Menu

Menunda Kuliah Untuk Mengulang SBMPTN Tahun Depan? Ini Plus-Minusnya

Setahun mengangguralias menunda kuliahdemi mengulang SBMPTN tahun depan, supaya masuk ke jurusan idaman di perguruan tinggi impian? Yakin? Worth it nggak, sih?

Atau lebih baik masuk saja di jurusan atau universitas lain—yang sebenarnya bukan pilihan kita—daripada buang-buang waktu menganggur setahun?

Inilah sisi plus dan minus jika kamu memutuskan untuk tidak kuliah dulu, untuk mengulang SBMPTN dan tes perguruan tinggi tahun depan.

Minus:

  • Kamu jadi kalah start dalam memulai kuliah, yaitu di usia yang lebih tua daripada teman-teman seangkatanmu. Maka kemungkinan besar, kamu juga akan diwisuda dan mulai bekerja lebih telat. Misalnya, lulusan S1 rata-rata mulai bekerja di umur 22 setelah kuliah empat tahun, sedangkan kamu mulai bekerja di umur 23, atau bahkan 24.
  • Kamu nggak seangkatan lagi dengan teman-temanmu yang sekarang, karena kamu bakal berada di angkatan adik kelas. Alhasil, kamu jadi perlu beradaptasi dulu dengan situasi tersebut.
  • Saat "menganggur", kamu nggak sekolah dan nggak kuliah, sehingga bisa bangun bisa siang dan mengatur jadwal sendiri. Kalau nggak disiplin, kondisi ini bisa bikin kita tergoda untuk santai dan malas-malasan.
  • Saat ditanya, “Kuliah di mana?” lumayan bikin pede drop, sih.
  • Ada beban ekstra untuk berhasil di tahun depannya.

Plus:

  • Dari segi pengetahuan, kamu justru unggul dari calon-calon peserta ujian masuk universitas lainnya, lho. Soalnya, kamu sudah punya basic ilmu yang dipelajari selama di SMA. Tinggal terus diasah dan ditingkatkan.
  • Kamu bisa hajar belajar sejak awal tahun ajaran. Umumya, saat baru masuk kelas 12, murid-murid masih pada santai. Mereka baru mulai rajin belajar di semester kedua. Nah, kamu bisa gaspolalias belajar maksimaldari awal tahun ajaran. Apalagi sekarang ada program bimbel intensif khusus untuk yang ingin mengulang tes masuk PTN.
  • Kamu bisa lebih fokus dalam persiapan masuk perguruan tinggi. Mayoritas saingan adalah anak-anak SMA yang harus membagi konsentrasi studinya dengan berbagai kegiatan di sekolah, bikin buku tahunan, persiapan UN, ujian praktek, dan lain sebagainya. Sementara selama setahun penuh, kamu hanya memiliki satu tujuan utama: lolos seleksi perguruan tinggi.
  • Sudah tahu “medan perang”. Salah satu "harta berharga" yang bakal kamu dapatkan kalau mengulang SBMPTN adalah pengalaman. Kamu sudah tahu kondisi lapangan dan bagaimana rasanya menempuh ujian tersebut. Tinggal pasang strategi dan berusaha giat, supaya performance kamu berikutnya.
  • Punya waktu untuk mengeksplor kemungkinan dan pilihan kuliah lain. Mungkin tahun lalu kamu masih clueless dengan berbagai pilihan jurusan kuliah. Misalnya, kamu punya 1-2 pilihan jurusan dan universitas yang mantap, tapi nggak punya rencana cadangan. Nah, ketika mengulang SBMPTN, selain memperdalam ilmu, perluas juga pengetahuan kamu soal jurusan dan universitas. Kejar berbagai kesempatan, gaes!

Contohnya, Yoga Febrian Pratama, alumni SMA Kristen IPEKA Pluit yang gagal menembus SBMPTN. Dia menunda kuliah setahun untuk mengulang ujian masuk universitas tahun depannya. Eh, ketika mengulang, do’i malah keterima di keterima di dua perguruan tinggi keren: Fakultas Teknik Mesin & Dirgantara, Institut Teknologi Bandung serta Tohoku University, Jepang, jurusan International Mechanical and Aerospace Engineering. Dapet beasiswa pula dari perguruan tinggi Jepang tersebut. Top, deh!

  • Manfaatkan gap year yang kamu miliki dengan kegiatan positif, selain bimbel. Cuma, pilihlah aktivitas yang nggak mengganggu waktu belajar kamu.

Menunda satu tahun kuliah memang berarti "tertahan" maju sementara. Namun, ini ibaratnya mundur selangkah, untuk maju beberapa langkah. So, jika kamu mantap memutuskan menunda setahun, lakukan yang terbaik.

Best of luck, ya!

Baca juga:

(sumber gambar: reverbnation, youtube.com, dribble.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©