Menu

Bolehkah Peserta yang Diterima SBMPTN 2019 Ikut Seleksi Mandiri?

Apakah peserta yang telah diterima SBMPTN 2019 boleh ikut seleksi mandiri seperti SIMAK Universitas Indonesia, seleksi mandiri Institut Teknologi Bandung, dan lainnya? Atau jika sudah dinyatakan lulus SBMPTN otomatis tidak bisa mengikuti seleksi mandiri/ tidak akan diterima? Jawabannya, bisa ya, bisa juga tidak. Egimana???! Simak penjelasannya, gaes.

Diterima SBMPTN 2019, Peluang Seleksi Mandiri 2019 = ……

Kasusnya adalah kamu diterima pada SBMPTN 2019. Namun di prodi/kampus yang bukan pilihan utama. Alhasil, kamu ingin mencari peluang  pada seleksi mandiri. Siapa tahu masuk ke jurusan idaman, 'yekan?

Atau

Kamu ingin banget bisa kuliah di PTN, jadi kamu memanfaatkan semua peluang yang ada. Masalahnya, pendaftaran seleksi mandiri dibuka sebelum pengumuman SBMPTN 2019.

Jadi, kalau diterima alias lulus SBMPTN 2019, apakah masih bisa mengikuti seleksi mandiri?

* Di sebagian PTN, bisa saja kamu yang lolos SBMPTN mengikuti seleksi mandiri S1 reguler. Peluang diterima pun sama seperti peserta lainnya. Contoh seleksi mandiri PTN yang boleh diikuti semua peserta (meskipun lolos SBMPTN) adalah SIMAK UI.

* Sebaliknya, di sebagian PTN, peserta yang lolos SBMPTN otomatis tidak bisa mengikuti seleksi mandiri.  Biasanya yang menerapkan ini adalah kampus yang menggunakan nilai UTBK untuk seleksi. Contohnya pada seleksi mandiri ITB. Jika lolos SBMPTN 2019 (atau SNMPTN) di ITB, maka peluang pada SM-ITB otomatis tertutup, walaupun telah terdaftar.

* Karena tiap PTN memiliki aturan yang berbeda mengenai peserta yang lolos SBMPTN di seleksi mandiri, maka kamu perlu mengecek ke kampus yang dituju.

* Bisa saja nih, misalnya kamu sudah mendaftar SM ITB, SIMAK UI atau seleksi mandiri PTN lainnya. Tapi pada 9 Juli mendatang kamu  dinyatakan diterima SBMPTN. Maka otomatis kamu gugur pada seleksi mandiri ITB atau seleksi mandiri lain yang memiliki aturan serupa. Namun kamu masih bisa ikutan SIMAK UI atau seleksi mandiri lain yang memperbolehkan.

* Gimana kalau lulusnya SBMPTN 2018 (atau SNMPTN 2018), trus tahun  ini mencoba peruntungan di seleksi mandiri 2019? Jika demikian nggak ada masalah, selama kamu lulus SMA tahun 2017, 2018, atau 2019. Sebab itu merupakan syarat seleksi mandiri S1 reguler.

Tip Mengikuti SBMPTN Sekaligus Seleksi Mandiri

Jika ingin masuk PTN sebaiknya mendaftar keduanya? Atau tunggu dulu pengumuman SBMPTN 2019? Simak tip berikut ini.

1. Pendaftaran SBMPTN dibuka hingga 24 Juni 2019. Pilih program studi yang tepat, jangan hanya “yang penting masuk”.

Oke, mungkin prodi impianmu persaingannya sangat berat, sehingga kamu perlu mencari alternatif lain. Sah-sah saja selama kamu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai prodi alternatif tersebut dan memang sejalan dengan keinginan dan kemampuanmu. Jangan sampai kamu bisa masuk (lolos SBMPTN) tapi nggak bisa lulus alias DO/keluar di tengah jalan.

2. Kalau kamu memang berniat masuk PTN, saat ini kamu seharusnya kamu sudah belajar mati-matian dan mempersiapkan diri untuk seleksi mandiri.

