Menu

6 Soft Skills yang Kamu Dapatkan Ketika Kamu Belajar di Kelas Saat Kuliah

Ketika kamu lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas, maka, kamu akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Nah, apa, sih, yang akan kamu pelajari di perguruan tinggi? Well, pelajaran yang akan kamu pelajari pastinya yang berhubungan dengan jurusan yang telah kamu pilih sebelumnya. Maka dari itu, ketika kamu memilih suatu jurusan, coba, deh pertimbangkan berbagai hal agar kamu nggak salah masuk jurusan. Hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memilih jurusan dapat dibaca di artikel yang ini, nih, gaes: 8 Pertimbangan Agar Kamu Nggak Salah Pilih Program Studi

Sudah dibaca? Nah, buat kamu yang masih sibuk memilih jurusan, jangan sampai salah memilih jurusan, ya. Ketika kamu sudah duduk di bangku kuliah, kamu akan mempelajari banyak hal, nih, gaes, tentang jurusanmu, baik itu secara teori, praktik bahkan hingga ke soft skills. Memang, sih, setiap hal yang kamu pelajari pastinya memiliki persentasenya masing-masing. Belajar suatu teori di kelas lebih memiliki banyak persentase dibandingkan belajar praktik maupun belajar soft skills.

Tetapi, tahukah kamu? Mau apapun jurusanmu, kamu pun tetap mempelajari soft skills di dalam kelas, lho. Soft skills ini kamu dapatkan karena adanya aktivitas belajar yang aktif. Maksud aktif disini ialah kamu bisa memukakan pendapat atau berargumen, memaparkan suatu teori bahkan hingga aktif bertanya. Hmm... Soft skills apa, ya, yang akan kamu dapatkan ketika belajar di kelas saat kamu kuliah?

1. Belajar untuk menjadi peneliti yang objektif

belajar jadi peneliti yang objektif

Yap, ketika kamu kuliah, kamu akan sering melakukan penelitian terhadap suatu tema. Biasanya, di setiap mata kuliah, akan ada tugas penelitiannya sendiri-sendiri, nih, gaes. Pada penelitian ini, kamu akan mengaitkan fenomena yang ada di suatu lembaga atau masyarakat kepada teori-teori yang kamu pelajari di mata kuliah tersebut.

Namanya juga penelitian, kamu akan bertemu dengan banyak orang dan mrngumpulkan data-data yang harus kamu olah menjadi suatu penemuan. Nah, disinilah kemampuan meneliti secara objektif akan diuji. Sebagai peneliti, kamu harus membuat penelitian yang nggak berpihak pada orang, masyarakat atau lembaga dan nggak juga berpihak kepada dirimu sendiri. Setelah data diolah dan kamu menemukan suatu penemuan, sebagai peneliti yang objektif, kamu harus memaparkan penemuanmu apa adanya.

Kemampuan objektif ini merupakan skills yang dibutuhkan, lho, di dunia kerja. Sehingga, ketika kamu melakukan suatu penelitian di dunia kerja, kamu akan mendapatkan sebuah hasil penelitian yang baik, apa adanya dan tentunya nggak tercampur oleh opini-opini dari si peneliti.

2. Belajar public speaking

Selain belajar untuk objektif, secara nggak langsung, kemampuan public speaking-mu pun diasah, lho, ketika kamu belajar di dalam kelas. Seperti yang kita tahu, apapun jurusanmu, ketika sedang kegiatan ajar-mengajar, pasti kamu diharuskan untuk presentasi di depan kelas.

Memangnya, apa, sih, yang dipresentasikan? Hal yang dipresentasikan ialah bab dari mata kuliahmu yang sudah ditentukan oleh dosen untuk kamu presentasikan. Biasanya, dosen memiliki beberapa pertanyaan yang harus kamu dan kelompokmu jawab saat presentasi.

Mau nggak mau, suka nggak suka, kamu akan dituntut untuk berbicara. Presentasi ini nggak hanya sekali atau dua kali, lho, dalam satu semester. Bisa saja kamu akan mendapatkan kesempatan sebanyak lebih dari lima kali tergantung dari mata kuliah yang kamu ambil. Karena kamu sering presentasi, secara nggak langsung, kamu akan terasah untuk melakukan public speaking.

