10 Tips Jalan-Jalan Hemat Buat Mahasiswa

Kesibukan sekolah, kuliah atau kerja tentunya bikin kita perlu sesekali bersantai. Apalagi, mumpung masih muda gini, banyak banget tempat di dunia yang seru untuk jadi tempat check-in medsos dijelajahi, baik di dalam maupun luar negeri.

Tapi oh tapi, jalan-jalan nggak murah, sob! Maka kendala standar anak muda kalau mau jalan-jalan adalah… budget! Andaikan Lombok, Taman Laut Bunaken atau Paris (Prapatan Ciamis?) bisa ditempuh pake sepeda. Huft.

Eits, jangan syedih! Youthmanual punya tips menekan budget jalan-jalan buat kamu.

1. Rencanakan perjalanan dengan niat!.

a. Buatlah itinerary alias rencana perjalanan dengan niat sepenuh hati dan jiwa! Dari awal, tentukan tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi, lalu silahkan browsing segala hal tentang tempat-tempat tersebut.

b. Catat nomor kontak semua tempat tujuan wisata kamu, buat jaga-jaga aja kalau kamu butuh info penting dari mereka.

c. Kalau kamu bikin reservasi—hotel, transportasi, atau apapun—secara online, catat contact number setiap situs booking tersebut. Pastikan juga tanggal dan nama reservasi yang tercantum sudah benar nama kamu! ‘Kan nggak lucu, kalau kamu ditolak check-in hotel gara-gara nama kamu nggak terdaftar.

d. Bekali dirimu dengan peta lokal dan jadwal angkutan umum untuk getting around. Peta lokal bisa dilihat di Google atau silahkan comot di tourism information saat kamu sampai di tempat tujuan.

e. Last but not least, cari tau cuaca di saat kamu melakukan perjalanan nanti. Jangan sampai bawa jaket tebal, ternyata cuaca panas bak Tanjung Priok jam 12 siang. Atau sebaliknya, cuma bawa cardigan selembar, ternyata cuacanya dingin dan berangin!

Nih, intip aplikasi yang bisa memudahkan kamu membuat itinerary.

2. Manfaatkan apa yang bisa dimanfaatkan

a. Biasanya, beberapa objek wisata memberikan diskon tiket masuk kalau tiketnya dibeli dalam bentuk paket. Misalnya, tiket museum A jadi lebih murah kalau belinya digabung dengan tiket museum B.

b. Ada tempat-tempat wisata yang menawarkan diskon atau akses gratis bagi mahasiswa atau pelajar. Misalnya, galeri atau museum tertentu. Coba riset dulu sebelum pergi.

c. Punya kenalan atau saudara yang tinggal di destinasi jalan-jalan kamu? Coba kontak, deh, trus minta tips-tips travelling dari mereka. Pastinya mereka lebih paham situasi serta punya banyak tips untuk menekan budget. Siapa tau malah ditawarin nginep di rumahnya? Lumayan banget bisa ngirit penginapan!

3. Nggak usah gunakan tour guide

Banyak-banyaklah berinteraksi dengan penduduk lokal agar tau cerita di tempat-tempat yang kamu kunjungi. Kadang perspektif pengunjung memberikan lebih banyak hal menarik dibandingkan keterangan dari tour guide atau pemandu wisata yang begitu-begitu aja. Gratis, pula!

4. Pilih tanggal low season

Usahakan hindari jalan-jalan saat musim liburan. Soalnya, selain tempat wisata pasti jadi ramai turis, semua harga—tiket pesawat, akomodasi, bahkan jajanan—juga jadi lebih mahal. Bahkan menurut Oxford bibliographies, saat musim liburan tertentu, tingkat kriminalitas meningkat, lho! So choose your vacation time wisely.

5. Hostel, bukan hotel

Menginap di hostel tentunya jauh lebih murah daripada menginap di hotel. Hostel murah dan nyaman sudah banyak bertebaran di mana-mana, kok.

