5 Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan, Tetapi Tetap Kekinian  

Tahukan kamu? Setiap tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Nasional. Sebagai anak muda jaman now, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan.

Salah satu caranya adalah dengan merubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Apalagi, saat ini banyak sekali pemberitaan mengenai semakin menurunnya kualitas lingkungan alam kita bukan?

Dan sebagai generasi yang memiliki ciri khas pola hidup yang selalu dan akan terus berkaitan dengan teknologi, sudah seharusnya kita memperkenalkan gaya hidup baru yang lebih ramah lingkungan. Bukan cuma buat gaya-gayaan saja, tapi gerakan ini senggaknya membantu untuk menjaga lingkungan dan alam di sekitar kita.

Lalu, gimana, sih, gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, tapi tetap kekinian? Yuk, simak selengkapnya di bawah berikut ini.

1. Zero waste food

Saat kamu makan di restoran, kamu sering nggak, sih, melihat sisa makanan yang masih banyak? As you know, makanan tersebut nantinya akan menjadi sampah. Sangat mubazir sekali bukan?

Akhirnya, dari fenomena tersebut, membuat banyak orang (terutama anak muda jaman sekarang) tergugah untuk menerapkan pola makan dengan konsep zero waste atau yang lebih dikenal dengan zero waste food. Hah, zero waste food?  Apaan, sih, itu?

Jadi, zero waste food adalah gaya hidup minimalis yang saat ini sedang banyak digandrungi dengan memanfaatkan kembali sisa makanan, gaes. Dengan kata lain, dalam konsep zero waste food sisa makanan yang sudah kamu makan bisa kamu gunakan untuk pupuk kompos. Atau kalau kamu punya sisa sayuran yang sudah nggak kepakai atau yang sudah bosan kamu makan (seperti wortel, sawi, daun bawang, dan lain-lain) kamu bisa menanamnya kembali.

Kalau kamu tertarikuntuk menerapkan konsep zero waste food dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua cara sederhana, nih, yang bisa kamu lakukan yaitu menerapkan pola makan secukupnya dan jangan biasakan belanja saat kamu dalam kondisi lapar.  Soalnya, makan dan belanja dalam kondisi lapar akan membuat kamu lapar mata a.k.a rakus—ingin mengambil makanan yang ini, makanan yang itu atau makanan apa saja yang menggugah selera. Padahal nantinya makanan tersebut belum tentu kamu makan.

2. Diet kantong plastik

Yap! Diet nggak cuma tentang mengatur pola makan biar bisa kurus atau sehat saja, gaes. Diet juga bisa diterapkan untuk mengurangi sampah plastik, lho.

Hah? Memangnya kenapa, sih, kita harus diet plastik?

Jadi, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini Indonesia sedang mengalami darurat sampah. Dari data tahun lalu, jumlah sampah di Indonesia mencapai 65,8 juta ton per tahun. Sementara untuk sampah plastik sekitar 7,2 juta ton per tahun. Bahkan, 70% ikan kita yang ada di laut itu mengandung microplastik. Itu tandanya, kalau ada sepuluh ikan, tujuh di antaranya di dalam perutnya mengandung microplastik.

Coba bayangin, deh, kalau setiap harinya kita makan ikan. Itu artinya, setiap hari kita juga makan sampah plastik, gaes. Bener nggak? Hehehe.

That’s why, untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di negeri kita tercinta ini, kita harus semakin gencar mengkampanyekan pengurangan sampah plastik. Salah satunya dengan menggunakan tas belanja pengganti kantong plastik saat pergi berbelanja.

Dan saat menggunakan tas belanja, kamu nggak usah khawatir terlihat kuno atau nggak modis. Soalnya, kini tas belanja (atau yang lebih sering dikenal dengan totebag) nggak cuma berfungsi sebagai tas belanja pengganti kantong plastik saja, melainkan sudah dijadikan fashion tersendiri bagi anak muda jaman now dengan desain dengan yang sangat unik dan tentunya lebih trendi.

3. Menggunakan benda yang lebih ramah lingkungan

Kamu sering beli martabak? Atau lebih sering beli minuman boba?

Well, kamu sadari atau nggak, kardus bekas martabak atau gelas bekas boba, akhirnya hanya akan menambah jumlah sampah, terutama jumlah sampah plastik.  Alhasil, setiap harinya jumlah sampah bukannya berkurang malah semakin menumpuk bukan?

Selain menggunakan totebag, cara lain untuk mengurangi jumlah sampah adalah menggunakan benda-benda yang lebih ramah lingkungan saat sedang membeli makanan atau minuman. Apalagi, saat ini banyak barang pengganti plastik yang ramah lingkungan. Mulai dari tumbler hingga alat-alat makan yang terbuat dari stainless steel atau bambu—yang lebih menariknya lagi, benda-benda tersebut tersedia dengan versi yang kece dan lucu.

