Menu

Serba-Serbi SMK: Bidang dan Jurusan SMK Agribisnis dan Agroteknologi

Alam Indonesia amat kaya, hingga terkenal dengan sebutan negara agraris. Ironisnya, kita masih mengimpor kebutuhan pangan. Salah satu penyebabnya adalah nggak banyak anak muda yang tertarik sama bidang Pertanian. Padahal, pekerjaan di bidang ini seru-seru, lho.

Studi bidang agrobisnis dan argoteknologi bisa kamu ambil dari SMK, lho. Bidang ini meliputi peternakan, perikanan dan kehutanan, termasuk yang berkaitan dengan bisnis dan teknologinya. Simak penelusuran Youthmanual mengenai bidang agrobisnis dan agroteknologi, beserta peluang kerja dan program studi di perguruan tinggi yang sejalan. Siapa tahu, kamu berminat masuk kejuruan (SMK) di biang ini.

Cakupan Studi

Studi agrobisnis dan agroteknologi di Sekolah Menengah Kejuruan tebagi menjadi 6 program keahlian yang mempelajari berbagai hal, mulai dari produksi dan pengelolaan pertanian/peternakan/perikanan, aspek teknis pertanian, pengolahan hasil tani/ternak, hingga studi kehutanan.

  • Agribisnis Produksi Tanaman

    • Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura

    • Agribisnis Tanaman Perkebunan

    • Agribisnis Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman

    • Lanskap dan Pertamanan

    • Produksi dan Pengelolaan Perkebunan

    • Agribisnis Organik Ekologi

  • Agribisnis Produksi Ternak

    • Agribisnis Ternak Ruminansia

    • Agribisnis Ternak Unggas

    • Industri Petenakan

  • Kesehatan Hewan

    • Keperawatan Hewan

    • Kesehatan dan Reproduksi Hewan

  • Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian.

    • Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian

    • Pengawasan Mutu Hasil Pertanian

    • Agroindustri

  • Teknik Pertanian.

    • Alat Mesin Pertanian

    • Otomatisasi Pertanian

  • Kehutanan

    • Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan

    • Teknik Konservasi Sumberdaya Hutan

    • Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan

    • Teknik Produksi Hasil Hutan


Sejarah dan Perkembangan

Sejarah pertanian modern dunia dimulai sejak penemuan mesin dan cara-cara baru dalam bertani untuk mencapai hasil maksimal, pada sekitar abad 18-19 di Eropa.

Seiring berkembangnya zaman, teknologi mempermudah koordinasi dan penyebaran pengetahuan pertanian di dunia. Misalnya ya, gaes, program pemerintah pusat kini lebih cepat dan mudah sampai dan diaplikasikan oleh para petani di setiap daerah. Dulu, perlu waktu dan tenaga lebih lama untuk secara manual mensosialisasikan program ke berbagai daerah. Trus, sekarang pengetahuan pertanian satu negara bisa dipelajari dan diserap negara lain.

Salah satu contoh negara yang ilmunya dapat diadaptasi adalah Jepang.  Negeri Sakura ini disebut memiliki metode pertanian terbaik di dunia. Dengan teknologi canggih, masyarakat Jepang bisa menanam di berbagai tempat, mulai dari ruang bawah tanah, pekarangan rumah, bahkan lahan di pinggiran kereta api. Mahasiswa Jepang juga terus mengembangkan teknologi LED untuk menghalau hama yang merusak tanamanan.

Selain Jepang, Belanda juga bisa jadi panutan karena memiliki nilai ekspor pertanian yang sangat besar. Mereka terkenal dengan produksi bunga dan benih unggul. Mereka pun terus melakukan riset dan inovasi di tengah tantangan lahan pertanian kecil dan suhu udara dingin.

Apa yang dilakukan Jepang dan Belanda merupakan salah satu jawaban untuk menghadapi tantangan bidang Pertanian di dunia. Seperti yang disebutkan di World Economic Forum, pertanyaannya adalah bagaimana dunia bisa ngasih makan 9.7 miliar orang pada tahun 2050?

Pada tahun 2050, populasi global bakal butuh makanan 70% lebih banyak daripada yang dikonsumsi saat ini. Ini jadi PR besar seluruh negara di dunia untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi serta menerapkan pertanian dengan prinsip berkelanjutan (nggak merusak alam).

World Economic Forum sendiri membuat inisiatif untuk meningkatkan ketahanan pangan sebesar 20 persen per dekade (per sepuluh tahun) serta menjaga kelestarian lingkungan/ Makanya, ilmu bidang Pertanian, khususnya agribisnis dan agroteknologi, menjadi sangat penting. Karena yang dipelajari mencakup produksi yang lebih baik, berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta optimalisasi potensi ekonomi.  

