Profesiku: Pemeriksa Keuangan, Irma Astuti Faried

Irma Astuti Faried, yang akrab dipanggil Imaa, adalah seorang Pemeriksa Keuangan / finance di PT Bosowa Multifinance. Imaa sudah bekerja di perusahaan jasa keuangan ini selama kurang lebih tiga setengah tahun.

Imaa merupakan lulusan S1 jurusan Hubungan Internasional di Universitas Jayabaya. Lho, kok bisa dari jurusan HI “nyemplung” ke bagian finansial? Menurut Imaa, inilah hebatnya anak HI, kita nggak harus selalu bekerja di bidang politik saja. Bahkan ekonomi sekalipun, kalau secara konsep bisa dikuasai, maka kita bisa kok bekerja di bidang ini.

Profesiku:

“Pemeriksa keauangan / finance di PT Bososwa Multifinance”

Tugasku sehari-hari:

“Saat ini, aku bekerja di bidang leasing/pembiayaan mobil yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Setiap hari, aku mengerjakan transaksi perbankan, membuat voucher transaksi operasional kantor, lapor pajak di kantor pajak setiap bulannya, dan membuat laporan keuangan akhir bulan lalu menyamakannya dengan rekening perusahaan di bank.”

Modal yang dibutuhkan untuk menjalani profesi ini:

Kamu minimal harus bisa mengoperasikan komputer, terutama microsoft office dan internet. Selain itu, minimal harus bisa hitung-hitungan, sih.

Suka duka menjalani profesi ini:

“Tantangan awalnya belajar mengenai tata cara laporan keuangan itu sendiri. Secara aku berangkat dari jurusan kuliah yang berbeda. Aku juga pernah. Lho, ngalamin selisih total transaksi. Otomatis, aku harus ngulang semuanya dari awal.

Sukanya, aku jadi tahu soal dunia perbankan, transaksi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan bahkan pajak! Aku kayak belajar banyak hal baru di sini. Aku yakin kalaupun aku dari jurusan ekonomi, banyak hal yang bisa tetap dipelajari, karena teori sama dunia kerja ‘kan lumayan berbeda.”

Miskonsepsi umum tentang profesi ini:

“Jadi pemeriksa keuangan itu pusing! Ngitung melulu!

Hahaha, ini memang ada benernya, sih. Kita pasti ketemu dengan angka setiap hari. Tapi sebetulnya pekerjaan kita selalu menawarkan sesuatu yang pasti. Dalam dunia ekonomi, semuanya sudah baku. Artinya, pekerjaan kita dinilai berdasarkan standar yang sudah jelas.

Beda kalau kita seorang penulis, misalnya, pekerjaan kita akan bergantung pada selera masing-masing pembaca. Kalau pemeriksa keuangan, cuma dinilai dari hitungan benar dan salah. Dan hitungannya harus benar.

Jadi tekanan di pekerjaan juga nggak berubah-ubah. Tinggal mengikuti pola yang ada aja.”

Bermanfaatkah jurusan yang diambil saat kuliah untuk pekerjaan sekarang:

“Secara konsep, jurusan Hubungan Internasional cukup bermanfaat. Karena aku waktu kuliah juga belajar ekonomi. Tapi kalau secara teknis, jujur aku belajar membuat laporan keuangan dari nol. Belajarnyapun otodidak, nanya sama senior di kantor yang udah berpengalaman.”

Tips buat anak muda yang ingin menekuni profesi ini:

“Buat kalian yang nantinya mau atau tertarik untuk bekerja di bidang keuangan, kalian cuma harus percaya bahwa kalian bisa menguasai hitung-hitungan. Lagipula sekarangkan alat bantunya banyak, ada kalkulator, rumus, bahkan software  khusus.

Intinya, kalian harus teliti dan jangan pernah berhenti belajar. Buat yang dulunya nggak belajar ekonomi atau akuntansi, silakan banyak bertanya kepada karyawan yang lebih senior. Jangan takut mengosongkan isi kepala. Belajar tanpa kerendahan hati sama sekali nggak berguna. Otomatis, proses belajarnya jadi lebih lama.”

 

(Sumber gambar: dok. pribadi Imaa)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 16 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 20 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1