Cari tahu tentang semua jurusan kuliah disini

Temukan pengalaman dan jawaban dari Mentor Rencanamu dan pengguna lain

Zarfa Amari
5 tahun yang lalu
Halo Zarfa! Sebagian besar memang berbahasa Inggris, tapi ada juga kok buku2 dari dalam negeri yg dipakai. Yg penting, sumber belajar kamu evidence based dan dpt dipertanggungjawabkan isinya :)
Baca selengkapnya
1 942
maya tursina
5 tahun yang lalu

Hi Maya, pertama kali yang mungkin memudahkan untuk mengarahkan kamu yaitu dengan mengikuti assessment2 Minat, Kepribadian, Gaya Belajar dan Preferensi Diri yang ada di Youthmanual. Setelah kamu melengkapi assessment tersebut, kamu akan mendapatkan rekomendasi Profesi2 yang cocok untuk diri kamu. Dari situ juga kamu akan mendapatkan rekomendasi jurusan-jurusan yang sesuai.

Paling tidak hasilnya bisa dijadikan referensi dan tools untuk kamu refleksi diri. Selamat Mencoba.

Baca selengkapnya
1 174
Ananda Vickry Pratama
5 tahun yang lalu
Halo Vickry, Sudah bukan rahasia kalau masa transisi dari SMA ke Universitas adalah salah satu yang paling drastic. Maka dari itu, sebagai seseorang yang ingin menjadi mahasiswa, ada beberapa kebiasaan di SMA yang mungkin harus kita tinggalkan. Gak cuman kebiasaan, tapi ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan jika kamu ingin jadi mahasiswa. 1. Yang pertama kamu harus banyak mencari tahu soal universitas yang menyediakan jurusan yang kamu mau. Kamu harus tau apakah universitas tersebut bisa menjadi tempat pengembangan dirimu. Langkah pertama ini sebenarnya cara agar kamu belajar mandiri dalam mencari informasi. Saat kuliah nanti, gak akan ada yang setiap saat kasih kamu informasi soal hal yang kamu mau tau kalau kamu ga riset terlebih dahulu. Biasakan mencari info dan membaca sebelum bertanya. Setelah tahu, lihat apa saja yang kamu perlukan untuk mendaftar dan persiapkan semuanya, kalau ada tes ya jangan lupa belajar. Setelah itu lihat lagi apa saja yang akan kamu butuhkan saat kuliah. Siapkan checklist untuk membantu kamu mencatat hal hal penting. 2. Universitas itu gak sama kaya sekolah. Kamu ga bisa lagi gunain sistem kebut semalam untuk tes kamu. Pelajaran di Universitas sudah jauh lebih mendalam dari apa yang kamu dapat di SMA. Kamu ga bisa lagi mengandalkan apa yang kamu dapat di kelas, kamu secara mandiri harus dating ke perpustakaan, berdiskusi, atau bertanya ke dosen tentang materi yang kamu ga mengerti. Kalau misalnya pelajaran itu gunung es, materi yang kamu dapat dikelas seperti puncaknya. Tapi kalau kamu mau tau inti materinya, tentang apa sih gunanya kamu belajar materi itu, kamu harus gali sendiri. Kalau mau pakai cara belajar di SMA, yakin bisa mengikuti perkuliahan? Nah, jadi ada baiknya mempersiapkan diri dengan cara belajar para mahasiswa jadi kamu bisa melalui masa transisimu dengan mulus. 3. Mental kamu juga harus jadi mental mahasiswa yang notabene dianggap sebagai orang dewasa. Kamu ga boleh pantang menyerah, khususnya dengan tugas yang menumpuk. Ga cuman itu, hilangkan kebiasaan kebiasaan buruk seperti menyontek, menyalin tugas temanmu. Mulai dari sekarang! Karena suatu kebiasaan ga bisa diubah dalam semalam. 4. Belajar mengatur uangmu sendiri. Saat kuliah tidak akan ada orang yang menyuruhmu berhenti menghabiskan uang, kecuali dirimu sendiri. Kamu harus tau kebutuhanmu, apa yang menjadi prioritas dan yang bukan. 5. Terakhir, belajar bersosialisasi dan memilih siapa yang pantas kamu jadikan temanmu. Katanya, pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik. Inilah alasan untuk menyortir siapa sih yang pantas menjadi sahabatmu. Kamu boleh berteman dengan siapa saja, tapi pastikan lingkaran pertemananmu diisi orang orang yang baik. Orang orang yang bisa memberi pengaruh positif. Begitu pula saat kuliah! Kalau kamu gak bisa menjaga pergaulanmu tetap bersih, bisa jadi kamu malah terjerumus dan menelantarkan kuliahmu. Ingat, tentukan prioritas. Kurang lebih itulah hal yang perlu kamu siapkan sebelum menjadi mahasiswa nanti. Menjadi seorang mahasiswa ga hanya butuh persiapan kognitif soal materi, persiapan tes. Tapi kamu harus sudah punya traits yang harusnya dimiliki seorang mahasiswa. Semuanya butuh proses dan tentu waktu yang tidak sebentar. Jadi mulai dari sekarang ya! Salam!
