Cari Tahu Apa yang Dipelajari di Program Studi Sosiologi dengan Memahami Lima Hal Berikut Ini!

Sebelumnya saya pernah membahas tentang Program Studi Sosiologi melalui artikel Antropologi, Sosiologi, Psikologi dan Arkeologi: Program Studi yang Serupa tapi Tak Sama (Bagian 1) Dan Kenalan Lebih Dekat Program Studi Sosiologi, Yuk! Dalam artikel yang pertama, saya mencoba untuk menjelaskan bahwa Sosiologi merupakan suatu Program Studi yang jelas berbeda dengan program studi lainnya seperti Antropologi, Psikologi dan Arkeologi. Meskipun keempat program studi ini memiliki nama yang hampir sama, namun, keempatnya mempelajari hal-hal yang berbeda.

Pada artikel kedua, saya lebih menuliskan tentang alasan mengapa dari beberapa teman Sosiologi yang memilih program studi ini sebagai ilmu yang dipelajarinya dalam kurun empat tahun belakangan. Selain itu, saya pun menuliskan apa saja yang dipelajari di sosiologi, prospek kerja apa yang dimiliki para lulusan Program Studi Sosiologi dan lain sebagainya.

Dari kedua artikel tersebut, apakah kamu sudah membacanya? Kalau belum, yuk, dibaca dulu! Nah, buat kamu yang sudah membaca kedua artikel tersebut, sudahkah kamu memiliki gambaran tentang Program Studi Sosiologi dan hal apa yang dipelajarinya? Hmm… Kalau belum, yuk, deh, kita bahas konsep yang biasa dipahami oleh para mahasiswa-mahasiswa sosiologi!

1. Sosiologi = realita yang terkonsep

sosiologi adalah konsep dari realita

Yes! Hal pertama yang harus kamu ketahui dari Program Studi Sosiologi adalah ilmu sosiologi merupakan suatu ilmu tentang realita yang ada di masyarakat dan realita tersebut dikonsepkan dengan berbagai macam teori. Kalau kamu belajar tentang teori sosiologi, saya yakin kamu pasti berwah-wah alias terpukau, hehe.

Lho? Memangnya terpukau karena apa? Waktu saya masih seorang mahasiswi Program Studi Sosiologi, saya sering terpukau karena saya menemukan suatu teori yang ternyata selama ini sudah saya praktekkan. Misalnya, nih, ketika saya di SMA, saya sering ikutan berbagai macam organisasi, di dalam organisasi tersebut pastinya ada yang menjadi ketua, wakil ketua, sekretaris dan sebagainya. Walaupun kamu nggak ikut organisasi, hal yang seperti ini pasti ada di dalam kelas. Yap, ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara, sekretaris serta seksi-seksi lainnya.

Nah, realita ini telah dikonsepkan di sosiologi. Konsep tersebut adalah struktural fungsionalisme, yang dimana, konsep dibuat oleh seorang sosiolog bernama Emile Durkheim. Struktural fungsionalisme ini mengatakan bahwa di masyarakat akan selalu ada struktur seperti contoh di atas dan satu dengan lainnya saling berkaitan untuk mencapai tujuannya masing-masing dan juga tujuan bersama. Pada intinya, kamu akan sering menemukan konsep sosiologi yang tentunya sering kamu temukan di kehidupan kamu sehari-hari.

2. Apa itu sifat manusia? Adanya konstruksi sosial!

konstruksi sosial

Well, dalam ilmu sosiologi, kamu nggak akan belajar tentang sifat manusia. Sebagian besar sosiolog yakin bahwa manusia bisa bersifat seperti demikian karena adanya konstruksi sosial. Nah, lho, konstruksi sosial itu apa, ya? Mudahnya, konstruksi sosial adalah segala sesuatu yang dibangun secara sosial.

Masih bingung? Nih, contohnya seperti ini, ketika seorang anak perempuan diberikan pakaian berwarna merah jambu dan boneka sebagai mainannya, sedangkan anak laki-laki diberikan pakaian berwarna biru dan mobil-mobilan sebagai mainannya. Hal seperti ini sudah termasuk konstruksi sosial, lho, yang dimana anak perempuan dilekatkan dengan warna pink dan boneka sedangkan laki-laki dilekatkan dengan warna bbiru dan mobil-mobilan.

Para “penganut” sosiologi pun, kalau bertemu dengan pencuri, mereka akan bilang bahwa pencuri itu bukanlah sifat manusia melainkan karena memang terkonstruk secara sosial, misalnya seperti ia menjadi pencuri karena tuntutan kebutuhan hidup dan sebagainya. Terlebih, pikiran masyarakat pun sudah terkonstruk bahwa mereka yang suka mengambil barang milik orang lain secara diam-diam sudah dikatakan sebagaoi pencuri. Pada intinya, apapun yang terjadi di masyarakat, hal tersebut disebabkan oleh konstruksi sosial.

