Menu

Kuliah Ilmu Sejarah: Karena Masa Lalu Sangat Menarik Untuk Diceritakan Kembali

Tau nggak, bahwa Ilmu Sejarah adalah ilmu yang isinya ngomongin orang? Ini beneran, kok. Memang salah satu guna Ilmu Sejarah adalah membuat kegiatan ngomongin orang jadi positif.

Tapi jangan salah, “ngomongin orang” dengan “ngegosipin orang” beda, ya. Gosip nggak selalu benar, sedangkan ilmu sejarah identik dengan fakta yang disertai bukti.

Anyways, Ilmu Sejarah tuh apa, sih?

Ilmu Sejarah adalah sebuah ilmu yang  mempelajari kehidupan manusia pada masa lalu lalu menghubungkannya dengan berbagai peristiwa masa kini. Setiap peristiwa yang dialami oleh kehidupan manusia itu selalu ada hubungannya, dan tugas sejarawanlah mencari tahu hubungan tersebut.

Belajar dari sejarah juga bikin kita tau alasan terjadinya suatu hal, sehingga bisa dijadikan acuan untuk perbaikan ke depannya.

Pertanyaan selanjutnya, gimana cara menggali informasi sejarah supaya valid dan terstruktur?

Yang pasti, Ilmu Sejarah memerlukan 5W + 1H, sehingga kita bisa memahami peristiwa sejarah dengan lebih rinci. Nggak hanya itu, kita juga diajak berpikir kritis untuk melihat dampak berbagai peristiwa sejarah pada masa kini.

Salah satu keuntungan belajar Sejarah adalah kamu bisa kepoin figur-figur penting seperti Soekarno, Mohammad Hata, Mahatma Gandhi, dan banyak lainnya tokoh hebat lainnya. Dari sejarah kehidupan mereka, ada banyak sekali nilai-nilai kehidupan dan inspirasi yang bisa kamu ambil.

Oya, di Program Studi Ilmu Sejarah atau PSIS (eh, mirip singkatan salah satu klub sepakbola ya?) kamu juga akan belajar menulis dengan baik. Bukan cuma belajar nulis secara formal, tetapi juga informal, misalnya menulis artikel feature sejarah. Melalui tulisan, kamu bisa membagikan gagasanmu kepada masyarakat untuk lebih mencintai Sejarah.

Kenapa menulis?  Karena—at least menurut dosen saya—salah satu kekuatan utama mahasiswa Sejarah adalah menulis.

"Belajar Sejarah di SMA saja ngebosenin, gimana pas kuliah?"

Belajar Sejarah di SMA dan perguruan tinggi itu beda, lho. Soalnya, pelajaran Sejarah untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah dirancang untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air. Sementara di PSIS, mata kuliahnya dirancang untuk menyiapkan mahasiswanya menjadi sejarawan dan peneliti.

Jadi, materi yang akan kamu dapatkan di perkuliahan akan sangat berbeda dari SMA.

Biarpun beda begitu, jangan khawatir! Proses transisi akan berjalan pelan-pelan, kok.  Di Universitas Indonesia, pada semester pertama, mahasiswa Ilmu Sejarah akan mempelajari mata kuliah seperti Sejarah Indonesia, Bahasa Belanda Dasar, dan Pengantar Ilmu Sejarah. Mata kuliah ini nggak memberatkan mahasiswa baru kok! Sejarah Indonesia sendiri sebenarnya sudah pernah kamu pelajari di SMA, 'kan.

Yang menarik, kamu juga akan belajar bahasa Belanda! Di Universitas Indonesia, mata kuliah ini diajarkan pada semester pertama. Seru, ya! Sedikit, lho, jurusan non-sastra yang juga mengajarkan bahasa asing kepada mahasiswanya.

Satu hal yang harus kamu ketahui, PSIS di tiap universitas memiliki ciri khas masing-masing.  Di Universitas Indonesia (UI), ciri khasnya adalah Sejarah Politik. Di Universitas Gadjah Mada (UGM), ciri khasnya adalah Sejarah Sosial. Di Universitas Padjadjaran (UNPAD), ciri khasnya adalah Sejarah Budaya. Kalau mau tau berbagai ciri khas itu, kamu mungkin dapat menghubungi pihak mahasiswa, alumni, atau pengajar dari masing-masing universitas.

Karena perbedaan ciri khas tersebut, peminatan di PSIS di tiap universitas berbeda-beda. Di UI sendiri, saat ini terdapat tiga peminatan, yaitu peminatan Amerika, Asia Tenggara, dan Australia.

Oya, ada beberapa orang yang menganggap PSIS dan Arkeologi itu sama. Mungkin karena saat belajar Sejarah di SMA, kamu juga belajar prasasti. Sebenarnya, dua ilmu ini serupa tapi nggak sama.

Arkeologi mempelajari prasejarah melalui benda-benda purbakala seperti artefak, prasasti dan candi, karena di zaman prasejarah, nggak ada arsip berbentuk tulisan. Sementara PSIS mempelajari masa lalu melalui arsip dan wawancara dengan pelaku sejarah.

Jadi, kalau tujuan kamu masuk PSIS adalah belajar menggali situs purbakala dan belajar bahasa Sanskerta… sori, ya, kamu salah jurusan!

Trus, sebenarnya, lulusan PSIS nggak selalu harus jadi sejarawan, lho! Beberapa alumni PSIS ada yang jadi reporter, guru, atau editor majalah. Bahkan, beberapa alumni bekerja di perbankan, di bagian analisis kredit. Soalnya, di PSIS, kamu juga akan belajar Sejarah Ekonomi, karena Sejarah harus didampingi ilmu-ilmu lain seperti Ekonomi, Sosiologi, dan Sastra, supaya dapat lebih memahami masa lalu.

Lulusan PSIS nggak cuma akan lebih siap menjadi sejarawan, tetapi juga lebih menghargai tiap momen dalam hidup karena mereka tau, ada momen yang hanya akan terjadi sekali dalam hidupmu. Dengan menghargai tiap momen itu, kamu akan makin mencintai hidupmu, termasuk masa lalumu, sekelam apapun itu. Gimanapun juga, segala hal yang terjadi pada masa lalu itulah yang membuatmu kuat bertahan hingga saat ini.

Jadi, apa lagi yang bikin kamu ragu kuliah di jurusan Ilmu Sejarah?

Artikel ditulis oleh Chintya Napitupulu | @tyanapit | Ilmu Sejarah 2014, Universitas Indonesia

(sumber gambar : Mise-En-Scene blog, Uniqpost)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 1 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©