Menu

5 Alasan Kenapa Jurusan Psikologi Banyak Peminatnya

Jurusan Psikologi merupakan salah satu jurusan yang memiliki banyak peminat dari tahun ke tahunnya di beberapa universitas. Misalnya, pada jalur SBMPTN Universitas Gadjah Mada, Jurusan Psikologi tetap memiliki banyak peminat dari tahun ke tahunnya. Pada tahun 2018 terdapat 3.925 orang yang menjadi peminat di Jurusan Psikologi. Pada tahun 2017, peminat Jurusan Psikologi di universitas yang sama memiliki peminat sebanyak 3.457 orang. Pada tahun 2016, peminat jurusan ini ialah sebanyak 2.853 orang. Kalau kamu perhatikan, di setiap tahunnya, angka peminat Jurusan Psikologi di Universitas Gadjah Mada mengalami peningkatan.

Nggak hanya di Universitas Gadjah Mada, nih, gaes. Peminat Jurusan Psikologi di Universitas Indonesia melalui jalur SBMPTN pun nggak kalah banyak, lho. Pada tahun 2018, peminat Jurusan Psikologi di Universitas Indonesia sejumlah 4.271 peminat. Pada tahun 2016, peminat jurusan psikologi berjumlah 3.843 peminat. Sedangkan di tahun 2016, peminat jurusan psikologi berjumlah 3.029. Kalau kamu perhatikan lagi, nih, peminat Jurusan Psikologi di Universitas Indonesia pun sama meningkatnya dari tahun 2016 hingga ke tahun 2018.

Memangnya kenapa, sih, Jurusan Psikologi ini selalu memiliki banyak peminat di setiap tahunnya? Hmm… Penasaran? Yuk, cari tahu apa alasan Jurusan Psikologi ini digandrungi oleh banyak calon mahasiswa dengan membaca artikel yang satu ini!

1. Prospek karir yang luas

Kalau kamu berpikir bahwa lulusan Jurusan Psikologi hanya bisa bekerja menjadi seorang pegawai Manajer Sumber Daya Manusia atau HRD, kamu salah banget, nih, gaes. Pertama-tama, menjadi seorang pegawai HRD bukan suatu hal yang salah, lho. Bagian HRD itu sendiri bermacam-macam, lho. Ada yang berhubungan dengan pengembangan staff sehingga bertanggungjawab dalam membuat Learning and Development, Training, Modul dan sebagainya. Selain itu, pada bagian HRD pun ada yang bertanggungjawab dalam merekrut pegawai, mengatur keuangan yang digunakan untuk kegiatan learning and development, mengatur semua administratif dari pegawai dan sebagainya.

Kalau kamu nggak mau menjadi seorang pegawai HRD, nggak masalah, kok. Kamu bisa memilih pekerjaan lainnya seperti konselor, psikolog, guru bimbingan konseling, dosen psikologi, trainer, market research dan sebagainya. Kalau kamu bingung setelah lulus dari Jurusan Psikologi mau bekerja menjadi apa karena banyaknya prospek karir yang dapat kamu pilih, mulai dari sekarang, yuk, cari tahu terlebih dahulu tentang hal apa yang kamu sukai. Misalnya, ketika kamu suka bekerja dengan anak-anak maka kamu bisa menjadi seorang guru bimbingan konseling. Ketika kamu ingin bekerja dengan membantu banyak orang dengan berbagai permasalahan yang ada di rumah tangganya, kamu bisa bekerja menjadi seroang Terapis pernikahan dan keluarga.

Jadi, hal yang perlu kamu ingat ialah, kamu jangan takut untuk berkuliah di Jurusan Psikologi, ya, gaes. Jurusan yang ini memiliki prospek kerja yang luas dan juga pastinya cemerlang. Kalau kamu masih bingung ingin bekerja apa ketika lulus dari jurusan ini, kamu bisa mulai mencari tahu apa yang kamu ingin lakukan. Kamu juga bisa cari tahu kecocokan dirimu dengan suatu pekerjaan dengan mengikuti tesnya di Rencanamu, lho, hehe.

2. Ilmu pengetahuan yang aplikatif

ilmu psikologgi yang aplikatif

Yes, Ilmu Psikologi adalah salah satu ilmu yang memang memiliki pengetahuan yang aplikatif dan juga selalu mengikuti zaman. Lho, maksudnya aplikatif, tuh, apa, ya? Yap, maksudnya aplikatif disini ialah ilmu ini memang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, karena ilmu yang aplikatif, maka, para lulusan Jurusan Ilmu Psikologi cenderung lebih memiliki prospek kerja yang luas.

