggak mau melakukan banyak effort dan mungkin baru termotivasi kalau sudah ikutan program Om Mario Teguh empat sesi. Nah, orang-orang seperti inilah yang paling rentan terkena demotivasi.

Kalau kamu termasuk orang yang susah memupuk dan menjaga motivasi, lakukanlah hal-hal berikut ini agar kamu nggak gampang patah semangat!

1. Pahami bahwa penyelamat diri kamu hanyalah KAMU sendiri

Hidup, tuh, nggak seperti serial drama TV. Nggak akan ada mukjizat yang seketika bisa memperbaiki hidup kamu, dan nggak akan ada seseorang atau sesuatu yang bakal tiba-tiba datang untuk menyelamatkan kamu. Hidup ini kejam, sob!

Jadi, jangan sibuk “menunggu” nasib kamu berubah dengan sendirinya, sampai-sampai kamu stagnan terus-terusan melakukan hal yang sama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, dan pada akhirnya nggak berkembang. Kalau sampai begitu, kebayang nggak, tuh, motivasi kamu udah ilang ke mana?

Ingat, sob. Cuma KAMU yang bisa mengubah dirimu sendiri. Berhenti berharap pada orang-orang di sekeliling kamu, karena mereka juga sibuk ngurusin masalah hidup mereka masing-masing. Your savior is either you or no one, so do yours yourself.

2. Buatlah tujuan-tujuan yang achievable

Banyak orang—mungkin termasuk kamu—takut punya tujuan hidup tinggi-tinggi karena khawatir bakal kecewa banget kalau gagal, trus jadi trauma, merasa rendah diri, dan nggak mau mencoba lagi. It’s okay. Kecewa, tuh, normal, kok... tapi kecewanya nggak boleh lama-lama, ya!

Untuk meminimalisir resiko kecewa berlebihan dan ujung-ujungnya bikin kamu demotivasi, lebih baik tujuan-tujuan hidup kamu dibuat agar lebih mudah dicapai. Bukan berarti kamu harus meremehkan kemampuanmu sendiri, ya, cuma sebaiknya kamu lebih realistis aja.

Jangan merasa minder kalau tujuan hidup orang-orang lain kayaknya lebih warbiyasak, keren, dan ambisius, karena kamu nggak perlu membandingkan hidup kamu dengan orang lain.

Kalau tujuan-tujuan kamu achieveable, proses pencapaian tujuan tersebut jadi lebih cepat dan peluang keberhasilannya pun jadi lebih besar. Lagian, meskipun tujuan-tujuan hidup kamu sederhana, kalau berhasil dicapai dengan usahamu sendiri, hasilnya akan tetap terasa “manis”, kok. Syedap!

3. Beritahu orang-orang terdekat mengenai tujuan dan komitmen kamu

beritahu komitmen

Ketika ada tujuan, pasti ada komitmen untuk mencapai tujuan tersebut.

Nah, kalau kamu punya tujuan dan komitmen, kasitau, deh, orang-orang terdekat kamu tentang komitmen kamu tersebut. Misalnya, kamu komit mau berhenti merokok. Nah, kasitahu, deh, semua orang terdekat kamu.

Jangan khawatir orang-orang akan mentertawai atau berusaha menggagalkan komitmen kamu. Kalaupun ada social pressure seperti itu, jadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk terus memegang komitmen kamu tersebut, karena pasti kamu nggak mau dianggap gagal juga ‘kan?

Selain itu, kalau orang-orang terdekat kamu tahu tentang komitmen kamu, secara nggak langsung, mereka akan ikut stay tuned and keep up dengan terus menanyakan progres komitmen kamu tersebut (ciyeee, ada yang perhatian, hihihi). Misalnya, kalau kamu tiba-tiba kepengen banget merokok, pasti mereka akan mengingatkan bahwa kamu sudah komit untuk berhenti. Dijamin, deh, kamu bakal semakin semangat mengejar tujuan kamu, kalau ada yang mengingatkan dan memberi perhatian.

4. Rayakan semua kesuksesan kamu, sekecil apapun itu

rayakan kesuksesan

Usaha yang giat, pasti akan memberikan hasil yang manis. Tapi nggak ada yang tahu, kapan kamu akan menikmati hasil manis tersebut. Enam bulan lagi? Satu tahun lagi? Satu dekade lagi? Pas anak cucu kamu lahir? Who knows?

Selain itu, asal tahu aja, otak manusia nggak bisa menghargai long-term reward. Istilahnya, lama-lama euforia-nya keburu basi. Bener, nggak? Jadi, reward yang kamu dapatkan hari ini belum tentu akan tetap menggiurkan kalau kamu mendapatkannya sepuluh tahun lagi. Misalnya, empat tahun lalu, saya bisa pingsan bahagia kalau sukses mendapatkan iPhone 3S. Sekarang? iPhone 3S nggak napsuin banget di mata saya. Faktor globalisasi, perkembangan teknologi dan inflasi patut diperhitungkan, sob!

Daripada kamu menyerah di tengah jalan karena nggak kunjung mendapat reward yang kamu inginkan (trus ujung-ujungnya demotivasi), lebih baik kamu “memecah” tujuan utama kamu menjadi target-target yang lebih kecil.

Sebagai contoh, kalau tujuan utama kamu adalah menurukan berat badan sampai 10 kilogram, buat, deh, target-target kecil yang mendukung kamu meraih tujuan tersebut. Misalnya, targetkan dirimu untuk berolahraga selama 20 menit setiap hari selama dua minggu, atau targetkan dirimu untuk nggak mengkonsumsi makanan manis sama sekali selama sebulan. Ketika kamu berhasil menyelesaikan satu target, berilah hadiah untuk dirimu sendiri, walaupun hadiahnya sesederhana jajan somay (lah, katanya diet? :D).

Semangat terus ya, gaes!

(sumber gambar: wfc.si, connectandspreadlove.com, wdprofiletest.com, business2community.com, dribble.com, clington.blogspot.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 11 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 14 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1