Cari tahu tentang semua jurusan kuliah disini

Temukan pengalaman dan jawaban dari Mentor Rencanamu dan pengguna lain

Abdurrahman
5 tahun yang lalu
Jepang memiliki banyak kerjasama dengan Indonesia di berbagai bidang. Walaupun saya jurusan sastra, tidak selalu akan memiliki karir di dunia literasi. Kami bisa masuk ke berbagai bidang dengan kemampuan bahasa kami. 
Baca selengkapnya
1 232
Abdurrahman
5 tahun yang lalu
Tergantung program, ada yang cuma 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan 1 tahun. Kalau saya program 6 bulan.
Baca selengkapnya
2 152
Abdurrahman
5 tahun yang lalu
 Wah, mungkin pertanyaan ini lebih baik kamu tanyakan ke dosen kamu untuk lebih pastinya. Tapi menurutku, ngga ada yang ngga mungkin. Kalau kamu memang bertekad kuat dan mau mencoba, kenapa ngga? hehe.
Baca selengkapnya
1 154
Nurul Faradhila Rahmah
5 tahun yang lalu
Pertama, filsafat itu bukan sastra, tapi sangat penting untuk dipelajari karena berisi pemikiran tentang kehidupan manusia, yang wajib kita ketahui kalau kita mau mempelajari dan meneliti bahasa, sastra, budaya. Semua mahasiswa baik S1, S2, S3 di FIB (prodi arkeologi, sejarah, jawa, rusia, inggris, dll) harus mengambil mata kuliah Pengantar Filsafat dan Pemikiran Modern. Di situ kita pelajari apa itu filsafat (mostly filsafat barat), hal2 menyangkut keberadaan/realitas, logika, sampai etika dan estetika. Kesannya agak mengawang-awang ya? Padahal kalau kita mendalaminya, kita punya akses untuk lebih memahami banyak isu terkait ilmu pengetahuan maupun yang ada di masyarakat. Nah, yang lebih diperlukan untuk sukses menggeluti filsafat kayanya lebih ke minat/passion. Kalau gada gairah atau curiosity untuk mengetahui cara manusia berpengetahuan, dll kayanya susah ya. Begini aja, supaya kamu ga salah masuk jurusan, coba kamu baca buku Sophie's World. Ini sebetulnya tentang filsafat (yang juga wajib dibaca di FIB) tapi ditulis dalam bentuk novel. Kalau kamu suka dengan apa yang kamu baca, mungkin itu tandanya kamu cocok belajar filsafat. Semoga membantu!
Baca selengkapnya
1 337
Olive Hateem
5 tahun yang lalu
Halo Olive! Kalau kamu memang suka dan yakin mau memilih sastra, itu langkah yang bagus banget untuk meyakinkan ortu kamu. Ortu itu kan pengen anaknya ga salah jalan terus menyesal kemudian. Banyak contoh kasus mengenai ini, jadi kecemasan ortu beralasan. Mereka yang belajar di FIB krn ikutan teman akhirnya struggling banget karena ternyata gada minat dan bakat (terutama yang ambil jurusan bahasa asing dan daerah). Ada juga mereka yang menganggap belajar di sastra itu gampang terpaksa putus studi (DO) karena baru sadar belakangan semua butuh kerja keras. Well, intinya kalau kamu udah yakin dan sadar kemampuan akan lebih gampang meyakinkan ortu. Cara kamu nunjukin minat kan bisa lewat bacaan yang kamu beli, karya tulis yang kamu buat, lomba yang kamu ikuti, atau event terkait sastra yang kamu hadiri. Jadi ada bukti kamu memang suka. Kamu juga bisa tunjukkan ke ortu bahwa banyak orang sukses jebolan sastra kok, baik di luar maupun dalam negeri. Sukses itu ga cuma di bidang sastra ya, tapi juga di bidang lain, misal: jurnalistik, politik, entertainment, bahkan perbankan. Hal ini dimungkinkan karena banyak penyedia lapangan kerja yang udah percaya banget anak sastra itu cepat beradaptasi dan mampu menyerap ilmu di tempat kerja. Itu salah satunya karena anak sastra dipacu terus untuk berpikir kritis dan terbuka pada hal-hal baru selama di kampus. So, good luck ya.
Baca selengkapnya
1 329
Khoirunnisa
5 tahun yang lalu
Mau yang detail banget bisa masuk ke situs http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php Disitu kamu bisa lihat universitas dan sekolah tinggi mana aja yang menawarkan studi Inggris sesuai minat kamu. Ada universitas yang khusus pengajaran bahasa inggris, ada yang fokus di sastranya, dll. Kamu juga bisa lihat apa universitas itu sudah terakreditasi, dan apakah terakreditasi baik atau cukup. Selamat mencari.
Baca selengkapnya
1 206
Capelle Fitria Soeprijono
5 tahun yang lalu
Sastra Rusia yang ada di UI itu belajar linguistik, sastra, sejarah, dan kewilayahan. Kewilayahan itu mempelajari budaya, misalnya fashion di Rusia bisa dikaji disini. Kalau kamu masuk Sastra Rusia di UI, kamu pelajari empat hal ini, jadi bukan penjurusan. Bedanya kalau nanti mau skripsi, pilih bidang yang paling kamu minati. Tapi skripsi juga ga wajib kok. Kamu bisa pilih nonskripsi. Jadi jumlah kredit (SKS) yang mustinya bisa buat ambil skripsi bisa kamu pakai untuk ambil mata kuliah pilihan yang kamu suka. Kalau kamu gada pengalaman dengan bahasanya, jangan kuatir karena belajar bahasanya mulai dari nol sampai kamu bisa baca, dengar, tulis, dan bicara Rusia. Terbuka kesempatan untuk ikut program pertukaran pelajar ke Rusia, lho. Setiap tahunnya minimal 2 mahasiswa belajar di Rusia. Dan, ketika lulus kamu ada kesempatan melamar ke Deplu, bergerak di bidang media, dan bekerja di proyek-proyek kerjasama Rusia dan Indonesia. Hope this helps, Capelle.
Baca selengkapnya
1 384
Windy Austin Sanjaya
5 tahun yang lalu
Windy, salam kenal. Untuk jawaban atas pertanyaan pertama kamu tampaknya bisa dilihat di thread sebelum ini ya. Kalau masih ada yang belum jelas bisa ditanyakan lagi lebih spesifik yah…
Baca selengkapnya
3 207
Windy Austin Sanjaya
5 tahun yang lalu
Kalau di Sastra Inggris UI, kita rutin mengadakan tes EPT atau English Proficiency Test yang sama dengan TOEFL Paper Based untuk semua maba (mahasiswa baru) ketika baru masuk. Jadi ga perlu kok, kecuali kalau di syarat resminya tercantum (siapa tau kebijakannya berubah)
Baca selengkapnya
1 962
Windy Austin Sanjaya
5 tahun yang lalu
Tapi mahasiswa sastra Inggris UI yang ingin ikut pertukaran pelajar ke luar negeri biasanya harus punya prestasi akademik yang baik, CV yang ok, dan motivation letter yang unggul dari calon lainnya.
Baca selengkapnya
1 179
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1