Profesiku: Head of HR and GA Department, Monica Pribadi

acer

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Head of HR and GA Department bersama Ibu Monica Pribadi dari PT. Acer Indonesia!

Ibu Monica Pribadi, telah bekerja di PT Acer Indonesia selama kurang lebih lima tahun sebagai Head of HR and GA Department. Bu Monic, sapaan akrabnya, merupakan lulusan S1 Psikologi University of Texas di Austin. Menurut Bu Monic nih, gaes, menjadi HR harus kuat mental! Wah, jadi penasaran sama profesi yang satu ini. Yuk, kita simak ceritanya.

Profesiku:

“Head of HR and GA Department, PT Acer Indonesia.

Pekerjaan HR itu sebetulnya bisa dibilang pendamping seorang karyawan dari awal sampai akhir. Dari pertama kali seseorang masuk ke perusahaan, gerbangnya adalah kita, para HR. Kita menyeleksi berkas, melakukan recruitment, wawancara, sampai dia diterima/ditolak. Kemudian setelah dia masuk perusahaan, kita memastikan ada pelatihan yang cukup untuk karyawan tersebut. Ketika dia harus keluar dari perusahaan, kita juga yang mengurus administrasi dan mendampingi.

Selain fungsi di atas, profesi HR saat ini sudah harus menjadi business partner bagi masing-masing kepala departemen. Maksudnya, kita memastikan bahwa kita memilihkan orang yang tepat bagi setiap departemen. Ketika misalnya kepala departemen nggak puas sama kinerja karyawan, kita harus cepat tanggap sama keluhan dan berkomunikasi buat cari penyebab kenapa karyawan tersebut nggak menunjukkan kinerja yang baik di departemennya.

Saya nggak bisa asal hire atau pecat seseorang. Kalau ada masalah, kita cari jalan keluarnya dulu.

Contoh kasus, ketika seorang kepala departemen sales mengeluhkan bahwa anak buahnya nggak bisa mencapai target, maka saya harus jump in untuk mencari tahu apa kendalanya. Misalnya, ternyata karyawan tersebut lebih cocok di bagian pre-sales daripada menjadi sales. Dia jago jualan, tapi kurang berbakat ketika harus close the deal. Nah, hal-hal kayak gini bikin HR berperan penting dalam perusahaan. HR diharapkan bisa memahami orang lain dan visi misi perusahaan sebelum mengambil keputusan.”

Tugasku sehari-hari:

“Kebetulan di Acer sudah ada bagiannya masing-masing. Ada bagian recruitment, ada bagian payroll (mengurus gaji karyawan), ada general affair, jadi saya mengawasi dan membantu mereka dalam menangani urusan kantor setiap hari.”

Alasan memilih profesi ini:

“Karena saya orangnya bawel dan senang ketemu sama orang. Hehehe…

Saya nggak bisa membayangkan bekerja di belakang meja dan nggak berinteraksi dengan orang lain. Pekerjaan HR bikin saya ketemu sama orang lain dan belajar hal-hal baru dari mereka. Meskipun hal tersebut nggak ada hubungannya sama pekerjaan saya, tapi selalu ada hal baru yang menarik dari orang lain yang bisa menambah pengetahuan kita.”

Modal untuk menjalani profesi ini:

“Mental yang kuat! Hahaha! Beneran, deh, menurut saya modal utama jadi HR itu nggak boleh baper atau sensi. Kalau HR udah baper atau sensi, bakal stres menghadapi orang-orang.

Selain itu, kemampuan komunikasi yang baik pastinya diperlukan soalnya kerjaan kita kan “ngurusin” karyawan. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, hubungan kerja nggak akan terjalin dengan baik pula.

Saya punya prinsip kalau HR itu haruslah menjadi seperti bambu. Bambu itu fleksibel, tapi selalu kuat ketika diterpa angin. Kalau ada masalah, nggak gampang patah.

Harus dari jurusan Psikologi nggak, Bu?

