Cari tahu tentang semua jurusan kuliah disini

Temukan pengalaman dan jawaban dari Mentor Rencanamu dan pengguna lain

Aqilla Acha
5 tahun yang lalu
Lulusan sastra (termasuk sastra Jerman) banyak sekali yang kerja di bidang jurnalistik dan tulis menulis. Kemahiran berbahasa yang baik itu sangat penting untuk kerja di kedua bidang tersebut sehingga tidak heran lulusan sastra cocok sekali kerja sebagai jurnalis dan penulis. Selain itu, kalau kamu kuliah di jurusan sastra, kamu juga belajar berbagai hal selain mata kuliah bahasa seperti linguistik, budaya dan sejarah. Semua ini membantu membuka perspektif dan memperluas wawasan kamu sehingga kamu dapat memanfaatkannya saat kamu kerja di bidang jurnalistik dan tulis menulis. Kalau tentang tempat les atau belajar bahasa asing, tempat yang murmer sih ada saja. Tapi hati-hati ya karena walau ingin hemat kita perlu pertimbangkan mutunya juga. Guru yang profesional dan fasilitas belajar yang baik memerlukan biaya yang layak. Sebaiknya kamu waspada kalau ada tawaran belajar di tempat les yang murah sekali. Coba cari tahu jumlah jam, latar belakang guru, metode dan materi ajar yang digunakan. Tempat les yang baik biasanya juga sudah punya reputasi ternama. Selamat mencari!
Baca selengkapnya
1 519
Husain Ali Yahya
5 tahun yang lalu
Anak sastra biasanya unik karena lebih bebas merdeka mengekspresikan diri mereka. 
Baca selengkapnya
1 190
Husain Ali Yahya
5 tahun yang lalu
Kreatif, berwawasan luas dan kritis. Semua ini berkat banyak menulis, menampilkan dan membaca karya sastra serta belajar berbagai teori budaya selama kuliah.
Baca selengkapnya
1 171
Husain Ali Yahya
5 tahun yang lalu
Suka: relatif santai, tugasnya menarik (baca novel, buat pertunjukan, menulis cerita/puisi), fleksibel mencari kerja setelah lulus (alumni sastra ada yang jadi penyiar radio, jurnalis, penerjemah, pegawai bank, auditor, wiraswasta, dosen, peneliti, pramugari, artis, penyanyi, dan masih banyak lagi). Duka: kadang diremehkan (dianggap kalah penting dibandingkan jurusan lain atau sama saja dengan les bahasa), pusing belajar linguistik, banyak tugas bacaan (mulai dari novel hingga buku teks)
Baca selengkapnya
1 220
Husain Ali Yahya
5 tahun yang lalu
Jumlah murid dalam satu kelas bahasa idealnya hanya sedikit agar proses belajar optimal. Kalau muridnya terlalu banyak, nanti kesempatan mereka berlatih menggunakan bahasa secara aktif di kelas sangat terbatas. Daripada menerima banyak mahasiswa tapi kualitas menurun, lebih baik jumlah mahasiswanya sedikit. Jumlah mahasiswa yang tidak terlalu banyak di kelas keilmuan juga membuat dosen lebih mengenal mahasiswa, membaca makalah dengan teliti dan memfasilitasi diskusi kelas dengan lebih baik lho.
Baca selengkapnya
1 409
Berlian Prestisia 
5 tahun yang lalu
selamat ya kamu udah bisa masuk Sastra Prancis. Kayanya kalau belajar bahasa asing pasti menemui kendala karena struktur dan tatabahasa mereka beda dengan bahasa ibu kita. Kuncinya jangan cepat menyerah ketika kamu harus banyak hapalan dan latihan. Namanya juga belajar pasti ga mudah ya, mau itu belajar bahasa atau belajar ilmu lain. Banyak cerita sukses kakak2 kamu yg awalnya tertatih-tatih lalu kemudian berhasil karena mereka latihan di luar kelas juga: ikut kursus di luar kampus, latihan speaking/listening di lab, latihan grammaire, dll. Kalau sastra, kita kan banyak menyoroti masalah sosialbudaya ya. Nah kamu kalau diberi tugas paper banyak menulis soal kemanusiaan, supaya nanti kamu bisa cerita ke calon pemberi kerja. Itu nunjukkin kamu udah melatih kemampuan berpikir kamu di bidang itu sejak di bangku kuliah. 
