Menu

7 Hal yang Selalu Diremehkan Para Pemburu Beasiswa

Bicara soal beasiswa, banyak hal yang nyatanya sering dianggap sepele oleh para pemburu beasiswa. Apalagi mengingat jumlah beasiswa yang sedikit dan tak seimbang dengan jumlah mahasiswa yang teramat banyak, pastinya peluang mendapatkan beasiswa makin sulit, Makin membuat mereka terkadang sering mengabaikan hal-hal yang simpel.

Tapi bukan berarti kamu nggak punya kesempatan mendapatkan beasiswa, gaes. Karena beasiswa itu harus dijemput, sama halnya dengan rezeki. Ingat, beasiswa nggak sekonyong-konyong turun dari langit!

Ada banyak faktor yang membuat seorang pemburu beasiswa nggak sukses-sukses mendapatkan beasiswa yang mereka incar. Agar kamu nggak melakukan kesalahan yang sama, inilah hal-hal yang nggak boleh kamu remehkan saat mendaftar beasiswa.

1. Kurang rajin cari informasi

Salah banget kalau kamu bilang di luar sana nggak banyak beasiswa yang tersedia. Meskipun jumlahnya nggak melebihi jumlah pelajar yang ada di muka bumi, kesempatan beasiswa tersedia banyak di luar sana—lebih banyak dari yang kamu kira. Tinggal kamunya aja yang rajin nyari atau nggak. Hehehe.

Kamu pun juga nggak boleh merasa cepat puas dalam usaha mencari informasi beasiswa. Yakin banget, deh, kamu pasti langsung main ke media sosial dan follow belasan akun info beasiswa. Kalau cuma asal follow tapi nggak bisa ngikutin perkembangan informasinya, apa gunanya?

2. Nggak jeli melihat peluang

Maksudnya nggak jeli di sini adalah kamu nggak mencocokan kemampuan yang kamu miliki dengan kualifikasi beasiswa yang tertera di persyaratan. Jangankan masuk pertimbangan, mungkin berkas lamaran kamu langsung dicuekkin sama penyeleksi karena ngeyel daftarin diri ke beasiswa yang nggak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhanmu.

Kalau kamu mahasiswa S2, carilah beasiswa untuk S2. Kalau kamu nyari beasiswa penelitian, maka penuhilah persyaratan yang tertera tanpa terkecuali. Atau, kalau kamu aktif dalam berorganisasi, maka carilah beasiswa leadership yang memang sesuai dengan kemampuanmu.

3. Menyepelekan urusan kelengkapan dokumen

kelengkapan dokumen beasiswa

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyaknya dokumen-dokumen persyaratan (yang ngurusnya pun kadang dibikin ribet) membuat kamu keburu males dan akhirnya malah prokrastinasi sampai hari-hari menjelang deadline. Nanti kalau sampai udah jatuh tanggal batas pendaftaran dan dokumen-dokumenmu ada yang belum lengkap, yang nyesel kamu juga.

Kalau memang kamu serius untuk memburu beasiswa, kamu pun harus serius juga dalam segala hal termasuk melengkapi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan. Cari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus masing-masing dokumen dan bagaimana cara mengurusnya. Kalau ngurus kelengkapan beasiswa aja males, kamu yakin bisa dapetin beasiswa incaran?

4. Persiapan diri yang kurang

Sebagian besar beasiswa yang tersedia merupakan beasiswa prestasi. Jadi, kalau kamu saat ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan maupun mahasiswa dan ingin melanjutkan dengan beasiswa untuk S1 ataupun S2, mulailah  mempersiapkan diri dari awal-awal sekolah/kuliah kamu. Perbaikilah nilai-nilai pelajaran atau IPK-mu.

persiapan beasiswa

Selain itu, coba deh asah lagi kemampuan berbahasa Inggrismu, apalagi kalau kamu berencana untuk mendaftarkan diri ke beasiswa luar negeri. Karena meskipun tidak semua beasiswa mensyaratkan batas nilai yang sempurna untuk sertifikat TOEFL atau IELTS, tapi kebanyakan beasiswa mensyaratkan minimal skor baik untuk kuliah di dalam negeri maupun di luar negeri.

Trus, ada baiknya juga kalau kamu persiapkan dirimu untuk untuk menghadapi wawancara kalau kamu lulus screening dokumen aplikasi. Jangan sampai kamu gugup (apalagi bicara ngalor ngidul!) ketika wawancara gara-gara kamu nggak mempersiapkan diri dengan baik. Karena pembawaan yang tenang dan percaya diri akan membuat peluang beasiswamu semakin terbuka lebar.

