Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS

Terjadi kehebohan di sebuah kampus top Indonesia. Ada satu program studi di mana satu angkatan mahasiswanya terancam nggak lulus! Yup, setelah 4 tahun penuh berkuliah, ternyata ada SATU mata kuliah wajib yang belum mereka ambil. Alhasil, nggak memenuhi syarat lulus dong, ya. Kok bisa?

Intinya, para mahasiswa itu nggak ngeh kalau ada matkul wajib yang belum diambil. Apesnya lagi, pihak kampus juga nggak menyadarinya hingga menjelang periode kelulusan. Terjadi lah kehebohan tersebut.

Gaes, sebagai mahasiswa kamu benar-benar mesti tahu nih, isi Kartu Rencana Studi (KRS) kamu. KRS adalah dokumen berisi daftar mata kuliah yang bakalan kamu jalani selama 1 semester. Nah, sebelum masuk semester baru perkuliahan, biasanya ada tahap “belanja” mata kuliah untuk mengisi KRS. Maksudnya, memilih dan menentukan mana saja mata kuliah yang akan diambil beserta jumlah SKS-nya.

Nah perhatikan nih, strategi yang perlu kamu terapkan.

# Soal Mata Kuliah  Prioritas: Wajib dan Berjenjang

Dari sekian banyak matkul, yang menjadi prioritas utama adalah mata kuliah wajib, terutama yang berjenjang. Berjenjang maksudnya, mata kuliah yang jadi syarat untuk mengambil matkul lain. Misalnya, untuk mengambil kuliah Statistika II harus terlebih dahulu ambil Statistika I.  

 Mata kuliah wajib tersebar di beberapa semester. Yang perlu kamu perhatikan dan catat adalah:

- Mana saja mata kuliah wajib yang SUDAH kamu ambil dan BELUM kamu ambil.

- Di semester berapa saja kamu bisa mengambil mata kuliah wajib tersebut. Apakah hanya di semester ganjil/genap, atau di tahun kuliah tertentu.

- Adakah syarat untuk mengambilnya. Misalnya, mata kuliah X hanya bisa diambil jika mahasiswa sudah melalui 40 SKS, atau syarat lainnya.

- Informasi dasar lainnya mengenai matkul tersebut, seperti SKS, jadwal kuliah, dan dosen pengajar.

Mata kuliah wajib dan berjenjang menempati “kasta” teratas dalam soal prioritas untuk diambil. Selanjutnya, adalah mata kuliah wajib (tidak berjenjang). Kemudian mata kuliah pilihan yang bisa menentukan konsentrasi yang diambil atau tugas akhir/skripsi yang dikerjakan. Baru yang terakhir adalah mata kuliah pilihan lainnya.

mata kuliah

# Soal jumlah SKS: Sedikit atau Banyak?

Mengenai jumlah SKS yang bisa diambil, biasanya disesuaikan dengan performa indeks prestasi kamu. Misalnya, IPK di atas 3.30 bisa mengambil SKS lebih banyak dibandingkan IPK 3.00 atau 2.80. Sedangkan IPK di bawah 2.75 hanya bisa mengambil SKS sedikit.

Seandainya kamu bisa mengambil SKS hingga totalnya 24, apakah perlu memaksimalkan “jatah” yang tersedia? Berapa sih, jumlah SKS yang ideal di tiap semester?

Jawabannya, tergantung kesanggupan dan kesibukanmu. Tentu beda jika kamu sibuk memimpin organisasi kampus atau kerja sambil kuliah. Tapi biasanya, mahasiswa cenderung mengambil banyak kuliah mulai semester 3, dan saya termasuk yang sepakat dengan hal tersebut.

Oke lah, di semester 1 dan 2 kamu masih dalam tahap pengenalan kampus dan perkuliahan. Maka, sebaiknya, ikuti saja jumlah SKS yang lazin berlaku di prodimu. Biasanya sih, sekitar 18-20 SKS per semester.

Baru deh, di semester 3-6 ngebut ambil SKS rada banyak sekaligus menyelesaikan mata kuliah wajib. Alhasil di semester 7 dan 8 bisa lebih santai sehingga bisa:

- Fokus mengerjakan skripsi.

- Mengambil mata kuliah pilihan bebas, tanpa banyak beban. Soalnya, mata kuliah wajib sudah terpenuhi dan jumlah SKS  yang wajib sudah “aman”. O ya, untuk S1 biasanya harus mengumpulkan minimal 140 atau 144 SKS.

- Bisa juga kamu lulus lebih cepat (S1 selama 7 semester) karena sudah memenuhi jumlah SKS dan matkul wajib.

Tentunya, kamu bisa menerapkan strategi yang lain. Hitung saja pembagian 144 SKS yang ideal bagi kamu. Misalnya konsisten 18 SKS per semester. Atau ada semester di mana kamu hanya ambil SKS yang sedikit karena ada keperluan/kesibukan tertentu.

Tapi jangan kasyikan ngambil SKS dikit melulu ya. Kapan dong lulusnya?

Langkah yang bisa kamu lakukan adalah:

1. Pastikan jumlah SKS yang bisa kamu ambil di semester tersebut

2. Pertimbangkan juga jumlah mata kuliahnya. Misalnya, 24 SKS 7 mata kuliah, atau 20 SKS tapi 10 mata kuliah (masing-masing 2 SKS). Banyak mata kuliah juga bisa merepotkan karena artinya akan ada banyak kelas, dan banyak ujian. Apakah kamu bisa konsentrasi dengan beragam matkul?

3. Cek juga kesibukanmu di semester tersebut.

4. Sesuaikan SKS dengan gaya belajarmu. Ada lho, mahasiswa yang makin semangat saat ambil SKS banyak.

5. Perhitungkan jumlahnya biar nggak ada yang kurang.

6. Kamu bisa konsultasi sama senior dan pembimbing akademik (PA).

# Soal lain yang perlu kamu perhatikan

 Ada hal-hal yang jangan sampai kamu lewatkan dalam menyusun KRS, yaitu:

- Pastikan jadwal kuliah nggak ada yang bentrok.

- Update dengan perubahan kebijakan akademik. Contohnya adalah kasus tentang mahasiswa satu angkatan yang nggak bisa lulus karena kurang satu mata kuliah wajib. Ternyata, biasanya mata kuliah tersebut ada di semester 3. Sedangkan ketika mereka semester 3, kelasnya nggak dibuka (tidak ada).

Nah, kamu harus tanggap tuh, jika ada perubahan seperti itu. Atau misalnya, dulu mata kuliah X nggak wajib, eh belakangan jadi wajib. Gaes, kadang pihak kampus juga suka labil, kok. Hihihi.

- Cek-ricek kesesuaian jumlah SKS dengan mata kuliahnya. Jangan sampai matkul A yang harusnya hanya 2 SKS, terketik 3 SKS atau sebaliknya. Teliti deh, untuk menghindari kesalahan teknis seperti itu.

- Konsultasi dengan PA. “Saat mau lulus, mahasiswa dan PA harus duduk bersama memeriksa ulang jumlah SKS yang sudah diambil,” jelas Harumi Manik Ayu Yamin M.Hum, Dosen Program Studi Inggris di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

- Jangan tunda pengisian KRS, karena selain ada batas waktunya, mata kuliah pilihanmu juga bisa keburu terisi penuh, sehingga kamu nggak bisa mengambilnya.

Baca juga:

(sumber gambar: seek.cdn.com, lifehack.jp, hercampus.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 6 jam yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1