Baca selengkapnya
1 184
Berlian Prestisia 
5 tahun yang lalu
(1) Bahasa Prancis memang rumit karena kita harus belajar konjugasi dan gender yang tidak ada di bahasa Indonesia. Tapi sebetulnya kita sudah belajar tentang kedua konsep itu di bahasa Inggris (walau tidak sama persis ya). Kita bisa gunakan pengetahuan kita tentang bahasa lain untuk mempermudah mengingat aturan bahasa Prancis. Jangan lupa juga untuk banyak membaca, menonton dan mendengarkan segala sesuatu dalam bahasa Prancis supaya kamu lebih terbiasa dengan bahasa itu. Berkat internet, kita bisa dengan mudah mengakses banyak materi kok. Yang paling utama adalahselalu latihan dan pantang menyerah! (2) Setahu saya bisa saja kok! Bidang kemanusiaan itu luas sekali dan selama Berlian tidak mengincar suatu posisi spesifik yang betul-betul memerlukan pengetahuan/gelar khusus di bidang terkait, lulusan sastra pasti bisa menempati posisi kerja di bidang kemanusiaan. Kuncinya adalah harus mau belajar! Ingin memperjuangkan hak perempuan? Berlian bisa bergabung dalam LSM atau media yang berkecimpung di bidang itu. Ini hanya contoh dari beragam kemungkinan kerja di bidang kemanusiaan.
Baca selengkapnya
1 185
Lusita Maharani
5 tahun yang lalu
Halo lusita ! Tenang, kamu akan mempelajari semuanya dari awal dengan teman seangkatan kamu ^^ org yg sudah punya dasar dan org yg belum pernah belajar akan tetap belajar dari awal, dari cara tulis huruf hiragana katakana :) jadi jangan khawatir ya!
Baca selengkapnya
1 357
Heldyana Nawwara Khansa
5 tahun yang lalu
saya akan coba kasih beberapa Tips Sukses Masuk Fakultas Kedokteran Gigi 1. Belajar sangat rajin dan berdoa tiada henti serta selalu mohon doa restu orang tua. Melewati passing grade Fakultas kedokteran bukanlah hal mudah apalagi harus bersaing dengan pelajar hebat se-Indonesia sehingga butuh belajar luar biasa. 2. Kamu juga bisa uji coba hasil belajar kamu sebanyak mungkin, yaitu bisa dengan seringnya ikut try out beragam pilihan Fakultas kedokteran gigi dari berbagai universitas. 3. Mulailah mencari info sebanyak mungkin tentang Fakultas Kedokteran Gigi yang ingin dimasuki termasuk rangkaian ujian menuju kesana. Jika kamu bisa lolos melalui SMPTN maka itu lebih baik lagi.
Baca selengkapnya
1 2127
Putri Asri Azizah 
5 tahun yang lalu
hallo putri, FKG itu adalah fakultas yang berdiri sendiri. Seorang dokter gigi lahir setelah mengikuti pendidikan jenjang S1 dan jenjang profesi. Jadi untuk menjadi seorang Dokter Gigi saja sekiranya butuh 5 sampai 6 tahun.Dan oleh karna itu diperlukan waktu yang lama dan ke fokus-an dalam mempelajari ilmu ini. S1 (masa preklinik) biasanya ditempuh selama 3,5 tahun (rata-rata) dan jenjang profesi (masa klinik/koas) ditempuh selama 1,5 - 2 tahun (rata-rata).
Baca selengkapnya
2 2672
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1