Trus, meskipun hostel adalah penginapan murah meriah, jangan khawatir soal keamanan barang-barang pribadi, karena biasanya mereka menyediakan loker dengan kunci masing-masing.

Tapi untuk privacy dan kenyamanan, lain cerita ya, sob. Di hostel, sebuah kamar atau dormitory biasanya terdiri dari enam sampai sepuluh tempat tidur untuk di-share dengan tamu-tamu lain. Kamar mandinya juga sharing, dan berada di luar kamar. Jadi jangan harap bisa nyetel dangdut keras-keras dari handphone sebelum tidur, kentut sembarangan, atau bebas lari-larian pake kancut aja di kamar. Hiii!

6. Nggak usah beli peralatan khusus travelling, cukup pinjam saja

Biasanya, ketika mau travelling, kita gatel ingin beli banyak perlengkapan untuk perjalanan tersebut. Apalagi kalau perjalanannya bersifat menantang, seperti hiking ke gunung, diving, atau pergi ke rumah mantan (itu termasuk perjalanan menantang, lho!). Pasti kita merasa perlu beli printilan pelengkap.

Namun sebenarnya kita bisa sewa atau pinjam barang-barang tersebut. Misalnya, kalau mau mendaki gunung, carrier dan sleeping bag-nya pinjem aja. Uangnya ‘kan lebih baik dialokasikan untuk mengunjungi tempat-tempat lain.

7. Bawa perbekalan

Saat travelling, saya biasanya bawa ransum untuk bekal selama perjalanan. Makanan-makanan yang cocok untuk dibawa adalah makanan yang tahan lama, seperti kering kentang, ikan teri, mie instan cup, serta roti. Dengan bawa bekal, kita jadi bisa mengurangi budget beli makanan. Hemat, deh!

Ketika harus makan di luar, saya sarankan hindari makan di restoran. Coba makan di vendor pinggir jalan, deh. Tentunya pilih yang bersih, ya. Selain lebih murah, kamu juga jadi bisa nyicipin makanan khas setempat.

8. Jangan remehkan the power of walking

Saat plesir, kamu nggak harus selalu masuk ke tempat-tempat wisata berbayar, lho. Sekedar jalan kaki keliling kota pun asik. Kamu jadi bisa menyerap suasana lokal sepenuhnya, nonton aksi para street performers, menikmati street art, juga mengeksplor arsitektur atau tata kota yang ada. Dan yang terpenting, semuanya gratis!

9. Gunakan transportasi publik

Untuk getting around, naik “angkot” setempat pastinya lebih hemat daripada naik taksi. Memang, sih, kita jadi harus ekstra hati-hati, karena transportasi publik seringkali jadi lokasi kejahatan.

10. Mau beli suvenir? Belilah di pasar!

Suvenir yang dijual di pasar jelas jauh lebih murah dibandingkan yang dijual di toko. Lagipula, barang-barang pasar nggak berarti jelek, lho. Kita cuma musti lebih jeli memilih dan pandai menawar.

Biar begitu, nggak semua pasar lokal itu murah, sih. Ada aja pasar yang sudah sangat komersil terhadap turis, sehingga harga barang-barangnya tetap mahal. Riset harga dulu sebelum membeli, ya!

Saya sendiri hobi beli suvenir murah tapi unik tiap jalan-jalan. Nggak hanya itu, saya juga lalu beli kartu pos setempat untuk nulis cerita singkat tentang perjalanan saya. Lalu keduanya saya jadikan oleh-oleh untuk teman di rumah. Seringkali, yang penting buat teman bukan nilai oleh-oleh yang kita bawa, lho, tetapi fakta bahwa kita ingat dia saat sedang jalan-jalan. Eciyeee…

 

(Sumber foto: blogspot, happy holiday, thedatingdivas, wikimediainfopendaki.com, inetours, efa.edufineartamerica )

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 1 bulan yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1