Traveling ke Taman Nasional? Kenapa, Nggak!

Ada berapa banyak Taman Nasional di Indonesia yang kamu ketahui?

Sudah berapa banyak yang kamu kunjungi?

Jangan-jangan kamu cuma hapal dan dan lebih sering jalan-jalan ke mall doang, nih?

Kalau kamu sering baca artikel Youthmanual, traveling merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan oleh para orang sukses. Satu pesan mereka yang paling sering disampaikan buat anak muda adalah perbanyak traveling. Manfaatnya emang banyak banget sih, gaes!

Tapi setuju, nggak, kalau kegiatan traveling anak zaman sekarang lebih banyak dilakukan untuk mempercantik feed Instagram atau media sosial mereka yang lainnya? Esensi perjalanan itu sendiri jadi dilupakan demi mendapatkan foto-foto ciamik untuk dipajang.

Nah, masih dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, saya mau menulis tentang Taman Nasional yang ternyata seru banget banget untuk dijadikan destinasi traveling, sekaligus sebagai pengingat untuk kita sadar makna traveling itu sendiri.

Taman Nasional Ujung Kulon

Apa, sih, Taman Nasional itu?

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Saat ini terdapat 53 Taman Nasional di Indonesia, yang pengelolaannya di bawah Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Sebuah wilayah dapat ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional kalau:

  • Memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang khas dan unik yang masih utuh dan alami serta gejala alam yang unik
  • Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh
  • Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami
  • merupakan wilayah yang dapat dibagi kedalam zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan/atau zona lainnya sesuai dengan keperluan.

Manfaat Taman Nasional ini juga banyak banget, gaes. Diantaranya sebagai tempat konservasi alam, ekowisata, penyimpanan dan/atau penyerapan karbon, pemanfaatan air serta energi air, panas, dan angin.

Selain itu, Taman Nasional juga bisa dijadikan tempat pemberdayaan masyarakat sekitar, pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar dan pemanfaatan tradisional.

Kebayang, dong, serunya traveling ke tempat yang alamnya masih alami?

Taman Nasional Komodo

Ada berapa Taman Nasional di Indonesia?

Dari total 53 Taman Nasional, enam di antaranya adalah Situs Warisan Dunia, sembilan taman bagian dari Jaringan Cagar Biosfer Dunia, dan lima taman merupakan lahan basah yang secara internasional dilindungi oleh Konvensi Ramsar. Sebanyak sembilan taman didominasi oleh perairan.

Berikut daftar Taman Nasional sesuai dengan wilayahnya:

Pulau Jawa

  1. Ujung Kulon
  2. Kepulauan Seribu
  3. Gunung Gede Pangrango
  4. Gunung Halimun-Salak
  5. Karimunjawa
  6. Meru Betiri
  7. Baluran
  8. Bromo Tengger Semeru
  9. Alas Purwo
  10. Gunung Ciremai
  11. Gunung Merapi
  12. Gunung Merbabu

Pulau Sumatera

  1. Tesso Nilo
  2. Batang Gadis
  3. Way Kambas
  4. Bukit Barisan Selatan
  5. Gunung Leuser
  6. Berbak
  7. Sembilang
  8. Bukit Tigapuluh
  9. Bukit Duabelas
  10. Kerinci Seblat
  11. Siberut
  12. Zamrut

Pulau Kalimantan

  1. Sebangau
  2. Tanjung Puting
  3. Kutai
  4. Kayan Mentarang
  5. Bukit Baka-Bukit Raya
  6. Gunung Palung
  7. Betung Kerihun
  8. Danau Sentarum

Pulau Sulawesi

  1. Bunaken
  2. Bantimurung-Bulusaraung
  3. Kepulauan Togean
  4. Wakatobi
  5. Taka Bonerate
  6. Rawa Aopa Watumohai
  7. Lore Lindu
  8. Bogani Nani Wartabone
  9. Gandang Dewata

Pulau  Bali dan NTT

  1. Kelimutu
  2. Manupeu Tanah Daru
  3. Bali Barat
  4. Komodo
  5. Gunung Rinjani
  6. Gunung Tambora
  7. Laiwangi Wanggameti

Pulau Papua dan Maluku

  1. Wasur
  2. Lorentz
  3. Manusela
  4. Teluk Cendrawasih
  5. Aketajawe - Lolobata

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Do's and don'ts saat traveling ke Taman Nasional

Kamu tahu, nggak, bahwa ketika traveling ke Taman Nasional, banyak hal-hal yang nggak boleh kamu lakukan demi menjaga kelestarian alam di tempat tersebut.

Misalnya, kamu nggak boleh berfoto dengan wild lives seperti orang utan, gajah, komodo atau burung dengan jarak yang terlalu dekat. Apalagi dipegang atau dikasih makan! Jangan nekat melakukan ini demi terlihat keren di media sosial ya, gaes.

Kamu juga nggak boleh asal memetik atau mengambil flora di Taman Nasional cuma karena tanaman itu terlihat indah dan kamu suka. Bagaimanapun juga, konservasi Taman Nasional dijaga sealami mungkin supaya ekosistem aslinya tetap terjaga.

Jangan meninggalkan jejak apapun seperti sampah atau barang-barang yang nggak terpakai. Usahakan memakai jalur legal sesuai yang sudah diatur oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) masing-masing Taman Nasional. Meskipun kamu jago navigasi, nggak usah sotoy membuka jalan tanpa seizin UPT Taman Nasional. Ikuti track yang sudah ada, sob!

Menurut penulis buku sekaligus pegiat alam bebas, Mas Harley B. Sastha, sebaiknya bawa tempat minum isi ulang demi menghindari sampah botol plastik. Jangan mencuci di dekat aliran sungai (ambil airnya lalu mencucilah di tempat agak jauh agar tidak mencemari mata air), membeli bahan makanan di sekitar Taman Nasional agar bisa memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar dan yang paling penting, lakukan traveling dengan menghormati bumi dan budaya lokal sebaik mungkin.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Yuk, bikin daftar Taman Nasional yang pengen kamu kunjungi!

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: pythonified.com, bantenwisata.com, desaparakansalam.blogspot.co.id, 

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1