Jangan santai menunggu pengumuman atau riweh dengan pendaftaran SBMPTN. Luangkan waktu untuk mempersiapkan kesempatan  terakhirmu menembus PTN.

3. Bagi yang skor UTBK-nya bagus, jangan kepedean dulu. Pertama, meskipun skor tinggi, belum ada kepastian bahwa kamu diterima. Kedua, tanpa persiapan sungguh-sungguh, kamu bisa gagal di seleksi mandiri. Apalagi materi UTBK agak berbeda dengan seleksi mandiri. Ingat juga bahwa para pesaing kamu juga lagi gencar mempersiapkan diri.

4. Daftar seleksi mandiri sekarang atau setelah pengumuman SBMPTN 9 Julli mendatang, ya? Semua kembali pada dirimu.

Umumnya, seleksi mandiri PTN masih membuka pendaftaran hingga setelah 9 Juli. Kamu pun bisa lebih mantap menentukan seleksi mandiri yang diambil apabila telah mengetahui hasil SBMPTN 2019. Tapi nggak enaknya, ada kekhawatiran akan lebih sulit mengakses jaringan pendaftaran jika mendaftar di akhir/menjelang batas pendaftaran.

Kalau sudah mendaftar di awal, kamu nggak perlu lagi mengurus tetek-bengek pendaftaran dan bisa benar-benar fokus belajar. Namun ada kemungkinan kamu diterima SBMPTN, sehingga nggak perlu lagi seleksi mandiri, atau malah didiskualifikasi dengan sendirinya. Jika demikian, uang pendaftaran seleksi pun kemungkinan besar hangus.   

5. Kalau diterima di SBMPTN sebaiknya memang diambil. Sayang sekali kalau sudah lulus tapi nggak diambil. Kursi kamu pun jadi kosong.  Makanya, pilih prodi yang diminati.

6. Faktanya, beberapa PTN memang memperbolehkan peserta yang lolos SBMPTN untuk ikutan seleksi mandiri. Alhasil bisa saja ada peserta yang lolos di seleksi mandiri, dan akhirnya nggak mengambil prodi di SBMPTN. Tapi, ya itu dia, berarti kursi SBMPTN yang dia raih jadi nggak terpakai.

7. Bisa juga sih, mengambil prodi di SBMPTN sekaligus prodi di seleksi mandiri. Jadi, menjalani dua jurusan sekaligus. Ini tentu nggak mudah, kamu perlu mengecek apakah hal demikian diperbolehkan di kampus yang dituju.

Tapi memang ada mahasiswa yang memutuskan untuk kuliah di dua prodi secara bersamaan. Biasanya sih, beda tipe prodi, misalnya kuliah di D3 dan S1. Plus minus dan tantangan kuliah dobel ini bisa kamu baca di sini.  

(sumber gambar: Lex Photography dari Pexels)

LATEST COMMENT
Muhammad Akbar | 2 hari yang lalu

Kak masuk jurusan ini harus hobbi baca buku gak??

Jurusanku: Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, Alwansyah Nawal
Beby Nurdiana Rohman | 4 hari yang lalu

Sudah coba unduh aplikasi rencanamu belum? Coba deh, disitu kamu bisa tes minat dan potensi kamu. Siapa tau kalo udah unduh bisa kejawab pertanyaannya. Hehe :D

5 Jurusan dari Pendidikan Vokasi yang Lulusannya Banyak Dicari di Dunia Kerja
Beby Nurdiana Rohman | 4 hari yang lalu

Sudah coba unduh aplikasi rencanamu belum? Coba deh, disitu kamu bisa tes minat dan potensi kamu. Siapa tau kalo udah unduh bisa kejawab pertanyaannya. Hehe :D

5 Jurusan dari Pendidikan Vokasi yang Lulusannya Banyak Dicari di Dunia Kerja
Fadhilla Inayah | 4 hari yang lalu

OPEN PAID PROMOTE / ENDORSEMENT @fadhillanyhhh_ check bio

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©