Baca selengkapnya
2 220
Muhammad Idman 
5 tahun yang lalu
Halo Idman, Untuk metode belajar saya rasa setiap orang akan punya cara yang berbeda. Mungkin bisa dicek dulu gaya belajarmu di youthmanual. Dari sana kamu akan bisa melihat kira-kira metode yang tepat untuk kamu itu seperti apa sih. Untuk saya sendiri, saya tipe orang yang butuh belajar dengan banyak membaca dan latihan secara mandiri. Ruangan saya pun harus tenang atau diisi dengan musik klasik. Saya biasa membuat target mingguan. Misal, minggu ini saya akan menyelesaikan materi fungsi kuadrat dan turunan. Hal ini membuat saya fokus dan energi saya dapat diarahkan dengan tepat karena tujuan yang jelas. Biasanya sih saya akan memulai dengan materi, setelah dikuasai saya akan drill soal seputar bab tersebut. Yang tidak kalah penting, adalah menemukan komunitas yang bisa memberi kamu support. Saya memanfaatkan line untuk menemukan komunitas seperti ini, saya cukup terbantu dengan keberadaan grup belajar di line saya, misalnya pejuang saintek. Tidak cuman grup belajar, ada juga grup yang isinya memotivasi seluruh anggota grup dan memperat hubungan kami serta tekad untuk bisa berkuliah tahun ini bersama-sama, walau beda universitas yang penting kuliah. Ini juga yang mempertemukan saya dengan teman saya, kak Anthony. Jadi, intinya adalah manfaatkan apa yang kamu punya dalam belajar, buku, internet, ataupun sosial media. Perbanyak referensi kamu, jangan terbatas pada buku materi SMA. Banyak kok online resources diluar sana yang bakal lebih membantu kamu dalam pembelajaran kamu dan tentunya akan membantu persiapan kamu juga dalam menjadi mahasiswa. Salam!
Baca selengkapnya
4 183
Mbak Misclon
5 tahun yang lalu
Halo, Tidak bisa diipungkiri gagal sbmptn itu membuat saya kena mental breakdown tahun lalu. Tapi, saya segera sadar kalau ga bisa kaya gini terus. Akhirnya saya cari temen dan komunitas yang sama sama berjuang dan menemukan kalau gak cuman saya yang gagal. Kami berakhir saling memotivasi dan kami pun jadi teman dekat. Yang kedua, ingatkan diri kita soal passion kita, soal tujuan kita, mimpi mimpi kita. Percaya deh, mereka bener bener jadi penyemangat nomor satu. Ketika kita inget soal passion kita, kita bakal rela ngapain aja buat mendapatkannya. Itu yang membantu saya untuk bangun dari kegagalan saya dulu dan kembali mengejar saya. Sekaligus menjawab pertanyaan kamu yang lain, untuk masuk UI lewat SBMPTN tentu perlu usaha keras dan skor yang tinggi karena UI salah satu PTN favorit dan kamu ga bisa maju dengan usaha seadanya. Kalau lewat SNMPTN, nilai yang tinggi akan membantu kamu pastinya, tapi apakah memastikan kamu lolos? Tidak juga, karena banyak sekali variabel penilaian yang tidak diketahui oleh khalayak ramai selain panitia SNMPTN sendiri.
