Menu

Blended Learning: Metode Belajar Seru Buat Kamu yang Mau Kejar Sarjana Sambil Kerja

Gaes, di sini ada yang berencana untuk kuliah sambil kerja, tapi nggak tahu harus mulai dari mana dan bagaimana caranya?

Kalau ada—tenang, kamu nggak sendirian, kok. Berdasarkan hasil riset tahun 2018 lalu, 78% lulusan SMA dan SMK di Jabodetabek memiliki aspirasi untuk menamatkan kuliah sambil bekerja. Aspirasi ini pun sejalan dengan tinggi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kompeten dan memiliki keahlian siap kerja di masa yang akan datang.

Pengalaman kerja pun bukan hal yang jarang ditanyakan di wawancara kerja, karena itu adalah modal utama seseorang untuk terjun ke dunia kerja. Nggak sedikit, lho, banyak fresh graduate yang “kesandung” gara-gara meskipun bergelar Sarjana tapi mereka masih minim pengalaman kerja. Mau nggak mau, pengalaman kerja pun harus bisa ditabung sedini mungkin. Dan mungkin aja harus di tabung di masa-masa sekolah ataupun kuliah.

Sampai sini, kamu pasti bertanya-tanya. Emang bisa?

Bisa, dong. Dengan metode belajar yang tepat, kamu bisa mengejar gelar Sarjana dan mendapatkan pengalaman kerja dalam waktu yang bersamaan. Misalnya dengan metode blended learning.

Singkatnya, blended learning adalah metode belajar yang memadukan belajar virtual dengan belajar tatap muka sesuai dengan kebutuhan. Metode belajar dengan cara ini sangat cocok diterapkan untuk kamu yang ingin melanjutkan pendidikan dan mendapatkan gelar Sarjana namun bisa sambil bekerja dan membangun karier.

blended learning pintaria

Long story short, selain sangat membantu untuk mengejar kuliah dan karier sekaligus, metode blended learning bakal cocok banget untuk kamu yang…

1. Butuh waktu dan tempat belajar yang fleksibel

Kuliah sambil bekerja pastinya membutuhkan manajemen waktu yang gila-gilaan. Belum lagi kalau kamu memperhitungkan berapa waktu yang dihabiskan untuk bolak balik rumah-kampus-tempat kerja atau hal-hal diluar dugaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Pasti bakal menguras banyak waktu dan tenaga kamu!

Beda cerita kalau kamu menggunakan metode blended learning. Kamu bisa menghemat waktu (dan ongkos!) karena kamu bisa mengikuti pembelajaran di mana saja dan kapan saja. Kalau butuh diskusi bareng teman-teman dan dosen, kamu pun bisa diskusi secara online di waktu yang sudah disepakati tanpa harus mengorbankan jam kerja. Mau belajar di rumah, cafe, atau di jalan menuju tempat kerja, semua bisa kamu atur berdasarkan kesediaan dan kebutuhanmu.

Eits, karena sangat fleksibel, kamu jangan sampai lupa untuk “patuh” dengan aturan belajar mandirimu, ya. Belajar fleksibel membutuhkan kemandirian, tentunya tetap manajemen waktu dan pengaturan prioritas yang oke.

2. Butuh gaya belajar yang efektif dan efisien versi kamu

Blended learning memadukan belajar tatap muka dan belajar virtual. Artinya, bakal ada buanyaaak banget gaya belajar yang bisa kamu coba dalam blended learning: mulai dari belajar virtual, menyimak materi dari video atau podcast, baca e-book, sampai sesi tanya jawab bareng dosen dan pengajar secara offline maupun online.

Nah, berhubung tiap orang punya gaya belajar yang berbeda-beda, blended learning akan sangat memudahkan kamu untuk mencoba berbagai jenis gaya belajar dan membuktikan gaya belajar mana yang paling efektif dan efisien untuk kamu dapat memahami materi pelajaran.

Kamu pun bisa memanfaatkan penggunaan teknologi semaksimal mungkin dalam proses belajarmu, gaes. Misalnya, kalau lagi butuh diskusi bareng teman dan pengajar tapi lagi nugas di luar kota, kamu bisa diskusi virtual via online chat. Atau kalau masih belum paham dengan penjelasan dosen di kelas mengenai materi tertentu, kamu bisa download video penjelasan materi dan nontonin video tersebut berulang-ulang kemana pun kamu pergi. Score!

blended learning pintaria

3. Butuh pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau

Salah satu alasan kenapa banyak anak muda lulusan SMA dan SMK memiliki aspirasi kuliah sambil bekerja adalah untuk meringankan biaya pendidikan. Nah, blended learning bakal pas banget untuk kamu, karena harganya relatif lebih murah dibanding kelas belajar konvensional tanpa mengurangi kualitasnya sedikit pun. Perbedaan biayanya sampai bisa pangkas setengah harga!

Kenapa bisa lebih hemat? Dengan memanfaatkan teknologi, metode blended learning efektif dalam memangkas biaya seperti buku cetak dan penyediaan ruang kelas karena materi belajar bisa dengan mudah didistribusikan dalam bentuk e-book atau video/podcast dan belajar pun bisa di mana saja selama terhubung dengan internet. Kamu pun nggak perlu mengeluarkan banyak biaya transportasi karena kamu nggak harus rutin ke kampus setiap minggu untuk mengikuti proses belajar mengajar.

***

Wah, ternyata banyak juga, ya, keuntungan metode blended learning!

Buat kamu yang tertarik untuk mencoba metode blended learning untuk mengejar gelar sarjana sambil mendulang pengalaman kerja, sekarang nggak usah bingung harus mulai dari mana. Di Pintaria, kamu bisa menemukan kampus-kampus ternama yang sudah bermitra dengan Pintaria yang menyediakan berbagai pilihan program studi kuliah yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu.

Selain menawarkan pendidikan berkualitas dengan metode blended learning, kamu juga bisa mengatur jadwalmu sesuai kebutuhan dan mengikuti berbagai kelas interaktif yang bisa kamu pilih sesuai dengan gaya belajarmu dan ikuti di mana dan kapan saja lewat Pintaria. Soal biaya, kamu pun nggak usah khawatir, karena Pintaria menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan kelas kuliah reguler.

Jadi, tunggu apa lagi, gaes? Yuk kunjungi Pintaria untuk mulai merancang rencana kuliah sambil bekerja kamu sekarang juga!

Baca juga:

(sumber gambar: express.co.uk)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©