Kalau jurusan Psikologi mungkin mempermudah aja, karena pondasi pendidikan kita memang utuk memahami orang lain. Tapi pada intinya, background pendidikan apapun bisa menjadi seorang HR. Asalkan, dia passionate terhadap bidang ini.”

Miskonsepsi umum dari profesi ini:

“Zaman dulu HR dianggap kayak kepala yang galak dan doyan menghukum. Sekarang udah nggak kayak gitu, kok. Kita justru lebih mengayomi dan ingin menjadi teman.”

Jenjang karier untuk mencapai profesi ini:

“HR itu banyak sekali bagiannya. Misalnya, recruitment, employee relation, industry relation, training and development, dll. Tapi biasanya di perusahaan yang skalanya kecil, HR diharapkan bisa menguasai beberapa bagian tersebut sekaligus. Selain itu, jenjang karier nggak melulu harus selalu ke atas. Maksudnya, kalau kamu Asisten Manager HR, kamu nggak harus jadi Manager HR dalam waktu berapa tahun. Justru dengan penambahan job desk, pelebaran bagian pekerjaan, juga merupakan jenjang karier dan promosi.”

Prospek kerja profesi ini di saat ini dan masa depan?

“Menurut saya masih sangat besar dan semakin menantang. Apalagi semakin ke sini, pola pikir generasi baru semakin berubah. Karakter dan pilihan mereka juga nggak sama dengan generasi-generasi sebelumnya. Misalnya, bagi generasi sekarang, kebebasan waktu dalam bekerja itu menjadi pertimbangan penting. Bekerja bukan lagi sebatas masuk jam 8 pagi lalu pulang jam 5 sore. Mereka ingin membawa dampak yang lebih besar baik bagi diri sendiri maupun lingkungan. Nah, dengan evolusi kayak gini, seorang HR juga harus terus berinovasi.”

Elemen di dalam profesi ini yang bisa memicu stress:

So far, sih, saya senang-senang aja menekuni profesi HR. Soalnya saya memang mencintai bidang ini. But when it comes to let go people, ada juga perasaan sedih. Makanya saya berusaha mencari jalan keluar sebelum benar-benar harus melepaskan seorang karyawan.”

Tips untuk anak muda yang ingin menekuni profesi ini:

“Never give up.

Jangan pernah berpikir bahwa setiap masalah nggak ada solusinya. Kadang kita cuma perlu tenang dan memikirkan jalan terbaik. Jangan mengambil keputusan ketika kita emosi. Kalau kita tenang, solusi ternyata ada di depan mata, kok.

Masalah itu datang untuk menguji mental HR. Semakin kuat mentalnya, maka semakin matang seseorang HR. Saya juga berpesan jangan jadikan masalah pribadi sebagai masalah pekerjaan begitupun sebaliknya. Soalnya, kita bisa stres kalau mencampur adukkkan masalah. Yang ada nggak selesai-selesai. Padahal, tugas HR ya mencari solusi sebaik mungkin untuk setiap karyawan.”

***

Wah, ternyata profesi HR seru banget ya, gaes. Terima kasih, Bu Monic, sudah berbagi soal profesi ini. Semoga makin banyak anak muda yang semakin terinspirasi dan pengetahuannya bertambah di bidang HR.

 

(Sumber gambar: Iyank)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deca Caa | 19 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 11,6 followers dm ya bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 19 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 1,6 followers dm ya, bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
AtomyFirst Chanel | 20 hari yang lalu

Open PP @houseofshirly foll 427k @Idea_forhome foll 377k @myhomeidea_ foll 270k. Harga Paket lebih murah. DM kami yaa..

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
arif gunawan | 29 hari yang lalu

Kalkulator dan kamus elekteonik termasuk AI, karena kalkulator dilrogram dengan algoritma penghitunganangka.. banyak belajar menganalisa san kumpulkan sata bro.. jgn cm ikut2an, trs copas lalu dituang kedlm sebuah artilel..

Artificial Intelligence dan 8 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang AI
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1