Baca selengkapnya
2 200
Mbak Misclon
5 tahun yang lalu
Hi Mbak Misclon, Nilai tentunya merupakan salah satu syarat penting untuk mendaftar di Universitas. Di Indonesia, jalur masuk perguruan tinggi negeri yang menggunakan nilai rapor adalah SNMPTN. Sedangkan di Universitas Indonesia sendiri, kita mengenal ada beberapa jalur yang diharuskan mengunggah nilai rapor, seperti SNMPTN dan PPKB.  Kedua jalur ini menurut saya bersifat unpredictable. Kenapa? Karena masih banyak aspek yang dilihat, misalnya : prestasi alumni, akreditasi sekolah, dan juga kuota jurusan yang kamu pilih. Jadi, andaikan kamu memiliki nilai yang tinggi, tetapi prestasi kakak kelasmu di Universitas tersebut jelek, maka akan memengaruhi penilaian. Hal senada juga berlaku jika kamu dan temanmu yang berbeda sekolah mempunyai nilai yang sama namun memilki akreditasi yang berbeda, itu juga pastinya akan memengaruhi proses seleksi. Namun, akan lebih baik jika kamu memiliki nilai yang tinggi saat mendaftar. Karena akan menjadi nilai tambah buat diri kamu sendiri. Tentunya nilai yang kamu peroleh adalah nilai hasil jerih payahmu sendiri, bukan nilai hasil pengkatrolan. :D Semoga membantu ya Regards
Baca selengkapnya
2 596
M'Rizal Wrc 
5 tahun yang lalu
Hi M’Rizal, Menurut saya, efek yang paling terasa setelah gagal di SBMPTN pertama adalah gangguan mental. Gangguan mental yang saya maksud disini adalah kita tentunya kecewa, bahkan stress akan kegagalan kita di SBMPTN. Kita juga beranggapan bahwa kita adalah anak yang bodoh sehingga semangat untuk belajar pun kian memudar. Jelas ini adalah suatu miskonsepsi. Pada dasarnya sih, tidak ada orang pintar atau bodoh. Yang ada hanyalah orang rajin atau malas. Kita pasti kecewa karena kita belum berhasil lolos. Namun, kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Karena ada banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi gangguan-gangguan dan mempersiapkan diri, diantaranya : 1. Persiapan Mental Persiapan mental ini sudah saya jelaskan pada pertanyaan Mbak Misclon. Sebagai tambahan, kita dapat melatih mental kita dengan sering berlatih dan mengikuti tryout-tryout, konsultasi kepada keluarga, dan juga berdoa kepada Tuhan :D 2. Persiapan Fisik Selain mental, ada persiapan yang gak kalah penting. Yaa, persiapan tersebut adalah persiapan fisik. Tanpa fisik yang sehat, akan sulit bagi kita untuk belajar dengan baik. Meski kita memiliki waktu satu tahun untuk belajar, namun kita tidak pernah tahu sesulit apakah soal SBMPTN. Oleh karenanya, disarankan untuk mengatur pola hidup yang baik sehingga kita dapat memakai waktu yang ada secara efisien agar hasilnya maksimal :D 3. Persiapan Teknis Semakin cepat kamu mempersiapkan mental dengan ditunjang persiapan fisik, semakin banyak pula waktu yang kamu miliki untuk melakukan persiapan teknis. SBMPTN ibarat medan pertempuran. Untuk memenangkannya, kita harus menyusun strategi yang tepat. Hal ini dapat kamu lakukan dengan memiliih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Selain itu, sering berlatih soal dan selalu mengevaluasi diri juga akan mengukur sejauh mana kesiapanmu dalam menghadapi SBMPTN :D Semoga membantu ya Regards
Baca selengkapnya
1 184
Eva Juariah
5 tahun yang lalu