Anyway, kamu nggak usah khawatir dengan hargannya karena banyak benda ramah lingkungan yang bisa dibeli dengan harga terjangkau, kok. Atau kalau kamu mau, kamu bisa membuatnya sendiri. Misalnya saja, membuat sendok dari kayu atau kamu bisa membuat sapu tangan dari kain bekas untuk pengganti tisu.

Jadi, mulai dari sekarang, kamu nggak perlu malu lagi membawa tempat makan atau minum sendiri dari rumah, ya, gaes. Soalnya, apa yang kamu lakukan saat ini juga dalam rangka menjaga lingkungan dan bumi yang sudah tua ini.

4. Olahraga

Saat ini, banyak anak muda yang lagi senang gym. Ya, memang, sih, berolahraga di tempat gym membuat nyaman. Apalagi dengan fasilitas AC dan ruang tertutup, membuat kamu nggak usah khawatir akan kepanasan atau kehujanan. Iya, kan?  

Tapi, tahukah kamu? Olahraga tersebut ternyata memberikan efek buruk terhadap lingkungan yaitu penggunaan energi listrik yang berlebihan.

Untuk mengurangi hal tersebut, nggak ada salahnya kalau kamu mencoba olahraga yang baik untuk lingkungan. Nah, beberapa olahraga yang ramah lingkungan sendiri di antaranya adalah olahraga lari, bersepeda, yoga di luar ruangan, zumba, mendaki dan masih banyak lagi. Eitss… bukan berarti kamu nggak boleh nge-gym, ya. Tetap boleh-boleh saja, kok. Tapi kalau bisa jangan terlalu sering, ya.

Oyaa...  saat olahraga (baik itu di dalam atau luar ruangan), jangan lupa membawa botol minum dan handuk biar kamu nggak usah membeli air minum kemasan dan tisu. Jadi, selain mendapatkan kesehatan kamu juga bisa ikut serta dalam menjaga lingkungan, deh.

5. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi

Nah, kalau poin-poin sebelumnya selalu membahas sampah, poin kali ini akan membahas masalah polusi udara, gaes. Sebab, nggak bisa dipungkiri kota Jakarta menjadi salah satu kota dengan polusi udara tertinggi di dunia (wow!).

Air Quality Index atau AQI Jakarta di AirVisual pada bulan Juli 2019 lalu, sebesar 158 dan berada di urutan kedua setelah Tashkent, Uzbekistan. Ini artinya, kualitas udara Jakarta berada di level merah atau nggak sehat. Polusi udara sendiri disebabkan oleh aktivitas sehari-hari penduduk Jakarta, salah satunya dari transportasi.

Maka dari itu, untuk mengurangi masalah ini, sangat disarankan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi—baik itu mobil atau motor. Ya, even nggak mungkin buat sepenuhnya menghilangkan penggunaan kendaraan pribadi, cobalah menggunakan kendaraan yang lebih efektif. Misalnya, memilih kendaraan umum seperti KRL, busway, dan lain sebagainya.

Dan ini nggak berlaku di Jakarta saja, lho. Di Surabaya, misalnya.  Pemerintah Kota Surabaya menciptakan transportasi publik bernama Suroboyo Bus.

Suroboyo Bus merupakan salah satu transportasi umum berupa bus yang cukup unik di Surabaya. Selain ramah buat teman-teman difabel, lansia dan ibu hamil, bayar ongkosnya pun bus cuma dengan menukarkan pakai botol plastik. Hah, botol plastik? Iya, botol plastik, gaes!

Jadi, kalau kamu naik bus ini, kamu cuma membayar dengan 3 botol besar air mineral atau 5 botol tanggung air mineral atau 10 gelas air mineral yang bisa ditukar dengan satu tiket berdurasi 2 jam perjalanan. Dengan peraturan yang seperti ini, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk memakai transportasi umum. Singkatnya, selain membantu buat mengurangi sampah plastik, langkah ini juga berguna untuk mengurangi polusi udara. Keren, ‘kan?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: transtarcoaches.com, zerowastedoc.co.uk, asialink-holidays.com, pinterest.com, hellosehat.com, familygoers.com)

LATEST COMMENT
Sinta | 6 jam yang lalu

Jurusan ni cocok untuk orang yang jiwa bisnis kak?

Kenalan Lebih Jauh Dengan Jurusan Kuliah Agribisnis
aura tahliya cita roihana | 15 jam yang lalu

Freelance buat jurusan bioteknologi apa ya kak?

Jadi Freelancer Sambil Kuliah: Banyak Keuntungannya
Helen Evy | 1 hari yang lalu

Saya tidak belum diizinkan karena kata orang tua biayanya mahal kalo kuliah di luar kota padahal saya bilang masih ada beasiswa biar meringankan biaya tetapi tetap belum diizinkan, terus saya harus bagaimana?

Cara Meyakinkan Orang Tua Supaya Boleh Kuliah di Luar Kota Atau Luar Negeri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1