Perkembangan teknologi dan sains di bidang Pertanian lainnya yang mulai dibicarakan dan diaplikasikan di dunia adalah vertical farming dan vertical forest. Karena lahan yang terbatas, mulai diterapkan deh, pertanian dengan lahan meningkat ke atas, dan penghijauan dengan metode yang sama. Saat ini, China sedang membangun forest city, alias kota yang gedungnya dipenuhi tanaman. Tahun 2020, rencananya kota tersebut akan selesai dibangun.

Gambaran Bidang di Indonesia

Pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor kunci perekonomian Indonesia. Indonesia adalah negara kedua terbesar setelah Brasil yang memiliki kekayaan alam serta komoditas pertanian dan peternakan yang melimpah

Menurut data Badan Pusat Statistik pada triwulan I 2017, pendapatan Domestik Bruto Indonesia sebesar 5.01 persen dan ini didukung kontribusi sektor pertanian yang menempati posisi ke dua setelah sektor industri. Sektor Pertanian juga menyerap tenaga kerja terbanyak, yaitu sekitar 39 juta orang Indonesia.

Kalau dilihat dari data di atas, kontribusi dan potensi pertanian cukup besar buat Indonesia. Akan tetapi negara kita masih mempunyai banyak masalah di bidang pertanian. Yaitu:

  • Swasembada pangan yang belum juga tercapai. Hingga saat ini Indonesia masih mengimpor beras, daging, kedelai, hingga garam. Salah satu penyebab sulitnya memenuhi ketersediaan komoditas bahan kebutuhan pokok adalah hasil panen yang nggak bisa digunakan atau rusak. Ini akibat penanganan yang tidak sesuai, serangan hama, serta iklim yang tidak menentu. Makanya, dibutuhkan pekerja dengan keahlian bidang Pertanian untuk terjun langsung bertani.

 

  • Selain masalah swasembada, kesejahteraan petani dan penggiat di bidang Pertanian juga susah banget meningkat. Hal ini terjadi karena perkebunan besar banyak dikuasai perusahaan swasta, sehingga pertanian tradisional kalah bersaing. Petani kecil pun makin tersingkirkan.

 

Faktor lain adalah adanya oknum pedagang dan penimbun yang mempermainkan harga. Misalnya, menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono, produksi cabai surplus ketimbang kebutuhannya. Namun harga naik gila-gilaan karena adanya permainan pedagang. Petani dan rakyat nggak diuntungkan dengan kenaikan harga tersebut.  

 

  • Tingkat kesejahteraan ini bisa menjadi salah satu faktor kenapa profesi petani makin sedikit. Dalam rentang 2003 hingga 2013, Sebanyak lima juta petani nasional meninggalkan profesinya. Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, maka berkurangnya jumlah petani ini pun bakalan menghambat swasembada pangan.

 

Dari sekitar 26,135,469 petani yang terdata pada sensus pertanian yang dikeluarkan BPS tahun 2013, yang tergolong muda atau kelompok usia 15-24 tahun, kurang dari 1 persen, yaitu hanya 229,943 petani. Di samping itu, menurut data riset yang dilakukan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan tahun 2015, hanya sekitar 54 persen anak petani yang ingin meneruskan pekerjaan/usaha orang tua mereka.

  • Trus, karena bidang pertanian juga mencakup kehutanan, maka masalah deforestasi juga patut jadi sorotan. Angka deforestasi di Indonesia juga sangat tinggi, bahkan tertinggi di dunia. Menurut Rainforest Action Network, setiap tahun Indonesia kehilangan lebih dari 1 juta hektar hutan. Hiks!

 

  • Nggak hanya perusahaan besar yang merusak hutan dan lahan pertanian, masyarakat sendiri banyak yang belum bisa memaksimalkan hasil tani tanpa merusak sumber daya alam. Pengetahuan petani dalam mengelola dan menditribusikan hasil tani yang berkelanjutan masih minim. Ini menjadi PR besar untuk pelajar dan ahli bidang pertanian, agar bisa mengolah pertanian Indonesia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

 

  • Problem selanjutnya adalah soal alih fungsi lahan pertanian. Luas lahan pertanian saat ini sekitar 8,1 juta hektar. Setiap tahun, ada perpindahan fungsi lahan pertanian seluas 100.000 hektar. Ini jelas sangat mempengaruhi produktivitas hasil pertanian. Walaupun Pemerintah udah menargetkan pencetakan sawah baru, tapi hal itu nggak bisa imbang dengan lahan yang telah mengalami alih fungsi.

 

Menurut BPS, dibandingkan tahun 2016, di tahun 2017 Indonesia mengalami beberapa penurunan produktivitas pertanian, seperti pada padi, jagung, dan ubi kayu.

Prospek Karir

Hingga tahun 2035 mendatang pemerintah Indonesia berkomitmen memajukan 10 bidang industri, termasuk di dalamnya industri pangan dan industri hulu agro (hasil perkebunan dan hutan). Untuk menggerakkan industri tersebut dibutuhkan tenaga dengan kompetensi agribisnis dan agroteknologi.

