Menu

7 Ciri Lowongan Beasiswa Palsu. Hati-Hati!

Di zaman yang serba canggih ini, kita bisa mendapatkan jutaan informasi beasiswa yang tersedia lewat sentuhan ujung jari kita. Akses internet yang mudah dan luas memungkinkan setiap pemburu beasiswa berselancar ria di dunia maya mencari lowongan dan kesempatan mengenyam pendidikan gratis di luar sana.

Tapi, pernah nggak ya kamu cari tahu kalau informasi beasiswa tersebut benar adanya atau hanya palsu? Kok bisa? Karena ternyata banyak oknum yang tidak bertanggung jawab membuat beasiswa palsu di luar sana.

Kalau cuma sekadar iseng, saya nggak paham juga kenapa bisa ada orang sekurang kerjaan itu. Yang berbahaya adalah ketika oknum sampai menipu dan mengambil keuntungan dari calon pendaftar beasiswa. Selain keuntungan materi, mereka juga bisa memperoleh data pribadi kamu. Serem banget, ‘kan?

Jadi, kamu jangan buru-buru senang dan tergoda bila mendapat sebuah tawaran beasiswa. Kamu harus kritis untuk cari tahu dulu kebenaran dan keabsahan lowongan beasiswa tersebut, apakah asli atau tipu-tipu. Simak tujuh ciri-ciri beasiswa palsu di bawah berikut.

1. Sumbernya dari situs abal

Dari internet, kamu bisa mendapatkan banyak pilihan lengkap info jurusan, persyaratan ataupun cara mendaftar beasiswa. Bahkan sebagian besar informasi beasiswa berasal dari suatu situs khusus di internet. Tapi kamu harus teliti, apakah situs tersebut benar-benar bisa terpercaya?

Udah banyak, lho, banyak contoh kasus penipuan yang bahkan nggak segan mencatut lembaga untuk membuat informasi beasiswa tersebut terlihat lebih meyakinkan. Misalnya, info beasiswa dari kampus ternama di Indonesia, tapi ternyata domain situsnya masih .com. Kalau kamu kritisi, seharusnya kampus-kampus di Indonesia memiliki domain .ac.id. Tandanya, informasi yang kamu dapatkan adalah informasi beasiswa palsu.

2. Alamat dan nomor telepon pemberi beasiswa tidak jelas

Sebagian besar beasiswa palsu tidak memiliki alamat yang jelas dan menggunakan informasi palsu. Biasanya mereka juga tidak memiliki nomor telepon, dan jika ada pun mereka akan sangat berhati-hati, karena nomor telepon sangat mudah dilacak.

Untuk mengatasinya, coba kamu kunjungi laman situs informasi terkait, kemudian telusuri alamat, dan nomor kontak, atau email. Kalau bahkan emailnya masih menggunakan @gmail, @yahoo, atau email hosting standar lainnya, 100% informasi yang kamu temukan adalah informasi beasiswa palsu.

Oya, hati-hati juga saat kamu menelepon untuk kroscek keabsahan informasi beasiswa. Apalagi kalau dalam pembicaraan telepon kamu sampai...

3. Wajib membayar sesuatu

beasiswa

Kalau kamu diminta membayarkan sejumlah uang dan transfer anu-itu kepada penyelenggara dalam hal persyaratan pendaftaran beasiswa, jangan pernah mau mendaftar apalagi mengiyakan, ya, gaes. Kenapa?

Karena, di muka bumi ini NGGAK ADA satupun yang namanya beasiswa yang berbayar. Jika kamu diharuskan membayar uang dalam jumlah yang cukup banyak dan harus mencantumkan nomor credit card, alamat atau hal pribadi lainnya. Hati-hati, ini merupakan ciri-ciri beasiswa penipuan.

Oya, mohon bedakan dengan biaya pribadi yang akan kamu keluarkan selama mengurus keperluan dan kelengkapan administrasi beasiswa ya. Apa pun pembayaran yang dibebankan langsung kepada kamu dengan embel-embel biaya jasa kepengurusan beasiswa atau lainnya adalah bentuk penipuan.

