Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu yang Harus Kamu Ketahui

Pekerjaan menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki, terutama kalau kamu adalah seorang freh graduate atau seorang lulusan SMA/SMK yang sedang menunda kuliah a.k.a gap year karena masalah finansial.  

Berdasarkan pengalaman saya, nih. Mencari pekerjaan ternyata nggak semudah seperti yang kamu bayangkan. Mengingat di luar sana ada ribuan bahkan jutaan pencari kerja sedangkan lowongan yang tersedia sangat terbatas.

Keadaan ini semakin berbahaya karena selalu ada orang-orang jahat yang memanfaatkan situasi untuk kepentingannya sendiri. Salah satunya adalah dengan cara membuka lowongan kerja palsu untuk menjebak para pencari kerja yang nggak punya pengalaman dalam mencari pekerjaan.

Nah, biar kamu nggak ikut-ikutan tertipu sama lowongan kerja palsu, berikut ini adalah ciri-ciri lowongan kerja palsu yang harus kamu ketahui.

1. Informasi lowongan kerja nggak spesifik

Ciri-ciri lowongan kerja palsu pertama yang harus kamu ketahui adalah informasi mengenai lowongan kerjanya nggak spesifik alias kurang jelas.

Maksudnya saya gini, gaes. Sebuah perusahaan akan selalu mem-posting pengumuman lowongan kerja lengkap dengan segala informasi di website atau media sosial resmi mereka. Mulai dari jabatan yang dibutuhkan, kriteria/skill yang dibutuhkan, cara mengirimkan berkas, deadline lowongan kerja—bahkan beberapa perusahaan ada yang mencantumkan penjelasan mengenai job description-nya, lho. Tujuannya apa?

Selain untuk memudahkan para pelamar, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pihak rekrutmen/perusahaan untuk memperkecil angka pelamar yang melihat lowongan kerja tersebut, sehingga nantinya akan lebih mudah untuk menyaring setiap Curriculum Vitae (CV) dan mendapatkan orang yang tepat.

Sebaliknya, hal yang berbeda justru akan kamu temukan pada lowongan pekerjaan palsu. Alih-alih mencantumkan semua informasi dengan jelas, lowongan kerja palsu justru cuma memberikan informasi singkat dan kurang jelas, gaes. Contohnya seperti berikut ini:

  • Pendidikan minimal SMA/SMK atau lulusan baru dari jurusan apa saja (fresh graduate)
  • Usia min. 18 thn
  • Domisili Jakarta dan sekitarnya
  • Tidak wajib memiliki pengalaman sebelumnya

Jadi, kalau kamu sedang melamar kerja dan melihat kriteria seperti di atas (tanpa ada penjelasan lebih lanjut, mengenai desk job, dan lain-lain). Artinya, kamu harus waspada, ya!

2. Menggunakan domain e-mail gratis

e-mail

As you know, perkembangan dunia digital yang berkembang secara cepat memberikan dampak di segala bidang, termasuk dalam mencari pekerjaan. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu di mana, kamu harus datang langsung ke perusahaan untuk memberikan berkas lamaran. Saat ini, kamu bisa mengirimkan berkas lamaran melalui e-mail.

Tapi yang perlu kamu garis bawahi adalah, perusahaan yang benar akan selalu menggunakan e-mail berbayar sehingga mereka bisa menggunakan domain dengan nama perusahaan mereka sendiri.

Kebalikannya dari perusahaan asli, perusahaan yang ingin menipu nggak akan pernah mau mengeluarkan uang untuk membeli domain. Sebagai gantinya, mereka lebih memilih menggunakan domain e-mail gratis—seperti @gmail, @ymail, atau yang lainnya.

3. Mencantumkan website gratisan

Selain menggunakan e-mail berbayar, perusahaan-perusahaan yang nggak abal-abal, biasanya juga memiliki situs resmi (website) atau media sosial yang menjelaskan profil dan kegiatan perusahaan tersebut. Fyi, kebanyakan situsnya menggunakan akhiran .go.id, ac.id, .or.id dan .co.id—tanpa embel-embel lainnya.

Balik lagi, perusahaan yang tipu-tipu nggak bakal mau ngeluarin uang alias akan menggunakan website-website yang berdomain blogspot.com, atau blog-blog gratis lainnya. Tak jarang, mereka juga melansir informasi seputar perusahaan besar yang dijadikan sebagai perusahaan samarannya dan akan menghias website sedemikian rupa biar lebih meyakinkan para pelamar.