Hal yang dibutuhkan bidang agribisnis dan agroteknologi Indonesia adalah:

  • Tuntutan standarisasi produk dan proses

  • Tuntutan kandungan pangan yang tidak berbahaya (rendah residu bahan kimia)

  • Tuntutan integrasi pengelolaan rantai pasok (supply chain management)

  • Peningkatan kualitas mutu & keamanan pangan

 

Badan Koordinasi Penanaman Modal juga menyatakan bahwa salah satu hal penting dalam bidang pertanian adalah sektor pangan. Ketersediaan pangan menjadi krusial seiring dengan laju pertumbuhan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 257.9 juta jiwa. Jumlah ini menuntut ketersediaan dan ketahanan pangan yang besar untuk dipenuhi. Oleh karena itu, dalam upaya mengatasi persoalan pangan ini, investasi sektor pangan akan untuk ditingkatkan.

Rencana jangka panjang pemerintah sendiri adalah untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045.

Rekomendasi Kamar Dagang dan Industri sendiri fokus terhadap komoditas

  • Komoditas strategis: Padi, jagung, kedelai dan tebu

  • Komoditas superior/ekspor: kelapa sawit, kakao, kopi, teh

  • Komoditas mendukung kecukupan nutrisi: daging, sapi dan telur

  • Komoditas domestik yang paling populer: mangga, jeruk dan pisang

Kalau melihat tren yang cenderung baik seperti ini, tentu aja prospek profesi dan karier di bidang pertanian nggak diragukan lagi ya, gaes.

Lulusan SMK bidang agribisnis dan agroteknologi bisa bekerja di berbagai jenis usaha atau lembaga. Antara lain:

  • Lembaga pemerintah daerah. Bisa bekerja sebagai petugas teknis non teknis untuk mendukung program pertanian/peternakan/kehutanan pemerintah.

  • Lembaga pelatihan dan penyuluhan pertanian. Di dalam ilmu penyuluhan, petani dikategorikan sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Sedangkan penyuluhnya sendiri merupakan mitra petani. Pekerja di lembaga pelatihan dan penyuluhan akan sangat banyak membantu petani mencapai hasil tani yang maksimal.

  • Perusahaan agrikultur. Biasanya, perusahaan seperti ekspor impor sayur, buah, dan hasil alam lainnya, juga menjadi pilihan bagi sarjana di bidang pertanian. Bukan hanya untuk menjalankan bisnis, perusahaan skala korporasi dan startup agrikultur juga banyak membutuhkan tenaga teknis.

  • Startup dan wirausaha. Profesi entrepreneur di bidang pertanian juga lagi tinggi nih, gaes. Peningkatan ini terjadi karena gaya hidup kebanyakan masyarakat Indonesia sudah sadar akan pentingnya kesehatan. Maka pilihan hasil pertanian yang baik juga menjadi peluang usaha di bidang pertanian. Misalnya, pertanian padi dan sayur-sayuran organik.

  • Perusahaan peternakan dan pakan ternak. Tentunya, lulusan lulusan agribisnis dan agroteknologi bisa mengawasi hewan ternak. Selain itu, mereka bisa bekerja di usaha pakan (makanan) dan obat ternak.

 

Berdasarkan info Data Pokok Pendidikan, lulusan SMK Agribisnis dan Agriteknologi tahun 2016 yang jumlahnya 52,319 bahkan nggak memenuhi 15 persen jumlah tenaga yang dibutuhkan, yaitu 445,792. Jadi masih ada hampir 400,000 lapangan kerja.

Jurusan Kuliah yang Relevan

Agronomi dan Hortikultura 

Mikrobiologi Pertanian 

Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) 

Agroteknologi 

Agroekoteknologi 

Peternakan 

Kehutanan 

Rekayasa Pertanian 

Teknologi Pasca Panen 

Teknologi Hasil Hutan 

Silvikultur 

Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata 

Proteksi Tanaman (Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan) 

Teknologi Industri Pertanian (Agroindustri) 

Ilmu Tanah (Manajemen Sumberdaya Lahan) 

Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 

Baca juga:

 

 

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 11 jam yang lalu

Pendaftaran SBMPTN setahu kami tidak memengaruhi atau dipengaruhi status sebagai mahasiswa. Yang terpenting peserta sesuai aturan. Bila diterima, baru kamu konsultasi dengan kampus. Kemungkinan salah salah satu prodi mesti dilepas.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dian Fitria | 3 hari yang lalu

Kak kalo kita msh berstatus jd mahasiswa aktif di suatu ptn trs ingin dftr sbmptn thn berikut ny dg ttp memilih ptn yg sama cmn beda jurusan itu status kita yg jd mahasiswa aktif di jurusan sblm nya bagaimana kak??

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
| 4 hari yang lalu

Maaf izin Share Mau kuliah di Fakultas Hukum di Surabaya? Kunjungi: http://fh.narotama.ac.id/

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©