5. Kurang pengalaman

Beeasiswa pun nggak hanya melihat dari segi akademisnya aja, lho. Ada banyak beasiswa yang menyeleksi kamu berdasarkan prestasi non-akademis dan pencapaian kamu di bidang-bidang lainnya.

So, jika kamu belum terlambat untuk melengkapi itu dan membuat CV yang bagus untuk kelancaran beasiswamu, ikutilah kegiatan sekolah/kampus yang dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan non-akademis yang tentunya sangat berguna di masa depan.

Organisasi

Atau jika kamu tidak tertarik dengan kegiatan di dalam kampus, kamu juga bisa gabung dengan organisasi di luar kampus. Tentunya organisasi yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang ingin kamu kembangkan, lho, ya.

Ikut kegiatan non-akademis ini pun juga nggak boleh sembarangan, gaes. Kamu boleh ikut kegiatan apa aja dengan catatan kamu harus menjadi anggota aktif, berprestasi, dan  turut andil dalam membawa harum nama organisasi, sekolah atau kampus kamu. Ini sangat penting, karena tidak jarang dalam persyaratan beasiswa, poin dalam berorganisasi menjadi faktor yang sangat menentukan layak atau tidaknya kamu menerima beasiswa.

6. Nggak siap mental

Kamu tahu, nggak, sih, kalau para penerima beasiswa ternyata nggak cuma mencoba satu kali. Mereka mencoba puluhan bahkan ratusan kali dan terus belajar dari pengalaman sebelumnya agar dapat memperbaiki diri dan sampai pada akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa yang mereka impikan.

Kalau kamu baru nyoba satu kali terus gagal dan frustasi, tandanya mentalnya kamu belum siap untuk menjadi seorang penerima beasiswa.

Kamu harus tahu bahwa peminat beasiswa itu nggak cuma kamu, dan banyak pula di antara mereka yang memiliki kemampuan di atas kamu. Jadi, sekalipun kamu gagal, kamu harus tetap gigih berjuang dan mencoba. Kuatkan mentalmu dan terus percaya bahwa setiap kegagalan merupakan sukses yang tertunda, dan suatu saat impianmu untuk kuliah di universitas impian bisa terwujud.

7. Berdoa dan meminta restu orang tua

Menurut saya pribadi, apa pun kepercayaan yang kamu, kamu harus yakin Tuhan adalah pemberi keputusan terbaik. Jadi, setelah berusaha sekuat tenaga, ada baiknya kalau kamu perbanyak berdoa.

Mintalah juga restu dari kedua orang tuamu. Percaya atau nggak, doa orang tua turut andil dalam kesuksesan anak-anaknya lho. Begitupula saat kamu berkeinginan untuk kuliah dengan beasiswa, segera utarakan impianmu pada mereka. Mereka akan ikut senang dan mendoakan yang terbaik untuk kamu.

***

Buat kamu yang berniat untuk mendapatkan beasiswa, pantang banget melakukan hal-hal yang sudah disebutkan di atas, ya. Kalau kamu gigih dan telaten, tentu saja beasiswa yang kamu impikan akan bisa diraih.

 

Baca juga:

 

(sumber gambar: btrix.in, inspiratorfreak.com, dlkaur.com, baabun.com)

LATEST COMMENT
Muhammad Akbar | 12 jam yang lalu

Kak masuk jurusan ini harus hobbi baca buku gak??

Jurusanku: Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, Alwansyah Nawal
Beby Nurdiana Rohman | 2 hari yang lalu

Sudah coba unduh aplikasi rencanamu belum? Coba deh, disitu kamu bisa tes minat dan potensi kamu. Siapa tau kalo udah unduh bisa kejawab pertanyaannya. Hehe :D

5 Jurusan dari Pendidikan Vokasi yang Lulusannya Banyak Dicari di Dunia Kerja
Beby Nurdiana Rohman | 2 hari yang lalu

Sudah coba unduh aplikasi rencanamu belum? Coba deh, disitu kamu bisa tes minat dan potensi kamu. Siapa tau kalo udah unduh bisa kejawab pertanyaannya. Hehe :D

5 Jurusan dari Pendidikan Vokasi yang Lulusannya Banyak Dicari di Dunia Kerja
Fadhilla Inayah | 3 hari yang lalu

OPEN PAID PROMOTE / ENDORSEMENT @fadhillanyhhh_ check bio

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©