Penggemar Serial Detektif? 6 Profesi Ini Mungkin Cocok Buat Kamu, Lho!

Siapa di sini yang sukanya nonton serial atau film bertema detektif atau thriller?

Kalau ada yang suka, pasti kamu sudah nggak asing lagi sama Sherlock Holmes atau Detektif Conan bukan?

Well, film bertema detektif bisa dibilang merupakan genre yang cukup elit karena nggak banyak orang tertarik dengan jalan cerita yang rumit dan penuh misteri. Tapi, saat kita menontonnya, kita seringkali dibuat penasaran sekaligus terkagum-kagum melihat aksi jenius dari seorang detektif untuk mengungkap pelaku suatu kejahatan.

By the way, ngomongin tentang detektif. Ternyata, dalam kehidupan nyata banyak sekali profesi yang berperan penting dalam mengungkap suatu kejahatan, lho. Bahkan, profesi-rofesi ini jarang diketahui oleh masyarakat. Seperti apa profesi-profesi tersebut? Di bawah berikut adalah 6 profesi yang berperan dalam mengungkap suatu kejahatan.

1. Analis Laboratorium Forensik

Pernah nggak, sih, kamu bertanya-bertanya siapa yang melakukan pemeriksaan pada barang bukti di lokasi kejadian perkara? Yap! Dia adalah seorang Analis Laboratorium Forensik.

Seorang Analis di laboratorium forensik bertugas untuk menganalisis, mengidentifikasi, membandingkan, mengklasifikasikan dan menafsirkan bukti-bukti fisik dari suatu kejahatan dengan menggunakan metode ilmu sains, khususnya ilmu kimia dan biologi.

Dengan kata lain, pekerjaan sehari-hari dari profesi Analis Laboratorium Forensik adalah melacak analis bukti, sidik jari dan identifikasi DNA, evaluasi cairan tubuh, dan penentuan suatu senyawa, seperti obat-obatan atau bahan kimia berbahaya lain, dan lainnya.

Di Indonesia sendiri laboratorium forensik yang digunakan untuk mengungkap kasus kejahatan dikelola oleh laboratorium forensik Polri. Laboratorium ini menyediakan beberapa pelayanan—mulai dari bidang dokumen dan uang palsu, bidang balistik dan metalurgi, bidang fisika dan komputer forensik, bidang kimia, hingga bidang narkotika, psikotropika dan obat berbahaya. Sayangnya, di Indonesia laboratorium forensik cuma terdapat di 6 kota, yaitu Medan, Palembang, Surabaya, Semarang, Makassar dan Denpasar.

2. Ahli Digital Forensik

Inovasi perkembangan teknologi saat ini nggak cuma membawa dampak positif buat kehidupan manusia. Di sisi lain, teknologi juga membawa dampak negatif. Dengan kata lain, teknologi merupakan media baru untuk melakukan suatu kejahatan.

Di sinilah peran Ahli Digital Forensik diperlukan. Ahli Digital Forensik adalah sebagai analis komputer forensik untuk menyelidiki pelanggaran data, insiden keamanan, dan aktivitas kriminal di media digital.

Investigasi forensik digital memiliki penerapan yang sangat beragam. Penggunaan paling umum adalah untuk mendukung atau menyanggah asumsi kriminal dalam pengadilan pidana atau perdata. Investigasi forensik digital juga bisa dilakukan di sektor swasta—seperti penyelidikan internal perusahaan (in house), penyelidikan intrusi (penyelidikan khusus mengeksplorasi sifat dan dampak intrusi jaringan yang nggak sah) atau mengidentifikasi kasus sengketa hak cipta.

Anyway, kalau kamu tertarik untuk menjadi seorang Ahli Digital Forensik, kamu harus memiliki kemampuan digital, seperti ekstraksi dan analisis data, keamanan digital, keamanan sistem dan jaringan, mitigasi serangan siber, enkripsi, dan kemampuan pemrograman.

3. Dokter Forensik

Profesi selanjutnya buat kamu penggemar serial detektif adalah Dokter Forensik. Dokter Forensik merupakan profesi paling penting di bidang autopsi jasad—yang diduga menjadi korban kejahatan. Seorang Dokter Forensik berkewajiban untuk menentukan penyebab dan cara kematian seseorang yang telah diautopsi.

Seperti profesi Dokter pada umumnya, seorang Dokter Forensik harus menempuh program pendidikan dokter dan mengambil spesialisasi di bidang forensik agar bisa bekerja sebagai Dokter Forensik (ya kali jadi Dokter Gigi hihihi).

Dokter Forensik dilatih khusus untuk bisa melakukan autopsi. Nggak cuma itu, Dokter Forensik juga harus menentukan ada atau nggaknya penyakit, cedera atau keracunan, melakukan investigasi penegakan hukum yang berkaitan dengan cara kematian, mengumpulkan bukti medis (seperti jejak bukti dan sekresi), mendokumentasikan kekerasan seksual, serta merekonstruksi bagaimana seseorang menerima cedera.

Baca lebih lengkapnya di: Mengenal Serba-Serbi Profesi Dokter Forensik.

4. Psikolog Forensik 

Tertarik dengan dunia hukum, tapi pengin jadi Psikolog?