4. Kurang terkenal

Bukannya songong, tapi memang biasanya penyelenggara beasiswa sudah memiliki reputasi yang bagus. Mereka sudah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, pemerintah, atau masyarakat untuk mensosialisasikan program beasiswa dengan maksud dan tujuan tertentu.

Kamu bisa juga baca-baca ulasan di jejak alumni dari penerima beasiswa tersebut sebagai acuan. Karena ulasan pun bisa dipalsukan, jangan lupa juga untuk mengecek situs tempat kamu mendapatkan informasi terkait. Atau kalau memang termasuk beasiswa baru, bisa juga langsung kroscek ke situs resmi yang bersangkutan.

5. Menjamin kamu langsung lolos

Semua sponsor beasiswa pasti mencari kandidat penerima beasiswa dengan kualifikasi terbaik. Nggak penah ada satu pun beasiswa yang menjamin kamu bisa lolos dengan mudah. Kamu harus memperjuangkannya dengan kompetisi dan persaingan yang super duper ketat.

Makanya, nggak akan ada penyelenggara yang akan memberikan dana beasiswa tanpa syarat apapun. Minimal pasti minta kirim CV dan transkrip nilai, lah. Jadi, kamu patut mencurigai bila ada penawaran beasiswa yang menjamin kamu bisa lolos dengan cuma-cuma. Scholarship ain’t free lunch!

6. Menerima kontak yang mencurigakan

Bukannya nggak mungkin kalau suatu saat kamu akan dihubungi dari nomor atau alamat email yang menyatakan bahwa kamu telah terdaftar dalam sebuah beasiswa dan berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Mereka akan mengatakan bahwa untuk dapat melangkah ke tahap selanjutnya tersebut, kamu diharuskan untuk mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu.

Yha, gimana?

Jika kamu mendapatkan telepon seperti itu, jangan langsung memberi informasi apa pun tentang diri kamu atau mengkonfirmasi data-data diri kamu yang mereka sebutkan. Selalu ingat kalau beasiswa bukanlah hal yang turun dari langit—kamu harus berusaha keras untuk mencari dan mendaftarkan diri secara mandiri.

Jadi, jelas-jelas kamu terjerat penipuan kalau kamu sampai ditelepon orang tak dikenal yang menyatakan kalau kamu mendapatkan beasiswa dan diwajibkan untuk membayar. Daftar beasiswanya aja belom, hehehe.

7. Spam mencurigakan

Beasiswa Palsu

Saat kamu mengunjungi sebuah situs informasi beasiswa, besar kemungkinan beberapa saat kemudian alamat situs tersebut akan mengirimkan email spam berbentuk pop-up yang mencurigakan. Tujuannya? Tentu untuk membujuk kamu agar cepat mengikuti program beasiswa tersebut.

Kamu harus tetap waspada karena penyelenggara beasiswa adalah lembaga terpercaya dengan orang-orang profesional yang TIDAK AKAN mengirim kamu spam atau hal apapun yang mengganggu.

Intinya, yang paling penting adalah kamu harus tetap selalu berhati-hati dan jangan asal memberi informasi pribadi pada pihak yang tidak kamu kenal. Jangan pernah mau juga menuruti jika kamu diharuskan untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak tertentu sebagai persyaratan menerima beasiswa. Pasalnya, di era yang serba internet ini, akses informasi sangatlah mudah dan banyak oknum ingin mengambil keuntungan dengan menyelenggarakan beasiswa palsu.

Tetap kritis terus dalam mencari informasi beasiswa, ya, gaes. Semangat!

 

Baca juga:

 

(sumber gambar: desainggris.com, campusradar.com, proxsisgroup.com)

LATEST COMMENT
Miltato | 15 jam yang lalu

apa bisa anak ipa masuk ke ilmu komunikasi?

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Nanda Abdullatif | 18 jam yang lalu

Setauku sttn bayar, tapi lebih murah dari ptn dan banyak beasiswa yang tawarkan

Ini Dia 7 Perguruan Tinggi Kedinasan Yang Nggak Kalah Kece Dari Perguruan Tinggi Negeri!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©