Hmm… Contohnya Ilmu Psikologi itu aplikatif kayak gimana, ya? Misalnya gini, gaes, ketika kamu bekerja menjadi seorang konselor pernikahan, kamu pasti akan bekerja untuk mendengarkan berbagai konflik yang muncul dalam rumah tangga seseorang. Nah, nggak hanya mendengarkan saja, nih, gaes, kamu pun harus memunculkan berbagai macam saran-saran atau cara-cara untuk mengatasi konflik rumah tangga tersebut. Sebagai seseorang yang telah mempelajari tentang kepribadian seseorang, mempelajari tentang mental dan gejala-gejala gangguan mental dan sebagainya, kamu bisa mengaplikasikan apa yang telah kamu pelajari untuk mencaritahu duduk permasalahan dari suatu konflik rumah tangga dan cara penyelesaian yang sesuai dengan kepribadian, mental dan juga sikap dari pasangan suami istri tersebut. Gimana, nih, gaes? Menantang, nggak, nih?

3. Jurusan yang menyenangkan

Untuk sebagian besar orang yang minat akan jurusan yang satu ini, Jurusan Psikologi merupakan satu jurusan yang memang menyenangkan. Dengan masuk ke Jurusan Psikologi, kamu akan belajar banyak tentang manusia seperti bagaimana kepribadian dari seseorang, mempelajari mental dan gejala-gejala gangguan mental, mempelajari perilaku anak kecil, mempelajari bagaimana pola asuh yang baik kepada anak-anak dan sebagainya. Pada intinya, ilmu yang satu ini memang dapat mengajarkanmu untuk mengenal dirimu sendiri, mengenal orang lain dan bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan orang lain sesuai dengan kepribadiannya. Apakah menurutmu ilmu ini cukup menyenangkan, gaes?

4. Mempelajari banyak tentang manusia

mempelajari banyak tentang manusia

Melanjuti dari poin sebelumnya, Jurusan Psikologi akan mempelajari banyak tentang manusia mulai dari tingkah laku, mental dan pikiran dari manusia. Nggak hanya itu, Ilmu Psikologi pun banyak mempelajari tentang hal-hal yang bersifat medis seperti mempelajari neurologi dari manusia. Neurologi, tuh, apa sih? Neurologi adalah ilmu yang mempelajari tentang saraf otak dari manusia, jadi, dalam psikologi kamu akan belajar tentang aktivitas otak manusia secara detail. Nah, dari pembelajaran ini, kamu juga bisa menemukan adanya persinggungan antara kinerja saraf otak dan juga emosi manusia. Ilmu ini disebut sebagai neuropsikologi.

Wah, ternyata Ilmu Psikologi nggak hanya belajar tentang pola perilaku manusia yang sudah diteliti terlebih dahulu saja, gaes. Melainkan, ilmu ini pun belajar tentang manusia hingga detail ke bagian otak manusia dan reaksi yang ditimbulkan melalui perilaku manusia. Seru, banget, kan, gaes?

5. Ilmu yang dapat membantu manusia

Yes, ilmu yang kamu pelajari ini, tentunya dapat membantu manusia. Kenapa bisa begitu? Well, terkadang, ada beberapa permasalahan manusia yang muncul disebabkan karena dimulai dari pikiran. Hal yang biasa kita temukan ialah permasalahan-permasalahan yang muncul karena adanya stres, rasa takut yang berlebih dan sebagainya.

Sebagai orang yang mempelajari Ilmu Psikologi, lama-kelamaan kamu tahu bagaimana cara membantu orang-orang tersebut. Bantuan tersebut bisa berupa konseling sehingga kamu bisa memberitahukan bagaimana cara yang baik untuk menghilangkan rasa stres dan juga kamu pun bisa memberitahukan orang sekitarnya seperti orang tua tentang bagaimana cara berinteraksi yang baik dengannya untuk menghilangkan rasa stresnya dan sebagainya.

***

Dan masih banyak lagi, deh, gaes, alasan kenapa Jurusan Psikologi banyak digandrungi oleh para calon mahasiswa. Nah, kalau kamu masih bimbang antara ingin menjadi mahasiswa Jurusan Psikologi atau jurusan lainnya, kamu bisa, kok, menjadikan kelima alasan di atas menjadi alasanmu dalam memilih Jurusan Psikologi. Kamu juga bisa memberitahukan kelima alasan di atas kepada orangtuamu sebagai bahan untuk meyakinkan bahwa Jurusan Psikologi nggak kalah keren dengan jurusan lainnya.

Setelah mengetahui alasan kenapa Jurusan Psikologi banyak diminati, apakah kelima alasan tersebut sudah bisa meyakinkanmu untuk masuk menjadi mahasiswa Jurusan Psikologi, gaes?

Baca juga:

(Sumber gambar: online.csp.edu, york.ac.uk, verywellmind.com)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 20 jam yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©