3. Bahkan cantik pun merupakan hal yang dikonstruksi secara sosial

cantik di konstruksi secara sosial

Coba saya tanya, definisi cantik menurutmu apa? Pastinya sebagian besar orang akan menjawab cantik itu, ya, putih, tinggi, rambutnya lurus, matanya besar, hidungnya mancung dan tentunya langsing. Kenapa, sih, kok, kamu bisa menjawab seperti itu? Pastinya kamu sering melihat sesosok perempuan yang cantik dengan deskripsi seperti tersebut di iklan-iklan, kan?

Nah, secara nggak kamu sadari, cantik pun dikonstruksi di masyarakat, lho. Coba saja kamu perhatikan iklan-iklan yang ada di televisI. Yang cantik adalah mereka dengan warna kulit yang lebih cerah, yang cantik adalah mereka yang memiliki rambut lurus, hitam dan berkilau, mereka yang cantik adalah yang bertubuh langsing dan sebagainya. Yap, kamu dengan mudah menemukan iklan-iklan tersebut. Nah, buat kamu yang menganggap diri kamu cantik, cantikmu sebenarnya adalah suatu hal yang dibangun secara sosial, gaes!

4. Para sosiolog bisa saja nggak setuju akan suatu keputusan dari orang yang dipelajarinya, namun mereka memilih untuk kepo dengan alasan dibalik keputusannya

sociology for dummies

Yak, para sosiolog itu bekerja atau belajar tentang fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Maka dari itu, semua sosiolog turun lapangan dan  bersentuhan langsung dengan orang-orang yang berkaitan dengan fenomena tersebut.

Misalnya gini, dulu, tema skripsi yang saya garap adalah identitas model perempuan seksi. Iya, model perempuan seksi, kamu nggak salah baca. Nah, untuk membahas hal ini, tentunya saya harus berhubungan langsung dengan para model perepuan seksi. Well, to be honest saya nggak setuju dengan keputusan mereka yang menjadi seorang model seksi, karena saya memiliki nilai sendiri yang saya anut. Nah, daripada menentang pilihan mereka, saya lebih mengedepankan rasa kepo untuk tahu alasan mengapa mereka memilih untuk menjadi model perempuan seksi. At the end, kamu akan belajar kepo akan sesuatu dan juga belajar untuk menjawab kekepoanmu sendiri dengan cara mencari tahu langsung ke orang-orang yang berhubungan dengan hal yang kamu kepoin.

5. Verstehen

verstehen

Wah, duh, verstehen ini apaan, ya? Yep, verstehen adalah suatu pendekatan yang dibuat oleh Max Weber. Bisa dibilang kalau verstehen ini merupakan suatu kelebihan dari ilmu sosiologi dan “penganutnya”. Kok, bisa dibilang kelebihan? Memangnya verstehen ini apaan, sih? Verstehen adalah suatu pemahaman yang dilakukan sosiolog untuk memahami kondisi masyarakat. Pada intinya, verstehen ini akan mengajakmu untuk melihat segala sesuatu berdasarkan perspektif orang yang mengalaminya, bukan perspektif dari dirimu.

Misalnya kamu meneliti seorang pencuri dan apa alasan mereka mencuri. Kamu nggak bisa memaksakan perspekstifmu dalam penelitian ini, kamu harus belajar untuk melihat alasan sang pencuri dari sudut pandang si pencuri itu sendiri. Kamu harus melakukan hal ini untuk lebih memahami objek penelitianmu yaitu si pencuri.

***

Nah, dari kelima konsep atau teori dan juga cara berpikir dari sosiolog, gimana, nih, gaes? Menurutmu Program Studi Sosiologi menarik nggak, sih? Oh, iya, kamu juga harus tahu, gaes, dengan belajar sosiologi kamu nggak akan merasa bosan atau jenuh karena kamu pasti akan menemukan hal-hal baru untuk dipelajari, lho!

Baca juga:

(Sumber gambar: pinterest.com)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 17 jam yang lalu

Maksudnya mengulang mata kuliah dengan nilai C+? Hal tersebut disesuaikan dengan peraturan kampusmu. Untuk memastikan, konsultasi lah dengan pembimbing akademik.

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
Zanita Safitri | 3 hari yang lalu

Bismillah masuk farmasi

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
Naufal Ganteng | 3 hari yang lalu

Sama gua juga ijin ke guru Dan guru nya izinin

Perlu, Nggak, Sih, Pelajar Bawa Kendaraan Pribadi Ke Sekolah?
Siti Nur Halimah | 4 hari yang lalu

Halo, izin bertanya, Kak! Jika lulusan SMK mendaftar UTBK SBMPTN dengan pilihan prodi SAINTEK, apakah UTBK-nya hanya SAINTEK/IPC? Terima kasih

Lintas Jurusan di SBMPTN 2021 dan Peluangnya
Ariel Mickey | 5 hari yang lalu

Permsi min saya mau nanya, kalau kategori nya B terus seseorang dapat C+ Itu diajukan remedial nggak min Terimakasih.

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1