Halo Evi, Dalam memanage waktu mu sebagai mahasiswa, kamu bisa mulai dari membuat jadwal apa yang akan kamu lakukan di luar kelas. Lalu perkirakan alokasi waktu yang kamu perlukan. Pastikan seluruh alokasi waktu mu sesuai dengan prioritas kegiatanmu, misal alokasikan waktu lebih banyak untuk belajar ketimbang bertemu teman untuk sekedar ngobrol di kafe. Ada beberapa cara unik seperti Pomodoro Technique yang membagi waktumu ke blok blok 25 menit diselingi istirahat 5 menit. Supaya pengelolaan waktumu efisien, cara ini juga boleh dicoba :) Gunakan waktu belajarmu dengan baik, dari review materi, mengerjakan tugas, diskusi kelompok, dan lain-lain. Jangan sampai kamu mengerjakan tugas H-1 deadline pengumpulannya. Ya jelas kamu akan kelelahan karena kurang istirahat. Biasakan mencicil tugas yang diberikan sehingga kamu tidak kewalahan nantinya. Jangan lupa biasakan review materi yang telah diajari, persiapkan juga materi selanjutnya agar kamu bisa mengikuti kelas dengan baik. Selain itu kamu tidak akan kesulitan dalam mengulang materi saat akan tes di kemudian hari karena materinya sudah kamu pelajari dengan baik. Masalah organisasi, iya organisasi itu penting. Tapi jangan sampai organisasi menghambat perkuliahanmu, karena organisasi kan tujuannya menjadi wadah pengembangan diri kita bukan menghambat kita. Saya rasa kita cukup dewasa untuk menentukan pilihan sendiri. Jadi intinya adalah pandai-pandai menentukan prioritas. Mana yang harus kamu dahulukan, dahulukan.  Kalau masalah supaya enjoy dan semangat, semuanya harus dimulai dengan kuliah di jurusan yang tepat. Ingatkan dirimu akan passion dan mimpimu, bayangkan kamu lulus dan kemudian membangun mimpimu. Ini akan memberi mu semangat untuk terus maju. Jangan lupa juga kamu bisa minta temanmu menemani belajar jadi kamu ga bosan, karena saat belajar berdua kamu bisa bertukar pikiran dan bahkan mendapat sesuatu yang baru. Memang sih akan berat dengan semua tugas yang ada di pundakmu, tapi dengan sedikit manajemen waktu yang aku jelasin diatas ditambah dorongan dari dirimu sendiri, kamu akan bisa melalui perkuliahan dengan baik :) Salam!
Baca selengkapnya
1 171
Mbak Misclon
5 tahun yang lalu
Hi Mbak Misclon, Menyoal memilih suatu jurusan dengan banyak pesaing memang bukanlah suatu perkara mudah. Jika melalui jalur SNMPTN, nampaknya sih akan sangat sulit untuk tidak “menjatuhkan” teman. Pasalnya, dalam tahun-tahun terakhir, kuota SNMPTN telah menurun, maka kebanyakan peserta cenderung “memikirkan dirinya sendiri” supaya bisa lolos. Namun, jika kamu tidak ingin “menjatuhkan” teman, hal yang dapat kamu dan teman kamu lakukan ialah mencoba untuk belajar bersama agar memperoleh nilai yang baik. Dengan demikian, kalian berdua memiliki peluang untuk lolos di jurusan yang sama. Selain itu perhatikan juga beberapa faktor, seperti prestasi alumni, jumlah kuota, rasio peserta yang lolos terhadap jumlah peminat, dan lain-lain :)  Akan tetapi, sekali lagi, SNMPTN bersifat unpredictable. Ada banyak aspek yang diperhatikan. Hanya Tuhan dan panitia yang tahu bagaimana proses penyeleksiannya. Tidak heran sih bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk lolos melalui jalur ini :D Oleh karena itu, akan lebih baik jika kamu dan temanmu sama-sama berjuang melalui jalur SBMPTN atau Ujian Mandiri (UM). Jalur yang terbilang cukup sulit ini justru merupakan jalur yang paling adil. Kenapa? Kita tahu, akhir-akhir ini SBMPTN dan UM memiliki kuota yang lebih besar ketimbang SNMPTN. Otomatis kamu dan temanmu mempunyai kesempatan emas untuk memantaskan diri bahwa kalian berdua memang layak lolos melalui kedua jalur tersebut. Tentu saja, tidak ada cara lain selain belajar dan berdoa. SBMPTN dan UM adalah medan pertempuran yang sesungguhnya. Kalian dapat mulai belajar sejak dini agar dapat menaklukkannya. Namun, perlu dicatat, baik SNMPTN, SBMPTN maupun UM ketiganya adalah proses seleksi. Sudah sewajarnya akan ada banyak peserta yang gugur. Karenanya, yang bisa kalian perbuat adalah memberikan yang terbaik dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Jadi, jangan lupa berdoa juga yaa :D Semoga membantu ya Regards
