5 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Siap Menjadi Relawan

Ngomong-ngomong soal gap year, salah satu aktivitas yang paling populer dilakukan oleh para anak muda yang menjalaninya adalah volunteering alias menjadi relawan. Kalau kamu punya mimpi untuk membantu sesama, pas banget, nih, kalau kamu ikutan program satu ini.

Jadi relawan emang bisa memberikan berbagai manfaat yang tentunya berguna untuk pengembangan diri dan memperkaya kamus soft skill kamu. Akan tetapi, untuk menjadi relawan ternyata nggak semudah yang kamu bayangkan, lho. Sebelum siap terjun ke lapangan menjadi relawan, ada beberapa hal yang krusial untuk kamu pahami terlebih dahulu, seperti…

1. Pahami apa tujuan kamu untuk mengikuti program relawan

Ketika mendengar kata relawan atau volunteer, apa yang ada di pikiran kamu, gaes? Apakah seperti cuplikan salah satu film hitz di bawah ini?

1

Kamu harus tahu kalau aktivitas relawan nggak hanya sekadar bantu-bantu korban bencana alam seperti yang biasa kamu lihat di televisi. Volunteering comes in different shapes and sizes, yang artinya nggak semua aktivitas relawan hanya terbatas pada satu bidang dan bentuk aja.

Sebelum siap mendaftarkan diri ke program relawan (atau menjadi seorang relawan lepas, in general), kamu wajib banget memahami apa tujuan kamu dalam mengikuti program tersebut.

Selain dapat memudahkan kamu dalam memilih program relawan seperti apa yang ingin kamu ikuti agar dapat mengembangkan soft skill yang diminati, hal ini juga bertujuan untuk mencegah miskomunikasi dan kenyamanan ketika kamu sedang menjalaninya. Niat membantu sesama itu harus dari hati, sob. Kalau terpaksa cuma gara-gara salah pilih program relawan, nggak hanya merugikan orang lain, tapi kamu juga merugikan diri sendiri dalam berbagai aspek.

Misalnya, kamu punya cita-cita untuk mejadi seorang dokter hewan. Agar sejalan dengan tujuan, program relawan yang paling tepat untuk kamu ikuti adalah program konservasi alam yang berfokus pada fauna dan habitatnya. Pastinya akan lebih tepat gun ajika dibandingkan kalau kamu ikutan program relawan pengajar muda, ‘kan?

2. Tahu bentuk kontribusi yang bisa kamu berikan

Salah saatu kesalahan yang sering dilakukan para relawan adalah mengatakan “saya ingin ikut terlibat dan memberikan suatu kontribusi terhadap lingkungan”.

Well, sejujurnya hal ini nggak salah, sih. Niat untuk membantu itu memang bagus, tapi kalau bisa coba, deh, lebih dispesifikkan lagi. Misalnya, terlibat dalam hal apa? Berkontribusi dalam bentuk apa?

Terkadang para relawan (apalagi yang masih pemula) bisa kebingungan ketika berangkat menjadi relawan hanya dengan modal perkataan tersebut. Hendaknya, kamu harus menyesuaikan kontribusi yang bisa kamu berikan dengan kemampuan apa yang kamu punya saat ini. Emang, sih, tujuan ikut program relawan untuk meningkatkan soft skill. Tapi, kalau kamu bener-bener clueless, boro-boro bisa ningkatin soft skill. Mungkin untuk bisa survive di minggu pertama aja rasanya udah berat banget.

Bantuan itu hendaklah berupa sesuatu yang mampu dan sanggup kamu berikan. Kalau kamu sampai maksa melakukan sesuatu yang nggak mampu dan sanggup kamu lakukan, bukannya malah ngebantu, tapi bisa-bisa kamu malah nyusahin.

3. Kenali apa yang akan kamu hadapi

3

Eniwei, volunteering itu bukanlah komitmen yang sepele. Jangan sampai tekad kamu keburu goyah cuma gara-gara kamu memiliki ekspektasi yang terlalu muluk, karena pada kenyataannya menjadi relawan di lapangan itu nggak akan seperti yang kamu bayangkan.

Penting banget untuk kamu mencaritahu lebih dalam mengenai apa yang akan kamu hadapi di lapangan nanti agar kamu merasa lebih siap memberikan seratus persen tenaga dan kemampuan kamu sebagai seorang relawan.

Selain itu, persiapan ini akan membuat kamu lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru sehingga nggak menimbulkan hambatan berarti ketika melaksanakan tugas. Informasi paling dasar seperti iklim, kondisi lingkungan, dan karakteristik masyarakatnya akan sangat berguna dalam berbagai hal yang bahkan mungkin nggak kebayang oleh kamu.

4. Pentingnya koneksi sesama relawan

Seperti halnya kegiatan-kegiatan pengembangan diri lain, kamu nggak boleh melewatkan aspek networking yang ada dalam program relawan. Kenapa?

Pertama, tentunya networking antar para relawan akan sangan banyak membantu kamu (apalagi yang masih pemula dalam dunia per-volunteer-an) dalam memberikan berbagai tips dan trik cantik untuk bisa menjadi relawan yang jempolan. Kalau bisa diprospekin untuk jadi mentor, makin kece lagi, deh.

Kedua, kamu bisa saling bertukar pengalaman sebagai relawan mengenai skill dan pelajaran hidup apa aja yang sudah kalian dapatkan selama ber-volunteer ria. Perbanyak, deh, tanyakan soal latar belakang mereka dalam menjadi relawan. Pastinya bakal membuat kamu makin terinspirasi.

Dan yang ketiga, para relawan yang sudah berpengalaman pastinya bisa menjadi salah satu kunci pembuka jutaan kesempatan yang bisa kamu gunakan untuk menentukan jalan karier. Siapa tahu dengan memperluas jaringan kamu ke sesama relawan, kamu bisa mendapatkan kesempatan untuk menjajaki hal baru yang membawa kamu kesuksesan di masa depan!

5. Semua ditanggung sendiri!

5

Terakhir nih, gaes, yang nggak penting. Kamu harus paham kalau kegiatan relawan adalah program yang sepenuhnya dari kamu, oleh kamu, dan untuk kamu. Alih-alih program magang yang identik dengan kompensasi, kamu nggak akan mendapatkan keuntungan materi apa pun. Yang ada, bisa-bisa malah kamu yang bakal ngabisin banyak modal buat ikutan volunteering.

Eits, tapi jangan sampai kamu mengurungkan niat untuk menjadi relawan karena hal ini, lho, ya. Dibandingkan dengan materi dan tenaga yang kamu kerahkan, sesungguhnya kamu akan mendapatkan banyak banget dan pelajaran yang nggak ternilai harganya lewat kegiatan ini.

Banyak banget, lho, tokoh dunia yang menjadi relawan ketika masa gap year-nya—seperti Steve Jobs dan Benedict Cumberbatch—mengaku mendapatkan pengalaman once-in-a-lifetime yang berperan besar dalam pencapaian kesuksesaanya seperti saat ini. Nah, siapa tahu jalan kesuksesan kamu juga berawal dari sini.

Intinya, lakukan kegiatan ini jika niat kamu benar-benar berasal dari hati nurani. Ketika kamu melakukan kebaikan untuk bersama tanpa pamrih, kamu akan mendapatkan suatu kebahagiaan tersendiri yang nggak bisa kamu dapatkan dari mana pun. Saik!

(sumber gambar: ymca.ca, tumblr.com, gofundme.com, sntnetwork.co.uk)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | 1 hari yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 4 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 5 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 5 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1