Menu

Serba-Serbi Profesi Kurator Seni

Kamu suka hal-hal berbau seni? Punya impian mengelola suatu pameran seni atau bahkan punya galeri seni? Mungkin Kurator Seni‍ adalah profesi yang tepat buatmu. 

Seperti apa sih pekerjaan kurator seni?  Mesti ambil jurusan apa ya, supaya bisa jadi kurator? Yuk, cari tahu di sini.

"Manajer" dan "Sutradara"

Ibarat posisi di perusahaan, kurator seni adalah manajer. Kurator bertugas merawat, mengumpulkan, dan menentukan karya seni yang bisa ditampilkan di museum, galeri seni, atau pameran. Kurator bisa menentukan apakah seorang seniman bisa menampilkan karyanya atau tidak.

Dalam pameran, peran kurator seperti sutradara. Tugasnya adalah mencari seniman yang karyanya nggak hanya bagus tapi juga sesuai tema.

Pendidikan Kurator

Di luar negeri, ada jurusan curatorial studies yang mempersiapkan mahasiswanya untuk menjadi kurator seni. Kalau di Indonesia, belum ada jurusan khusus tentang kurator. Biasanya, kurator seni di Indonesia berasal dari jurusan Seni Rupa. Nah, di jurusan Seni Rupa, ada materi seputar sejarah seni rupa dan apresiasi karya seni. Dua pengetahuan itu bisa jadi bekal awal untuk menjadi kurator seni.

Nggak seniman, tapi.....

Seorang kurator seni wajib untuk punya wawasan luas tentang seni. Mereka harus tahu karya jenis apa yang lagi tren. Sering mengunjungi pameran seni, bergabung di komunitas seni, serta ikutan pelatihan kurator, bisa jadi alternatif untuk mengasah kemampuanmu di bidang kuratorial.

Kurator juga harus bisa menilai karya seni dari sisi estetika dan ekonomi. Ia adalah orang kedua yang paling tahu tentang suatu karya seni, selain senimannya sendiri. Setelah berhasil memaknai karya seni, saatnya kurator menilai suatu karya.

Nah, ketika pameran berlangsung, kurator bertugas untuk menjelaskan ke pengunjung mengapa suatu lukisan bisa dihargai sekian juta rupiah. Kurator akan menjelaskannya dari sisi kedalaman makna lukisan, medium, serta cat/materi yang digunakan atau sisi teknik melukis yang dipakai seniman.

Kurator Lembaga vs Kurator Independen

Kurator lembaga adalah kurator yang bekerja sebagai staf di museum atau galeri seni. Selain pendapatan tentatif dari proyek pameran, kurator lembaga juga mendapat pemasukan tetap dari tempatnya bekerja.

Kalau kurator independen, tidak terikat dengan suatu lembaga. Ada kurator independen yang sekaligus penyelenggara pameran, ada juga kurator yang disewa oleh penyelenggara. Kalau kurator yang sekaligus penyelenggara, tentunya dia harus mencari sponsor. Penghasilan kurator independen memang tidak tetap karena bergantung pada pihak penyelenggara, sponsor, dan juga hasil pameran.

Tapi, sekalinya dapat proyek pameran, kurator seni bisa meraup puluhan juta, lho!

Menurut Mikke Susanto, kurator Yogya Gallery kepada situs Kontan, seorang kurator senior bisa mendapat 40-50 juta untuk satu pameran. Sedangkan kurator junior, bisa mendapat 3 - 10 juta per pameran. Memang tidak ada angka pasti untuk jasa kurator karena tergantung kesepakatan antara kurator dengan pihak penyelenggara pameran.

Wow, lumayan banget ya gaes. Tertarik jadi kurator?

(sumber gambar : abc.net.au, isigood.com, flickr.com, galerisoemardja.fsrd.itb.ac.id)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 5 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©