Kamu Boleh Banget Wisata Alam, Asalkan...

Oleh Nisa Istiqomah

Sebagai anak jurusan Biologi yang cukup sering turun ke lapangan, saya suka gatal dan gemes melihat kelakuan wisatawan alay yang suka nyampah. Baik di tempat wisata gunung, gua, laut, ataupun sekedar air terjun, saya hampir selalu menemukan jejak “sampah” mereka dimana-mana.

“Sampah” mereka bukan hanya kotoran, lho, tetapi banyak lainnya. Misalnya, vandalisme atau kata-kata kasar. Duh, semoga pembaca Youthmanual nggak ada yang seperti ini, ya. Pada intinya, kamu boleh banget, kok, berwisata alam, asalkan...

1. Jangan asal ambil

Saat berwisata alam, mungkin kamu akan menemukan berbagai macam elemen alam yang bagus dan nggak bisa ditemukan di daerah tempat tinggalmu, seperti misalnya jenis bunga tertentu, atau karang laut. Tapi mentang-mentang terpesona, jangan asal dicomot, lah!

“’Kan saya cuma ngambil satu, Kak!”

Bayangkan kalau kamu mencabut satu tangkai bunga kecil (yang seharusnya nggak boleh dipetik), trus wisatawan lain melihat tindakan kamu, lalu mengikuti jejakmu. Ya, lama-lama bunga itu habisl, ah! Padahal biasanya tumbuhan di tempat wisata, tuh, dilarang dipetik karena alasan tertentu. Misalnya, karena tumbuhan tersebut adalah sumber makanan hewan di sana, atau karena jenisnya langka. Sesama penduduk bumi jangan merusak, deh, gaes!

2. Jangan asal bicara

Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, setiap tempat di dunia ini punya tata aturan masing-masing. Nah, kita harus selalu menghormati aturan tempat-tempat yang kita kunjungi, termasuk kalau kamu berwisata ke pelosok alam, pedesaan, atau pedalaman.

Supaya aman, selalu bicara dengan sopan. Jangan bertengkar, apalagi mengumpat. Kenakan pakaian yang sopan dan sewajarnya, jangan nyampah, merusak, apalagi buang air sembarangan. Hormati “mereka-mereka” yang sudah terlebih dahulu hidup di sana—baik orang-orang yang tinggal di sana, hewan, tumbuhan, maupun... makhluk tak kasat mata mungkin? Hmmmm. Pokoknya, jangan pernah lupa bahwa kamu adalah pendatang, dan kamu nggak pantas untuk berbicara keras seperti Satpol PP yang mau menggusur PKL. Salah-salah, nanti malah kamu yang di-“gusur”!

3. Jangan asal injak

Kalau kamu suka snorkeling atau wisata ke pantai, tolong jaga langkah kamu. Kalau kamu sudah masuk ke air laut, lihat apa yang ada di bawahmu. Biasanya ada karang, gaes. Karang adalah padatan zat mineral yang dihasilkan koral dan umumnya berfungsi sebagai tempat tinggal ikan-ikan kecil. Kalau kamu injak, karang itu bisa hancur dan ikan-ikan kecil jadi nggak punya tempat berlindung.

4. Jangan asal motret

Memang kurang afdol kalau mengunjungi suatu tempat tanpa foto-foto di lokasi. Nanti nggak ada yang bisa di-upload di medsos, dong? Tapi hati-hati, ya, saat memotret objek wisata. Apalagi kalau objek wisatanya adalah situs peninggalan sejarah.

Sebagai contoh, saya pernah mengunjungi masyarakat adat Kampung Naga di Tasikmalaya. Pengunjung memang boleh motret-motret di sana, kecuali satu bangunan yang nggak boleh diambil gambarnya. Nah, makanya, sebelum kamu foto-foto, sebaiknya kamu tanya-tanya dulu ke petugas atau tour guide, terkait aturan berfoto. Jangan sampai nanti kamu memotret “sesuatu” yang seharusnya nggak ikut terpotret. Hiii!

(sumber gambar : vulcanpost.com, bibitbunga.com, phinemo.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Rafli Ali Rabani | 7 hari yang lalu

kak antara farmasi klinik dengan farmasi industri mana sih yg peluang kerja paling mudah diterima?

Serba Serbi Pilihan Konsentrasi yang Ada Di Jurusan Farmasi
Siti Aisyah | 18 hari yang lalu

Jam operasional instagram nya? Buka hari apa dan sampai jam brp ya?

Inilah Kantor Baru Instagram yang Instagramable dan Hip
Afifa Chanza Zahran | 19 hari yang lalu

Tes minat bakatnya dimana ya sara cri kok gada

Tes Minat Bakat dan Cek Kesesuaian Prodi Kuliah, Gratis Untuk Anak SMA!
Ahmad Ridwan | 1 bulan yang lalu

ini sangat bermanfaat buat anak muda mau sukses

Personal Branding: Berkarya Bukan Bergaya
Robiatul Awaliyah | 1 bulan yang lalu

Open pp/endorse mulai dari 10rb Bisa dm ke @robiatulawlyh

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1