5 Tip Mengatur Dompet Digital, Supaya Pemakaian E-Money Nggak Kebablasan

Penawaran layanan dompet digital atau e-money memang super menarik, mulai dari diskon ini-itu, kemudahan bertransaksi, hingga bisa dapat saldo ratusan ribu dengan membayar belakangan (paylater). Saat ini, penyedia layanan dompet digital ada banyak, seperti Gopay, OVO, DANA, Shopeepay, dan lainnya. Nah, gimana cara mengatur dan memanfaatkannya? Trus, berapa banyak aplikasi e-money yang sebaiknya dimiliki? Simak tipnya.

1. Nggak ada pakem soal berapa banyak layanan e-money yang perlu kita punya. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Jangan sampai uangmu tersebar di banyak layanan dompet digital tapi saldonya receh semua. Akhirnya, kamu nggak bisa membeli apa yang kamu butuhkan.

2. Pahami ketentuan yang bisa didapatkan di setiap dompet digital. Misalnya, pengisian saldo minimal, cara pengisian, bisa digunakan di mana saja serta untuk pembayaran apa saja, dan lainnya. Ini perlu menjadi pertimbanganmu dalam memilih. Tentu promo yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Tetapi ingat, umumnya promosi hanya bersifat temporer alias hanya berlaku periode tertentu.

3. Buat perencanaan keuangan dengan menetapkan “pos pengeluaran” dompet digital per bulan. Misalnya, jatah bulan ini untuk jajan dan belanja dengan dompet digital adalah 400 ribu. Lebih baik kamu masukkan uang tersebut sejak awal.

Sebab kalau dikeluarkan sedikit-sedikit tanpa perencanaan, tanpa disadari akan menjadi bukit. Misalnya, isi saldo dompet digitalnya cuma dikit sih, sekitar Rp30.000 sampai Rp50.000. Tapi tanpa disadari dalam sebulan udah habis lebih dari 1 juta. Gawat!

 4. Promo dompet digital memang menarik, tapi jangan kalap. Ya, potongan harga 50 persen, pesta diskon tanggal cantik, dan semacamnya, membuat kita mendadak bersemangat ingin memborong. Soalnya, kapan lagi dapat harga miring, ya ‘kan?

Walaupun demikian perlu nih, dipertimbangkan apakah kamu benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Jangan jangan barang yang dibeli juga nggak penting da nggak butuh. Nah, lho!

5. Hindari fitur berhutang seperti membayar di akhir. Apalagi kalau kamu memilih fasilitas tersebut karena uangmu habis. Gali lubang tutup lubang, namanya. Jangan tergoda, ya.

Dompet Digital: Lifesyle dan Kebutuhan

Kehadiran dompet digital alias e-money memang sangat membantu. Apalagi di masa pandemi, di mana transaksi cashless (tanpa uang fisik) sangat disarankan. Di samping itu, berbelanja atau membayar jasa menjadi lebih mudah dan praktis (plus kadang dapat diskon tambahan pula!) dengan memanfaatkan dompet digital.

Nah, salah satu manfaat memiliki tabungan adalah  kemudahan mengisi dompet digital. Sehingga nggak tergantung sama orang lain. Trus, pengeluaranmu pun akan tercatat dengan rapi pada akun tabungan.  

Selain itu, walau belum punya penghasilan tetap sendiri, kamu bisa lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab mengatur uang jajan saat memiliki rekening sendiri, lho.

Jangan khawatir, uang kamu di tabungan dijamin lho sama LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi nggak perlu khawatir uang kamu akan raib, sekalipun bank tempat menabung tutup atau bankrut. LPS sendiri merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 yang berfungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan.

So gaes, bijak dalam memanfaatkan dompet digital, ya!  

(Sumber gambar: bongkarn thanyakij from Pexels)
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1