Begini Cara Orang Sukses Merancang Tujuan Jangka Panjangnya

Apakah faktor penentu kesuksesan? kecerdasan, bakat, atau nilai IPK? Ternyata bukan ketiganya, gaes.

Riset menunjukkan bahwa kontrol diri lebih menentukan kesuksesan dibandingkan faktor kecerdasan. Kontrol diri yang dimaksud di sini adalah tetap fokus pada goal yang utama dan nggak cepat puas. Jadi, sebenarnya orang sukses bukan selalu mereka yang cerdas, melainkan yang bisa menentukan tujuan dan fokus untuk meraihnya.

Nah, ini nih rahasia orang sukses dalam menentukan tujuannya...

1. Buat dulu tujuan jangka panjang

Coba cek kalimat ini :

  • Ingin jadi orang sukses.
  • Ingin bisa bermanfaat bagi orang lain.

Mungkin kamu sering mendengar orang menyebutkan tujuan hidupnya seperti contoh di atas. Sebenarnya, kalimat-kalimat tersebut tidak menunjukkan tujuan, tapi impian. Ada perbedaan besar antara impian dan tujuan, lho. Tujuan butuh perencanaan dan kejelasan, kalau impian cenderung mengawang. 

Coba bandingkan dengan kalimat tujuan ini :

  • Tahun 2024, aku ingin lulus S2 dari Agricultural Science University of Melbourne dan bekerja sebagai peneliti di bidang agrikulturin
  • Tahun 2019, aku ingin ikut kegiatan volunteering AIESEC dan bisa mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak di India.

Lihat bedanya, 'kan?

Yang dilakukan orang sukses adalah menentukan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka panjang memaksa kita untuk membuat rencana-rencana untuk meraihnya. Kalau kita fokus pada tujuan jangka panjang, kita akan terpacu untuk terus maju. 

2. Pecah tujuan besar menjadi target-target jangka pendek

Tujuan jangka panjang memberikan arah dan fokus. Sementara tujuan jangka pendek merupakan stepping stone dari tujuan jangka panjang tersebut. Misalnya, tujuan jangka panjang kita ingin menjadi desainer grafis, maka tujuan jangka pendeknya adalah masuk jurusan DKV, menang kompetisi desain grafis, dan ikut magang sebagai desainer grafis. 

Target-target kecil yang kita raih akan membantu kita memastikan kalau kita masih on the track. Secara psikologis, kita juga akan terus termotivasi karena melihat kerja keras kita selama ini ternyata ada hasilnya. 

3. Gunakan metode SMART 

Entah itu tujuan jangka panjang maupun pendek, gunakan metode SMART untuk untuk menuliskan tujuan kita. SMART adalah ......

Specific

Tujuan itu harus spesifik. Cita-cita ingin jadi orang terkenal, itu kurang spesifik, karena ada banyak jalan untuk jadi terkenal. Let's say kamu pengen jadi blogger ternama, maka yang kamu lakukan adalah mempelajari teknik menulis dan fotografi. Tujuan yang spesifik membantumu untuk bisa membuat perencanaan yang jelas.

Measurable

Tujuan mestinya juga bisa diukur. Jadi blogger atau vlogger misalnya, kamu perlu punya patokan jumlah views dan subscriptions yang kamu inginkan. Ukuran ini bisa jadi indikator apakah yang kamu lakukan sudah benar atau belum. Dan kalau misalnya belum mencapai target, kamu bisa mencoba metode lain.

Attainable

Kita pengen jadi Youtuber dengan 100,000 subscribers, tapi kita sendiri masih gaptek soal videografi dan alat-alatnya. Tujuan itu untuk dicapai 'kan? Jadi, ngapain kita buang-buang waktu untuk tujuan bombastis tapi nggak realistis untuk dicapai?

Relevant

Tujuan yang baik itu harus relevan atau sesuai dengan seluruh aspek kehidupan kita. Jadi Youtuber yang rajin upload 10 video dalam sehari, mungkin aja sih dilakuan. Tapi apakah siap untuk ninggalin sekolah atau kuliah demi mencapai tujuan tersebut? 

Time-based

Makanan aja ada expired-nya, begitu juga dengan tujuan gaes. Tujuan yang baik itu ada jangka waktunya. Lagipula kalau ada deadline, kamu juga akan lebih semangat, 'kan? 

4. Evaluasi tujuan jangka panjang secara berkala

Evaluasi kembali tujuan jangka panjang secara berkala. Paling nggak dua kali dalam setahun. Evaluasi disini berguna untuk memastikan kalau tujuanmu sesuai dengan SMART, dan kamu masih ‘on the track’.

Nah, ketika tahap evaluasi ini kamu akan mengukur sudah seberapa jauh pencapaianmu saat ini dengan tujuan jangka panjangmu. Perlu diingat, evaluasi bukan hanya sekedar menemukan kesalahan tetapi mengambil pelajaran dari kesalahan untuk perbaikan ke depannya. Jadi, sambil mengevaluasi kamu harus tetap ingat untuk maju.

(sumber gambar : wixstatic.com, lifehacker.com, tallyhealth.com.au, uwaterloo.ca)

 

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1