Baca selengkapnya
1 158
Ananda Vickry Pratama
5 tahun yang lalu
Halo Vickry, Saya akan memulai dengan memaparkan fakta bahwa walaupun tidak kuliah, bukan berarti anda tidak sukses. Dan hal yang sama berlaku untuk kalau anda kuliah anda belum tentu tidak sukses. Tapi ada beberapa hal yang buat saya menjadi kunci penting kenapa kita harus kuliah. 1. Investation on Ourselves Kuliah pada dasarnya membuka kesempatan kesempatan baru untuk kita lebih banyak mengeksplorasi diri. Kita bisa menemukan passion baru, menemukan goals/tujuan baru, bonding dan networking, menambah wawasan diri dan skills, dan lain-lain. Wawasan kamu menjadi semakin luas dan kamu akan belajar terbuka dengan berbagai macam ide. Ini terjadi karena pada dasarnya saat kuliah kamu bisa mengeksplorasi berbagai pilihan jurusan, fokus pada salah satunya, dan pada akhirnya diperlengkapi dengan baik. Dengan catatan kamu kuliah serius ya.  Hal ini bisa menjadi sarana penting nanti. Gak cuma untuk perkembangan diri kamu tapi ke dunia kerja. Kamu bakal dipermudah dengan begitu banyak skills. Pew Research Center pada tahun 2015 kemarin juga mengeluarkan laporan bahwa 44% narasumber pencari kerja bilang koneksi/relationship -Keluarga, teman, dll.- itu sangat penting, koneksi ini bisa kamu dapatin kalau kamu kuliah nanti. Nah, ini lah yang aku sebut investment. Karena mungkin efeknya ga bisa diliat langsung pas kamu masuk kuliah tapi butuh beberapa waktu untuk nanti bisa dirasakan. 2. Belajar Mandiri Kalau ini sih memang ga lewat kuliah juga bisa. Tapi, dengan berkuliah kamu bener bener belajar untuk bergantung dengan dirimu sendiri. Dari susun jadwal, kerjain tugas, sampai ke hal hal besar seperti pembagian waktu untuk kegiatan non akademis. Dijamin, kalau kuliahnya bener, pas keluar udah mandiri dan tahan banting. 3. Stabilitas di dalam pekerjaan Memang dalam hal pekerjaan, gelar tinggi ga menjamin kamu langsung dapat bekerja. Tapi, 1 hal nih. Di Amerika, rate of unemployment itu 2,8% untuk lulusan dengan gelar sarjana. Tapi untuk yang tanpa gelar 5,4%. Memang sih keliatannya kecil, tapi lihat, tanpa gelar, kamu akan lebih susah mencari pekerjaan. Ini baru di Amerika, belum di negara berkembang yang notabene angka pengangguran tinggi. Dengan kemungkinan kamu bersaing dengan orang bergelar, tentunya akan baik juga kalau kamu punya gelar. :) 4. Pengalaman unik Bayangkan nanti kalau kamu lulus dari universitas dan berkeluarga, perkuliahanmu bisa jadi kisah unik untuk anak anakmu. Mereka juga bisa termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Apalagi kuliah kan bisa jadi sarana kamu menggapai mimpimu. :) 5. Yang terakhir, bisa saja loh kamu ketemu pujaan hatimu di kuliah haha. :D (yang ini diabaikan boleh) Terakhir, beneran kok ini terakhir. Untuk penutup, quotes dari Malala Yousafzai.  'Let's pick up our books and our pens. They are our most powerful weapon. One child, one teacher, one book, and one pen can change the world.' Salam!
Baca selengkapnya
1 197
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1