3. Belajar berpikir kritis

Ketika kamu berkuliah, kamu akan belajar kritis di dalam kelas. Kemampuan berpikir kritis ini dapat terasah dengan kamu yang sering bertanya kepada dosenmu atau kamu yang akan ditanyai oleh dosenmu. Secara nggak langsung dan tanpa disadari, kamu akan terasah untuk berpikir kritis.

Cuma... Belajar berpikir kritis ini tergantung dari kamunya, nih, gaes. Apakah kamu mau berusaha belajar atau nggak. Kalau kamu nggak berusaha belajar berpikir kritis, ya sama saja bohong. Kalau kamu mau belajar berpikir kritis, kamu bisa mulai membaca bahan diskusi terlebih dahulu sebelum bertanya atau menjawab pertanyaan saat diskusi.

4. Belajar untuk jujur

Nah, sebagai mahasiswa, apapun jurusannya, kamu akan belajar untuk jujur, gaes! Wah, gimana caranya, ya? Well, semua kampus pastinya sangat menentang plagiarisme, kan? Nah, kalau kamu ketahuan melakukan plagiarisme, sanksi apa yang akan kamu dapatkan? Dapat nilai D? Nggak lulus? Disuruh mengulang? Atau malah ada sanksi yang lebih parah? Well, harus kamu ketahui, gaes, sanksi yang diberikan ini melatih kamu untuk terus mengerjakan tugas secara jujur.

Melalukan plagiarisme merupakan salah satu tindakan yang nggak jujur, gaes, karena kamu mengakui karya orang lain sebagai karya milikmu sendiri. Coba kalau kamu di posisi orang yang karyanya kamu plagiat, pastinya kamu kesal, dong? Masa iya, sih, sudah capek-capek bikin tugas atau skripsi nalah di plagiat. Maka dari itu, gaes, dengan adanya sanksi plagiarisme yang berat, secara nggak langsung mendidik kamu agar selalu jujur.

5. Belajar untuk sabar

Nah, kamu pun akan belajar bersabar saat di dalam kelas. Mau kamu suka atau nggak suka dengan mata pelajaran tersebut, mau kamu suka ataupun nggak suka dengan dosen prngampu mata pelajaran tersebut, kamu harus mempelajari mata pelajaran tersebut seminggu sekali.

Tanpa kamu sadari, hal ini melatih kamu untuk terus bersabar. Tugas-tugas yang diberikan pun merupakan salah satu cara untuk melatih kesabaranmu, lho. Belum lagi, kalau dosenmu merupakan tipe dosen yang perfeksionis, yang menganggap bahwa segala detailnya harus benar dan sempurna. Kalau kamu mengerjakan semuanya tanpa mengeluh, kamu akan jauh lebih hebat, deh, gaes!

6. Belajar time management

belajar mengatur waktu

Tugas yang banyak satu dengan yang lainnya menuntut kamu untuk pandai mengatur waktumu. Bayangkan kalau kamu nggak bisa mengatur waktumu, yang ada, ketika kamu disuruh presentasi dan kamu nggak punya waktu, tugasmu bisa terbengkalai begitu, saja. Bukannya kamu presentasi dengan baik, berpikir kritis dan menjawab semua pertanyaan yang dilemparkan kepadamu, yang ada, kamu malah jadi serba bingung. Nggak mau, kan, kayak gitu?

Mungkin, pada awal-awalnya, kamu akan merasa kesulitan dengan tugas yang tiba-tiba menumpuk, namun, dengan begitu, kamu akan belajar untuk terus mengatur waktumu agar kamu bisa mengerjakan semua tugas-tugas dengan baik dan tepat waktu. Jadi, kata siapa belajar time management hanya terjadi ketika kamu aktif di suatu organisasi?

***

Well, tanpa terasa sebenarnya kamu sudah mempelajari ketujuh hal di atas. Memang, sih, ketujuh hal di atas nggak ada mata pelajarannya, namun, tanpa disadari, kamu mempelajari hal di atas sejalan dengan aktivitas pembelajaranmu di kelas. Jadi, masih menganggap bahwa kamu nggak belajar soft skills di jurusanmu, gaes?

Baca juga:

(Sumber gambar: facultyfocus.com, editage.com, brooksgrup.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©