4. Gaji yang nggak masuk akal

gaji

Salah satu hal yang paling menonjol dari lowongan kerja palsu adalah iming-iming gaji yang besar sekitar Rp 6 - 7 juta cuma untuk posisi jabatan yang biasa—seperti staff atau admin dengan kualifikasi yang nggak jelas.

Of course, angka ini nggak masuk akal untuk diberikan kepada seorang pelamar cuma untuk posisi sebagai staff atau admin. Kecuali, kalau kamu memang sudah memiliki pengalaman bekerja minimal selama 1 – 3 tahun, gaji Rp 6 - 7 juta pasti akan berada di tanganmu, gaes.

Beda lagi, kalau kamu adalah lulusan SMA/SMK atau fresh graduate, bisa jadi perusahaan akan memberikan gaji di bawah UMR atau sesuai dengan UMR yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan kata lain, sebuah lowongan pekerjaan yang asli, pasti akan menaruh gaji yang masuk akal sesuai dengan pengalaman bekerja si calon kandidat, kemampuan yang dimiliki dan beban kerja yang harus dikerjakan.

5. Lokasi perusahaan berbeda dengan informasi yang kamu dapat

Hah! Alamat perusahaannya di Jakarta Selatan, tapi lokasi interviewnya di Depok?

Well, kalau kamu mendapatkan panggilan wawancara di lokasi yang berbeda dengan alamat perusahaan, maka kamu harus waspada. Bisa jadi lokasi yang dimaksud adalah lokasi fiktif belaka yang sebenarnya nggak pernah ada.

Soalnya, perusahaan yang asli akan selalu melakukan interview di gedung perusahaan mereka sendiri. Dengan begitu, kamu bisa melihat suasana kantor dan bertemu langsung dengan pekerja lain hingga pimpinan yang bekerja pada saat itu.

Oyaa, ada juga beberapa perusahaan yang memang memiliki beberapa cabang sehingga alamat perusahaan bisa terdiri dari 2 – 3 alamat yang berbeda. Tapi dalam sebuah lowongan asli, pihak perusahaan pasti akan langsung menulis di kualifikasi, seperti ini: “wajib domisili di kota A, B, C,”, “siap dipindahtugaskan di kota C, jika sudah keterima”, dan lain sebagainya.

6. Meminta bayaran

Setelah memberikan informasi beserta lokasi yang nggak jelas, biasanya mereka juga akan meminta bayaran berupa sejumlah uang dengan dalih administrasi atau biaya training/akomodasi dan menjanjikan biaya si pelamar akan diganti nanti ketika diterima dengan sistem reimbursment.

Dengan iming-iming mendapatkan pekerjaan yang seperti itu, nggak jarang orang percaya dan merelakan uangnya begitu saja tanpa memikirkannya matang-matang. Alhasil, ketika uang sudah di-transfer, perusahaan yang tipu-tipu ini akan menghilang begitu aja meninggalkan korbannya.

Mirisnya, modus ini masih sering banget digunakan oleh oknum-oknum yang nggak bertanggung jawab. Dan hal yang sama nggak boleh terjadi padamu.

Ingat… perusahaan nggak membutuhkan uang kamu melainkan skill yang kamu miliki. Lagipula kamu bekerja, ‘kan, biar mendapatkan uang. Bukannya malah mengeluarkan uang. Hehehe.

***

Mencari pekerjaan memang nggak semudah membalikkan telapak tangan—apalagi kalau pekerjaan itu adalah pekerjaan yang kamu impikan sejak lama karena sudah sesuai banget dengan bakat, minat dan passion yang kamu miliki. Tapi bukan berarti kamu bisa lengah begitu aja.

Intinya, sebelum memasukkan lamaran ke sebuah perusahaan, pikirkan dulu semuanya matang-matang. Galilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai pekerjaan yang kamu lamar, perusahaan yang kamu tuju, dan lain-lain. Agar nantinya kamu nggak menyesal karena telah tertipu lowongan kerja palsu.

Baca juga:

 

(Sumber gambar: youtube.com, apronmemories.blogspot.com, sundaynews.co.zw)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 1 bulan yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1