Wacana Menghapus Prodi D3 di Perguruan Tinggi

Muncul wacana penghapusan program Diploma 3 atau D3 di perguruan tinggi. Sebelum memberikan opini atau bereaksi, simak dulu penjelasan berikut ini. 

Berawal dari UGM

Salah satu pihak yang menggulirkan wacana penghapusan prodi D3 adalah UGM dengan menghapus prodi D3 mereka. Pertimbangannya antara lain:

  1. Banyak mahasiswa yang memilih D3 lantaran nggak lolos S1, dan bukan karena berminat dengan pendidikan vokasi. Kecenderungan ini sudah berlangsung sejak tahun '70-an.
  2. Karena orientasinya lebih pada mengejar gelar ketimbang menjadi praktisi ahli, maka pendidikan vokasi D3 hanya sebagai formalitas, dan ujung-ujungnya lanjut ke S1.
  3. UGM menganggap Jepang, Belanda, dan Jerman, merupakan negara di mana pendidikan vokasi sangat baik. Di situ hanya ada program D1, D2, dan D4. Nggak ada D3. Nah, vokasi UGM berpatokan ketiga negara tersebut.
  4. UGM pun memutuskan untuk fokus mengembangkan program D4 (Sarjana Terapan), S1, S2, S2 Terapan, dan S3
  5. UGM nggak akan membuka program D1 dan D2, karena menurut mereka idealnya D1 dan D2 diberikan sebagai tambahan program SMK atau di Balai Latihan Kerja. Sementara perguruan tinggi fokus  pada program D4.

Hasilnya, di tahun 2019, UGM resmi menutup prodi D3 dan hanya ada vokasiD4.

Kemdikbud Sangat Tidak Merekomendasikan D3

Apakah hanya UGM yang menutup prodi D3? Apakah perguruan tinggi lain akan melakukan hal yang sama? Lalu, apa kaitannya dengan pendidikan vokasi di Indonesia?

Jadi, dekan sekolah vokasi yang turut merancang penutupan program D3 adalah Wikan Sakarinto, Ph.D.  Nah, pada bulan Mei 2020 lalu, Mendikbud Nadiem Makarim melantik Wikan Sakarinto sebagai  Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pendidikan Sekolah Vokasi sendiri meliputi SMK serta program vokasi di perguruan tinggi.

Wacana yang yang sama dengan di UGM pun dibawa ke level nasional.  

“Kami di Direktorat Pendidikan Sekolah Vokasi mendorong pendidikan vokasi di program sarjana terapan (D4), S2 Terapan, atau D2 fast track. Untuk D3, sejujurnya kami sudah sangat tidak merekomendasikan untuk berdiri lagi. Kalau perlu, prodi D3 di-upgrade semua menjadi D4,” ungkap Wikan Sakarinto dalam acara peresmian Multimedia Nusantara Polytechnic 18 September 2021 lalu. Pernyataan ini pun semakin ramai tatkala dikutip berbagai media.

D2 Fast Track

Wikan Sakarinto menjelaskan arah kebijakan pemerintah bidang pendidikan, yaitu ingin menghasilkan anak bangsa terbaik yang punya keahlian mumpuni untuk membangun Indonesia. Salah satu caranya adalah melalui strategi program vokasi, seperti menghapus D3. “Nanti, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan D3 (karena programnya dihapus), akan ada D2 fast track.”

D2 Fast Track atau SMK-D2 Jalur Cepat adalah program yang menggabungkan antara SMK dengan studi lanjutan 1 semester di perguruan tinggi dan 2 semester terjun di industri. Siswa akan mendapatkan ijazah SMK, sertifikasi keahlian, ijazah D2, dan sertifikat magang. Semua itu, dari SMK hingga lulus D2 hanya dalam waktu sekitar 4,5 tahun.

D3 Upgrade Jadi D4

Ya, jadi wacana pemerintah untuk menghapus D3 bukan lah untuk meniadakan prodi ini, namun mendorong untuk upgrade program D3 tersebut menjadi Sarjana Terapan. Program D4 tentu lebih memerlukan banyak waktu kuliah ketimbang D3. Materi perkuliahannya lebih banyak dan keahliannya diharapkan lebih terasah.

Sebaliknya karena D4 atau Sarjana Terapan setara dengan Sarjana S1, lulusannya pun nggak perlu lagi meneruskan pendidikan ke S1. Btw, Wikan Sakarinto sendiri merupakan lulusan D3 Teknik Mesin UGM yang kemudian meneruskan pendidikannya ke jenjang S1, serta S2 dan S3 di luar negeri. 

Program upgrade D3 ke D4 sendiri sudah mulai disosialisasikan pemerintah di akhir 2020 lalu. “Jadi, nanti yang menjadi teknisi atau operator terampil itu lulusan D2. Adapun lulusan D3 yang naik menjadi D4 akan memiliki capaian pembelajaran atau kompetensi sebagai calon supervisor lapangan, manajer lapangan, product designer untuk produk-produk aplikatif, dan bisa juga sebagai enterpreneur,” jelas Wikan kala itu. 

Gimana menurut kamu? Apakah kamu setuju dengan wacana penghapusan D3 untuk di-upgrade ke D4 tersebut?

(Sumber gambar: Pixabay)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Hai Muhammad Hafidz, yang bisa mendaftar adalah lulusan jurusan IPA dan SMK dengan kejuruan yang sejalan. Untuk mengetahui dengan pasti, kamu bisa menanyakan pada BINUS UNIVERSITY.

Bedah Faculty of Engineering BINUS UNVERSITY
ALEX ALZAM, S.Kom, M.Kom | 2 hari yang lalu

- Universitas Amikom Yogyakarta - Universitas Gadjah mada - UPN VETERAN - UII

Serba-Serbi Jurusan Cyber Security: Dari Mata Kuliah Hingga Prospek Karier
Navi | 2 hari yang lalu

Halo kak, kalau anak IPA lintas jurusan ke sastra inggris atau ilmu komunikasi nilai yang dilihat yg mana aja ya? Soalnya saya ga punya nilai sosiologi, ekonomi, dan geografi. Terima kasih.

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Muhammad Hafidz | 3 hari yang lalu

Jadi lulusan Multimedia seperti saya ga bisa daftar jurusan Computer Engineering?

Bedah Faculty of Engineering BINUS UNVERSITY
Elza Aulia | 5 hari yang lalu

Semoga ya Allah saya menjadi pilot dan bisa membanggakan orang tua saya aminnnn

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pilot? Begini Tahapan Lengkapnya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1