UN 2020 Resmi Dibatalkan. Gimana dengan PPDB dan Penilaian Kelulusan Siswa?

Nadiem Makarim mengumumkan pembatalan Ujian Nasional (UN) 2020 (24/3) tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK dengan alasan keamanan. Lantas, bagaimana Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) 2020 dan bagaimana menilai siswa yang akan lulus? Berikut poin penting dari penjelasan Mendikbud, Nadiem Makarim.

1. “ Prinsip nomor satu, tidak ada yang lebih penting daripada keamanan siswa siswi dan keluarganya”

Pertimbangan utama pembatalan Ujian Nasional adalah soal keamanan, terkait dengan wabah virus corona COVID 19. Secara keseluruan, di Indonesia ada sekitar 8 juta siswa yang rencananya akan menempuh Ujian Nasional. Hal ini akan sangat riskan bagi kesehatan siswa dan juga keluarga mereka.   

2. “UN bukan syarat kelulusan ataupun syarat masuk jenjang pendidikan.”

Pertimbangan lain adalah, selama beberapa tahun ke belakang UN memang bukan lagi menjadi syarat kelulusan. Namun hingga tahun lalu PPDB masih menggunakan nilai UN. Nah, Nadiem menegaskan bahwa UN nggak lagi menjadi syarat masuk ke SMP, SMA, dan apalagi perguruan tinggi.

Apalagi sebenarnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi sebenarnya sudah mengumumkan akan menghapus Ujian Nasional mulai 2021. Kenapa dihapus tahun depan? Tujuannya sih supaya nggak mendadak. Namun, karena situasi luar biasa, penghapusan UN akhirnya berlangsung lebih cepat.   

3. “Setelah dipertimbangkan, lebih banyak risiko.”

Keputusan ini dilakukan dengan memerhatikan untung ruginya, dan ternyata lebih banyak risikonya.

4. "Ada 2 opsi yang bisa dilakukan sekolah."

Dengan nggak adanya UN ada 2 opsi yang bisa dilakukan sekolah:

a. Menggelar ujian sekolah. Penting diingat, tes tatap muka dengan mengumpulkan siswa di sekolah tidak diizinkan. Ujian bisa dilakukan dengan jalan lain, misalnya secara online.

b. Mengakumulasikan nilai 5 semester terakhir.

5. Tanpa adanya nilai UN, PPDB 2020 dilakukan dengan:

a.  70 persen berdasarkan zonasi (area tempat tinggal dan area sekolah).

b. 30 persen jalur prestasi, dengan dua pilihan:

Opsi 1: Akumulasi nilai semester 1 hingga 5

Opsi 2: Prestasi akademik dan non-akademik

Perubahan ini sangat signifikan, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya nilai Ujian Nasional sangat menentukan dalam penerimaan siswa baru di sekolah negeri.

6. “Mohon para guru benar benar mengajar dan  membimbing dari rumah.”

Saat ini siswa belajar dari rumah, namun Nadiem menekankan bahwa bukan berarti guru hanya memberi tugas dan materi kepada muridnya.  Guru diminta berinteraksi dan berkomunikasi untuk membantu proses belajar siswa.

7. Penting: Jaga jarak!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak, baik social distancing maupun physical distancing. Jadi, tetap #DiRumahAja, hindari keramaian, dan sebisa mungkin menjaga jarak secara fisik dengan orang lain. Hal ini demi kepentingan para siswa beserta keluarganya.

***

Pengumuman pembatalan UN 2020 dan informasi PPDB 2020 memberikan kejelasan baik pada pihak sekolah maupun murid. Dan walau belum diumumkan, kemungkinan besar periode belajar dari rumah ini akan diperpanjang. Tetap semangat belajar di rumah ya, teman-teman, dan jaga kesehatan!

Sumber gambar: Image by Gerd Altmann from Pixabay

LATEST COMMENT
DINI SHABIHAH ULFAH | 21 jam yang lalu

Kak, kalau assessment nasional diperuntukkan kelas 5,8, dan 11 terus yang kelas 12 angkatan 2021 lulusnya gimana? Pakai assessment juga apa un?

Bedah Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Asesmen Nasional 2021
Ayu Vitri | 1 hari yang lalu

Open pp/endorse 50k per video Channel youtube : Ayu Vitri

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Siska Nurfadilah Sri Kusumah | 3 hari yang lalu

Ngga bisa ngasih saran kak:( kita satu server

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1