10 Mitos Perkuliahan yang Wajib Kamu Tahu

Calon mahasiswa seringkali salah kaprah tentang serba-serbi perkuliahan. Alhasil, banyak mahasiswa yang kaget atau menyesal karena dulu percaya sama “katanya si anu, katanya si itu” yang ternyata nggak sesuai dengan kenyataan.

Maka kali ini, Youthmanual mengupas 10 mitos seputar kuliah, supaya  kamu semakin mantap menghadapi masa kuliah yang (katanya) nggak akan terlupakan!

Mitos #1: Jurusan kuliah pasti menentukan karir.

Emang, sih, bisa jadi pekerjaan kamu nanti sesuai dengan jurusan kuliah kamu. Etapi banyak juga orang yang karirnya melenceng dari jurusan kuliah... dan tetap sukses!

Makanya, sebagai mahasiswa, kamu jangan cuma mengambil manfaat dari dalam kelas, tetapi juga dari luar kelas, misalnya dengan membangun koneksi dan mempertajam soft skills, supaya kamu bisa sukses di pekerjaan apapun nanti.

Mitos #2: Peminatan/konsentrasi harus ditentukan dari awal kuliah.

Jurusan dan fakultas wajib ditentukan sejak awal kamu mendaftar kuliah. Namun, kebanyakan peminatan studi nggak ditentukan di awal, melainkan di pertengahan kuliah, seperti di jurusan Komunikasi dan Ekonomi.

Di sebagian universitas, peminatan jurusan-jurusan tersebut baru dibagi setelah beberapa semester. Misalnya, di jurusan Komunikasi, mahasiswa bisa memilih peminatan Hubungan Masyarakat, Periklanan atau Penyiaran. Untuk menentukan pilihan minat, biasanya kamu akan dibantu oleh dosen pembimbing akademik, dengan mempertimbangkan passion dan nilai kamu.

Mitos #3: Setelah menentukan jurusan, kita nggak bisa pindah!

Di sebagian kampus, pindah jurusan bukan pilihan. Kecuali kalau kamu mau mendaftar, ikutan tes, dan mengulang kuliah dari awal lagi. Namun ada, lho, beberapa universitas yang mengizinkan mahasiswanya pindah jurusan saat kuliah sudah berjalan.

Mitos #4: Anak jurusan sosial nggak akan belajar hitungan.

Banyak banget mahasiswa baru yang ngaku memilih kuliah di jurusan ilmu sosial supaya nggak ketemu matematika. Well, bad news, kids. Hampir semua jurusan kuliah ada pelajaran hitungannya. Contohnya, di jurusan Psikologi, mahasiswanya harus banyak berkutat dengan ilmu statistika yang berhubungan erat dengan matematika. Malah, statistika merupakan materi penting dalam jurusan Psikologi, serta beberapa jurusan sosial lainnya.

Mitos #5: Anak kuliahan bebas nggak masuk kelas, nggak kayak waktu sekolah.

Memang, sih, dibandingkan zaman sekolah, saat kuliah kamu bisa lebih mudah bolos kelas karena nggak dicariin. Trus, kalau telat datang, gerbang kampus juga nggak akan digembok sama satpam :p

Tapi jangan salah, absensi termasuk dalam komposisi nilai, lho. Biarpun nilai ujian, tugas dan kuis kamu di kelas super yahud, bisa jadi kamu gagal dapat nilai A karena faktor absen.

Hati-hati kalau kuota kehadiran kamu di kelas nggak memenuhi syarat, akibat banyak bolongnya. Bisa-bisa kamu nggak lulus, walaupun nilai kamu oke. Sayang banget 'kan?

Mitos #6: Dosen paling tahu segalanya.

Eits, kata siapa? Memang benar, sih, seorang dosen (seharusnya) sangat menguasai materi kuliah yang mereka berikan. Tetapi ada, lho, dosen yang kurang mengikuti perkembangan zaman, sehingga informasi yang mereka berikan juga nggak up-to-date.

Atau sebaliknya, ada juga dosen yang hobi bertukar pikiran dengan mahasiswa untuk membuka wawasan. Mereka nggak kaku dan tertutup, apalagi kalau mahasiswanya kritis dan berpengetahuan luas.

Mitos #7: Universitas terkenal menghasilkan lulusan terbaik.

Kuliah di kampus terkenal nggak menjamin kesuksesan hidup, kok. Juga bukan jaminan masuk surga, hihihi. Soalnya, sumber daya manusia yang baik ditentukan oleh banyak hal. Yang paling penting adalah seberapa efektif kamu menyerap materi perkuliahan, dan seberapa besar niat kamu menjadi pribadi yang unggul. Bibit 'kali aah, unggul...

Mitos #8: Ngerjain skripsi = mimpi buruk!

Skripsi seringkali jadi momok menakutkan untuk para mahasiswa. Katanya, banyak mahasiswa yang harus begadang berbulan-bulan, kehilangan kehidupan sosial, bahkan putus sama pacar. Semua gara-gara skripsi!

Padahal kalau kamu punya manajemen waktu yang baik, skripsi nggak bakal jadi beban yang menyulitkan. Saya sendiri menyelesaikan skripsi saya dalam waktu satu bulan aja. Kuncinya, fokus, sob, fokus!

Mitos #9: Masa kuliah bukanlah dunia yang sesungguhnya.

Saat kuliah, kamu sudah dianggap lebih dewasa ketimbang pas masih sekolah. Maka ketika jadi mahasiswa, kamu diharapkan untuk menghadapi segala masalahmu sendiri, baik masalah dalam perkuliahan, masalah pribadi, konflik dengan orang lain dan lain sebagainya. Dan semua masalah ini adalah cerminan dunia sesungguhnya. Beraaat!

Mitos #10: Durasi kuliah D1 adalah setahun, D3 tiga tahun dan S1 empat tahun.

Idealnya, sih, begitu. Kenyataannya, saat kuliah, akan ada banyak tantangan, baik dari diri sendiri (misalnya, males-malesan kuliah) maupun dari luar (misalnya, sibuk kerja sambil kuliah atau sibuk berorganisasi). Alhasil, durasi kuliah pun jadi molor.

Kalau kuliah kamu terpaksa molor, jangan terlalu senewen ya, gaes. Durasi kuliah nggak mutlak menentukan kepintaran dan kesuksesan seseorang, kok. Tapi jangan lupa, semakin lama kamu kuliah, semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan. Trus, niatan kerja full-time pun jadi tertunda. Intinya, usahain lulus tepat waktu aja lah, ya.

Oya, untuk jenjang S1, kamu malah bisa lulus lebih cepat, yaitu dalam durasi 3,5 tahun.

Terjawab sudah 10 mitos di atas. Pertanyaan selanjutnya, kamu udah siap belum jjadi anak kuliahan?

(sumber gambar: bp, everydaylife, homebizmama, mindstretcher, phsonlion, lopikir, beaconhillhotel)

LATEST COMMENT
Hikma Rizkia | 15 jam yang lalu

Di UGM namanya Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan kak

Mengenal Lebih Dekat Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
rahadyan fajar harris | 1 hari yang lalu

FH UNAIR nilai 598 kemaren masih bisa masuk kok lewat sbmptn

Cek Passing Grade Skor UTBK Prodi Hukum pada SBMPTN
Demas Reyhan Adritama | 2 hari yang lalu

Setiap tahun berbeda, tergantung kebutuhan

Bercita-Cita Menjadi Polisi? Simak Cara dan Persyaratannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©