Tenang… kamu bisa, kok, terjun ke dua bidang ini. Caranya dengan menjadi seorang Psikolog Forensik.

Seorang Psikolog Forensik merupakan profiler (alat investigasi) yang memberikan deskripsi perilaku dan kepribadian kompleks para pelaku kejahatan. Bidang psikologi ini berfokus pada para penjahat itu sendiri.

Profesional di bidang ini sering diberi tanggung jawab untuk mencari tahu mengapa orang-orang melakukan kejahatan, tipe orang seperti apa yang melakukan kejahatan dan bagaimana mencegah orang buat nggak melakukan kejahatan. Terkadang para hakim pun menggunakan hasil analisis atau rekomendasi dari tim Psikolog Forensik untuk menentukan putusan akhir di persidangan.

Fyi, dilansir dari laman UGM, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli di bidang psikologi forensik—terutama di setiap persidangan yang menangani kasus-kasus kriminal, korupsi dan terorisme.

Ketua Umum Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR), Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi, Psikolog juga mengatakan bahwa saat ini terdapat 300 anggota asosiasi psikologi forensik yang jumlahnya masih sangat terbatas dibandingkan jumlah kasus yang  harus ditangani atas permintaan pihak aparat hukum. Beliau menyebutkan untuk kasus teroris saja, pihaknya sudah menangani 200 kasus terorisme.

Itu belum kasus kriminal yang lain, lho. Padahal ada begitu banyak kasus kriminal di Indonesia. Kebayang, ‘kan, seberapa luasnya peluang kerja pada profesi yang satu ini? 

5. Kriminolog

Banyak yang mengira, profesi yang satu ini mirip dengan profesi yang berada di poin 4. Padahal Kriminolog dan Psikolog Forensik adalah 2 profesi yang berbeda.

Perbedaan mendasar antara profesi Kriminolog dan Psikolog Forensik sebenarnya terletak pada metode penelitian dan sumber ilmu. Kriminolog merupakan profesi yang pendekatannya menggunakan metode sosial humaniora, sedangkan Psikologi Forensik menggunakan pendekatan sains pada cabang ilmu kejiwaan.

Kriminolog adalah profesi yang mempelajari dan paham mengenai ilmu kriminologi. Ilmu kriminologi adalah bagian dari sosiologi yang berfokus dalam melakukan analisa dan studi mengenai kriminalitas—apa penyebabnya, bagaimana efek dan dampak sosial yang ditimbulkan. Kriminolog akan menganalisis melalui aspek psikologis, sosial dan prilaku dari pelaku tindakan kriminal.

Singkatnya, Edwin Sutherland, seorang Sosiolog dan Kriminolog dari Amerika menjelaskan bahwa seorang Kriminolog mempelajari beberapa hal penting—seperti sebab kejahatan, pembentukan hukum, serta pengendalian, pencegahan dan perlakuan terhadap pelanggar hukum.

6. Toksikolog

Last but not least, profesi selanjutnya adalah Toksikolog. Seorang Toksikolog dapat membantu menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Selain itu, seorang Toksikolog juga sering dipanggil untuk bersaksi di pengadilan tentang temuan investigasi mereka.

Well, Toksikolog sendiri merupakan ilmuwan yang bertanggung jawab untuk menguji cairan tubuh dan sampel jaringan selama autopsi yang bertujuan untuk mencari keberadaan bahan kimia di dalam tubuh.

Toksikolog bekerja di laboratorium untuk melakukan tes pada sampel yang dikumpulkan oleh penyidik ​​di tempat kejadian perkara alias TKP. Sebab, pekerjaan mereka memang melibatkan pengujian terhadap keberadaan zat-zat kimia—seperti gas (misal, karbon monoksida), obat-obatan terlarang, obat resep, racun, alkohol, logam, dan zat lain yang diperkirakan menjadi penyebab kematian seseorang atau sebagai alat kejahatan.

 

Baca Juga:

 

(Sumber gambar: globalpolicesolutions.com, thebalancecareers.com, intelligenthq.com, britannica.com)

LATEST COMMENT
Firana Fadzan | 57 menit yang lalu

Sayaaaa sekaliiiii

10 Tanda Kamu Anak IPA, Tapi Hatinya IPS. Ejiyeeee!
Najwa vika | 13 jam yang lalu

Kak aku mau tanya, untuk snmptn 2020 jurusan tata busana apakah menggunakan portofolio juga?

Ingin Masuk Jurusan Seni dan Olahraga di SNMPTN-SBMPTN 2019? Tanpa Uji Keterampilan, Inilah yang Perlu Disiapkan!
Yasmien Annisya Aulia | 22 jam yang lalu

kak maksud daya tampung snmptn itu apa ? misalnya jurusan fkip ppkn itu daya tampungnya 16 , nah itu daya tampung yang diterima dr setiap sekolah atau gimana ?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Hikmah Rahmah | 22 jam yang lalu

memang lebih banyak diperlukan di perusahaan asuransi tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dapat bekerja di instansi pemerintah, dosen/peneliti, wirausaha dengan membuka kantor aktuaris sebagai konsultan aktuaria dll

Kalau Kamu Suka Akuntansi dan Matematika, Coba Lirik Jurusan Kuliah Aktuaria. Prospek Kerjanya Wow!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©