Inilah 4 Karakteristik Teman yang Kamu Butuhkan Untuk Bisa Menjadi Sahabat Selamanya!

Semakin kamu beranjak dewasa, ikatan pertemanan bakalan menjadi sesuatu yang paling sulit untuk dipertahankan. Kenapa?

Nggak seperti kehidupan masa kecil yang sangat happy-go-lucky, ketika dewasa kamu akan “disudutkan” oleh beribu tanggung jawab dalam dunia kerja, keluarga, serta concern masa depan lainnya yang membuat kamu nggak bisa menempatkan pertemanan di prioritas yang tinggi. Jangankan bisa saling chatting ngalor-ngidul 24/7 seperti sekarang, sekadar say hi dan basa-basi aja kamu nggak bakalan sempet.

Belum lagi kamu dan teman-teman kamu akan terjebak dalam kesibukan masing-masing, sehingga tanpa esensi pertemanan yang berarti, kalian nggak akan peduli dengan satu sama lain seperti layaknya sahabat yang baik. Duh!

Makanya, jangan heran kalau hashtag bffgoals yang kamu agung-agungkan semasa abege cuma bisa jadi kenangan di lima atau sepuluh tahun kedepan. A good friendship always has a purpose, dan kamu (serta teman-teman kamu) harus paham bahwa kalian bisa menjalin hubungan pertemanan karena kalian memiliki nilai, minat, dan tujuan yang sama. Tentunya hal ini membuat kalian saling mendukung satu sama lain dan membuat hubungan pertemanan tersebut semakin heran.

Alan Lickerman, penulis buku The Undefeated Mind: On the Science of Constructing an Indestructible Self menjelaskan bahwa sedari awal kamu menjalin hubungan pertemanan, secara nggak langsung kamu sudah “menyeleksi” individu yang bisa kamu anggap sebagai orang yang layak dan dipercaya seumur hidup untuk saling berbagi pikiran dan isi hati. So, karakterisitik seperti inilah yang kamu butuhkan dari seorang teman untuk bisa menjadi #bffgoals.

Pertama, kamu butuh teman yang bisa membantu kamu berpikir dengan jernih.

1

Di dunia ini nggak ada manusia yang sempurna—termasuk kamu. Kamu bisa aja mengalami stres dan terjebak sendiri dalam pikiran yang semrawut. Terkadang kamu bakal merasa kebingungan, hilang arah, dan nggak bersemangat dalam menjalani hari dan kamu nggak tahu kenapa.

Disinilah peran seorang teman sebagai pendengar dan pemberi saran yang baik. Cukup dengan hanya berbagi cerita tentang pikiran dan perasaan yang kamu alami, somehow kamu akan bisa kembali berpikir jernih dan menjalani hari seperti biasanya. Seorang teman yang bisa “meminjamkan” telinga, memberi nasihat, dan cukup peduli untuk bertanya akan mengisnpirasi kamu untuk dapat memecahkan masalahmu sendiri dan memahami diri sendiri dengan lebih baik.

Kedua, kamu butuh teman yang bisa diajak seru-seruan.

2

Ketika kamu beranjak dewasa, kamu dituntut untuk dapat bersikap serius dan profesional baik di dunia kerja maupun di luar dunia kerja. Dengan kata lain, hidup jadi keras, sob!

Bayangkan jika hidup kamu itu bagai seutas karet gelang—jika kamu terus ditarik oleh tuntutan untuk dapat menjadi pribadi yang serius dan profesional setiap waktu, elastisitas kamu akan semakin berkurang, menjadi semakin kaku, kan akhirnya akan putus menjadi sia-sia. Begitulah yang akan terjadi pada hidup kamu jika kamu “kurang piknik” alias kurang bersenang-senang.

Teman yang bisa diajak seru-seruan akan membuat hari kamu lebih santai dan lebih berwarna, karena kamu bisa bersenang-senang dan menjadi diri kamu sendiri bersama mereka. You need that in your life!

Ketiga, kamu butuh teman dalam berkolaborasi untuk mencapai tujuan hidup.

3

Sure, setiap orang memiliki tujuan hidup masing-masing. Dari sekian banyak manusia yang ada di muka bumi, bukan nggak mungkin untuk kamu menemukan orang lain yang memiliki tujuan hidup yang serupa dengan kamu.

Tujuan-tujuan dan pencapaian yang ingin kamu raih terkadang memang terasa berat jika kamu harus berjuan sendirian. Nah, bersama orang lain yang memiliki tujan yang sama dengan kamu, tentunya kamu bisa berkolaborasi dan saling mendukung untuk dapat mencapai tujuan tersebut dengan usaha dan kemampuan yang dapat diberikan. Cocok banget, nih, untuk dijadikan teman! Hihihi.

Lihat, deh, bagaimana Emma Watson dapat mengejar impiannya sebagai seorang aktivis dan feminis dengan menjalin network dengan orang-orang yang berpemikiran yang sama dengan dirinya. Inilah yang bisa kamu lakukan bersama teman kamu dalam mencapai tujuan bersama, sob!

Dan yang terakhir, kamu butuh teman yang bisa membuat kamu merasa nggak sendirian dengan caranya sendiri.

4

Semua orang memiliki satu kelemahan terbesar versi dirinya sendiri. Kelemahan ini selalu membuat mereka nggak pernah puas dengan suatu keadaan atau bagaimana sesuatu terjadi, atau hal tersebut menghasilkan perasaan atau pemikiran yang enggan untuk diutarakan kepada orang lain karena mereka takut di-judge dan dikecewakan.

Inilah yang membuat kamu butuh seorang teman yang bisa memahami kamu apa adanya—yang bisa mengerti bagaimana kamu berpikir dan alasan di balik setiap tindakan dan ucapan kamu tanpa harus meragukan kamu as a human being. Mereka memberikan suatu kepercayaan kepada kamu untuk nyaman menjadi diri sendiri dan akan selalu ada untuk kamu. Aih!

(sumber gambar: giphy.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deca Caa | 20 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 11,6 followers dm ya bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 20 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 1,6 followers dm ya, bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
AtomyFirst Chanel | 20 hari yang lalu

Open PP @houseofshirly foll 427k @Idea_forhome foll 377k @myhomeidea_ foll 270k. Harga Paket lebih murah. DM kami yaa..

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
arif gunawan | 29 hari yang lalu

Kalkulator dan kamus elekteonik termasuk AI, karena kalkulator dilrogram dengan algoritma penghitunganangka.. banyak belajar menganalisa san kumpulkan sata bro.. jgn cm ikut2an, trs copas lalu dituang kedlm sebuah artilel..

Artificial Intelligence dan 8 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang AI
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1