Menu

Kopi Instan Memang Praktis, Tapi Saya Ogah Mengonsumsinya Lagi!

Saya suka banget minum kopi. Selain enak, manfaatnya juga banyak, sob! Trus, karena saya anaknya pemalas dan nggak suka ribet, ya pasti seringnya minum kopi instan.

Beberapa waktu lalu, saya sempat ngobrol-ngobrol cantik dengan salah satu pemilik coffee shop di Bandung. Dia bercerita tentang kopinya yang berasal langsung dari perkebunan kopi yang dikelola oleh keluarga besarnya, which is, very cool.

Keluarganya lagi pengen banget mengembangkan bisnis mereka dengan cara memproduksi kopi sachet. So, pergilah dia ke Cina untuk membeli mesin pengolah kopi instan. Ketika dia bertanya kepada sang penjual mesin, berapa sachet kopi instan yang bisa dihasilkan oleh mesin tersebut dengan bahan baku satu ton kopi, sang penjual mesin malah ngetawain dia dan bilang (dalam bahasa Cina):

“Udah gila kamu, ya? Untuk produksi SATU TON kopi instan, kamu cuma butuh SATU KILO biji kopi!”

What?!

kopi instan

Kesalnya, pas ditanya bagaimana bisa satu kilogram biji kopi dibuat jadi satu ton kopi instan, sang penjual nggak menjawab. Yang menjawab malah pekerjanya, yang diam-diam bilang kalau bahan baku kopi instan sebenarnya campuran berbagai bahan kimia yang nggak disebutkan dengan spesifik.

Awalnya, saya masih nggak percaya-percaya amat bahwa 99,9% komposisi kopi instan adalah bahan-bahan kimia nggak jelas. Ya masa kopi beriisi bahan kimia semua gini bisa ngantongin izin dari BPOM?

Nggak lama setelah ngobrol-ngobrol cantik tadi, saya seat-in di salah satu kuliah umum Fakultas Kesehatan Masyarakat (saking rajinnya... atau saking kurang kerjaannya). Kebetulan banget, dosen tamunya membahas tentang minuman instan, khususnya kopi, yang memang digemari  para mahasiswa yang doyan begadang ketika mengerjakan tugas.

kopi

Senada dengan cerita teman saya, sang dosen menerangkan bahwa kopi instan memang nggak bisa diandalkan untuk bikin kita kuat begadang, karena bahan baku utamanya bukan kopi! Beliau kemudian menerangkan komposisi beberapa merk kopi instan ternama yang terbuat dari saripati jagung, pemanis buatan, dan perisa kopi.

Sedih banget nggak, tuh? Selama ini, kopi instan yang kamu minum itu ternyata cuma perisa kopi, bukan kopi beneran!

Kalau kamu masih belum percaya, coba, deh, perhatikan komposisi kopi instan lokal yang cukup pemes ini:

komposisi

See? Meskipun nggak 99,9% bahan kimia, kopi tetap jadi bahan baku paling terakhir, yang artinya komposisinya paling sedikit.

Mungkin kalau komposisinya diterangkan dengan lebih jelas (nggak seperti 99% bahan kimia entah apa), kamu bakal mengira kalau kopi instan sebenernya nggak bahaya-bahaya amat. Tapi dengan kadar gula dan pemanis buatannya yang tinggi, penggemar kopi instan jadi punya risiko tinggi terkena diabetes, lho!

Trus, bahan-bahan pengawet dan pewarna buatan yang terkandung di dalamnya juga bisa mengancam kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Bayangin aja, deh, kalau setiap hari kamu minum satu sachet kopi. Berapa banyak bahan berbahaya yang kamu tumpuk di badan kamu dalam satu bulan... atau satu tahun?

Gimana? Setelah ini, kamu masih mau rutin mengonsumsi kopi instan, nggak?

Baca juga:

(sumber gambar: www.eater.com, www. aliexpress.com, www.seriouseats.com)

LATEST COMMENT
noer yahya | 1 hari yang lalu

Kalo statistik di psikologi itu langsung terapan ya kak. Biasanya langsung yang buat nguji alat tes dan hasil penelitian. Kalo ditanya gampang jawabannya ya SUSAH. Tapi nanti ada alat bantunya kok

Q & A Bedah Jurusan Kuliah Psikologi
Fatimah Ibtisam | 2 hari yang lalu

Ada isu yang beredar. Tapi sejauh ini tidak ada pemberitahuan bahwa tidak boleh lintas jurusan di SBMPTN. Sedangkan pada SNMPTN, tiap kampus memiliki aturan tersendiri mengenai boleh atau tidaknya lintas jurusan. Namun pihak penyelenggara tidak menyarankan hal tersebut (lintas jurusan di SNMPTN).

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
fauzyiahputri | 3 hari yang lalu

Kak mau tanya. Apakah benar tahun 2020 tidak boleh pindah jurusan?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Tisam Ali | 4 hari yang lalu

Setahu kami, mata pelajaran yang umum.

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Tisam Ali | 4 hari yang lalu

Pendaftaran SNMPTN gratis. Namun setelah masuk kamu perlu membayar biaya kuliah sesuai kebijakan kampus. Untuk keringanan/beasiswa, bisa mengikuti program Bidikmisi.

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©