Tri Ahmad Irfan, Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang Sukses Magang di Twitter Amerika Serikat

Bulan lalu, dalam akun Facebooknya, Voice of America (VoA) Indonesia mewawancarai seorang mahasiswa Universitas Indonesia‍ jurusan Ilmu Komputer yang lagi magang di Amerika Serikat. Buat kamu yang belum tahu, VoA adalah jaringan siaran radio, televisi dan internet yang sejak tahun 1942 menyiarkan berita tentang beragam informasi di Amerika Serikat dalam 53 bahasa ke 40 negara.

Nah, Tri Ahmad Irfan bercerita kepada VoA dalam video wawancara tentang pengalamannya magang di perusahaan Twitter, Amerika Serikat. Simak, yuk!

Cowok asal Boyolali yang akrab disapa Irfan ini sebetulnya pertama kali magang di Twitter tahun 2015. Tahun ini, Irfan kembali dipanggil oleh perusahaan media sosial dan mikroblog tersebut tanpa proses seleksi. Twitter memintanya kembali datang ke Amerika Serikat untuk menjadi Software Engineering Intern.

"Kalau magang sebelumnya dianggap bagus, biasanya memang dipanggil lagi," kata Irfan sambil senyum malu-malu.

Mendapat mentor yang tepat

Awalnya, Irfan mengikuti program Indonesia2SiliconValley (Indo2SV), sebuah program online yang dibentuk orang-orang Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi Silicon Valley di San Francisco. Tujuannya adalah untuk membimbing para mahasiswa bertalenta di Indonesia supaya bisa magang di perusahaan teknologi besar seperti Google, Twitter, Facebook, Mozilla dan lain sebagainya.

Irfan mengikuti program Indo2SV pada saat dia duduk di semester empat. Semangatnya sebagai anak rantau dari kota kecil di Jawa Tengah bikin Irfan serius kuliah, Dia nggak mau jadi mahasiswa kupu-kupu doang alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Apalagi, Irfan bukan berasal dari keluarga yang mudah mendapatkan akses pendidikan dan informasi. Irfan banyak membaca buku, membuat proyek kolaborasi, hingga akhirnya mendaftar ke Indo2SV.

"Dulu mentor Indo2SV pegawai di Google. Awalnya saya diajarin bagaimana bikin resume yang bisa menarik perhatian perusahaan di Silicon Valley. Lalu gimana cara apply magang, bikin cover letter sampai tips wawancara," Irfan menjelaskan.

Setelah tiga bulan menjalani program mentorship di Indo2SV, Irfan memberanikan diri mengajukan proposal lamaran magang di Twitter. Prosesnya cukup panjang lho, gaes. Irfan mulai mendaftar pada November 2014, lalu proses wawancara berlangsung dari Januari hingga Maret 2015.

Dalam satu sesi wawancara lewat video-conference, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Menurut Irfan, wawancara yang dilakukan pihak Twitter serba teknis seputar pemecahan masalah pemrograman. Setelah semua proses dilalui, Irfan mendapat jawaban diterima magang pada April 2015. Periode magangnya sendiri berlangsung selama tiga bulan.

Peluang magang di luar negeri sangat terbuka lebar

Irfan mengatakan perusahaan-perusahaan di Silicon Valley, khususnya Twitter, pada dasarnya terbuka buat siapa saja yang berniat magang. Meskipun quotanya nggak sebanyak anak magang dari universitas-universitas di Amerika, tapi peluang sangat terbuka lebar. Bagaimanapun juga, membiayai anak magang dari luar negeri untuk datang ke Amerika ‘kan nggak murah. Makanya kita harus punya nilai lebih.

Irfan ngasih bocoran nih, gaes, dua pos magang yang peluangnya paling besar untuk mahasiswa dari luar Amerika yaitu programming dan product design. Menurtu Irfan, ada beberapa bahasa pemrograman yang sebaiknya dikuasai sebelum melamar magang di Twitter. Masing-masing adalah Java, Javascript, Python, dan C++.

Sementara itu, untuk kemampuan Bahasa Inggris, Twitter bakal menilai kemampuan kamu pas wawancara lewat video-conference. Irfan mengakui bahwa pelajaran kuliah di Indonesia masih kurang luas. Banyak hal baru yang Irfan pelajari setelah jadi anak magang Twitter.

Meskipun “ilmu” Irfan masih kurang, dia nggak berhenti belajar dan terus bekerja keras. Berkat kegigihan itu, Twitter senang dengan kinerja Irfan saat magang tahun lalu dan dipanggil kembali untuk magang tahun ini. Sttt, jadi anak magang di Silicon Valley bisa digaji ribuan dollar lho, gaes! 

Satu hal yang harus kamu sering lakukan kalau pengen magang di luar negeri adalah rajin-rajin buka career page di masing-masing website perusahaan tersebut. Lihat posisi magang yang dibuka dan jangan lewatkan kesempatan.

Ke depan, Irfan mengatakan belum punya tujuan spesifik. Yang jelas, dia bakal balik ke Indonesia untuk menyelesaikan kuliahnya di UI. Setelah itu ia masih bingung apakah akan melanjutkan S2, kerja di Indonesia, atau merantau mencari rezeki di negeri Paman Sam.

(Sumber gambar: medium.com, merahputih.com, twitter.com, solopos.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1