Menu

5 "Ketakutan" Mahasiswa Baru dan Cara Menghadapinya

Insecurity atau perasaaan tidak aman merupakan suatu hal yang sangat wajar dan juga sering sekali muncul di dalam diri seseorang. Biasanya, insecurity muncul ketika kamu merasa asing di tempat yang baru, ketika kamu merasa tidak dapat melakukan sesuatu, tidak percaya diri dan sebagainya.

Tahu kah kamu, gaes? Perasaan insecure ini juga dapat muncul, lho, ketika kamu baru menjadi seorang MABA alias Mahasiswa Baru. Bagaimana tidak? Ketika kamu menjadi MABA, kamu harus meninggalkan segala tempat yang familiar buat kamu di SMA, kamu juga tidak akan bertemu dengan teman-teman SMA-mu setiap hari dan kamu tidak akan diajarkan oleh guru-guru yang sudah mengenalimu.

Bahkan, bagi kamu yang seorang MABA perantauan, pastinya, kamu pun harus meninggalkan rasa aman dari rumah yang dimana kamu tahu, bahwa kamu dicintai di rumah tersebut. Kamu harus belajar beradaptasi di lingkungan yang baru, belajar berteman dengan orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda, belajar untuk mengurus diri sendiri dan sebagainya.

Nah, karena menjadi MABA merupakan suatu hal yang benar-benar baru dalam kehidupanmu, pastinya, kamu akan merasakan beberapa ke-insecure-an terhadap dunia kampus.  Hmm… Merasa insecure karena apa saja, ya?

1. Jauh dari rumah dan merasa sendiri

merasa sendirian

Buat kamu yang seorang maba perantauan, jauh dari rumah untuk pertama kalinya, pasti, sangatlah berat. Bagaimana tidak? Yang biasanya kamu selalu dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu seperti orangtuamu dan juga saudara-saudaramu, tiba-tiba, kamu harus tinggal sendirian di wilayah yang asing.

Yang biasanya kalau kamu lapar, ada Ibumu yang akan memasakkan makanan untukmu, sekarang kamu harus masak sendiri atau beli di warung. Yang biasanya keadaan rumah ramai dengan candaanmu dengan saudara-saudaramu, sekarang terasa sangat sepi. Pastinya, kamu akan merasa seperti rindu rumah atau bahkan muncul sebuah pertanyaan di kepalamu tentang apakah kamu bisa bertahan dengan kondisi yang seperti ini?

Well, perasaan-perasaan homesick, merasa sendiri dan sebagainya sangatlah wajar, gaes, bagi kamu yang baru menjadi seorang maba perantauan. Agar perasaan insecure ini tidak lama bersarang di dirimu, cobalah kamu mulai berinteraksi dengan tetangga kostan barumu. Selain itu, kamu juga bisa, kok, jalan-jalan di sekitar kostan barumu. Dengan aktivitas tersebut, lama kelamaan kamu akan kenal dengan lingkungan barumu, gaes, sehingga nantinya perasaan insecure-mu akan menghilang dengan sendirinya.

2. Takut tidak menemukan teman yang seru

takut tidak dapat teman

Ketika kamu harus berada di tempat yang baru, pastinya, kamu harus memulai kembali semuanya dari awal. Begitu pun dengan pertemanan. Saat kamu di SMA, kamu sudah memiliki banyak sekali teman dan juga sahabat yang menyenangkan. Lalu, bagaimana dengan di kuliah? Apakah kamu yakin kamu bisa mendapatkan teman yang sama menyenangkannya dengan temanmu di SMA?

Terkadang, perasaan insecure seperti itu akan muncul ketika kamu harus berada di tempat yang baru. Hmm… Lupakan perasaan insecure itu! Kamu nggak akan tahu, gaes, apakah kamu akan mendapatkan teman yang menyenangkan atau tidak, kalau kamu tidak mencobanya terlebih dahulu. Bagaimana kamu akan tahu, kamu akan memiliki teman atau tidak kalau kamu belum mencobanya?

Nah, daripada merasa insecure, nanti setelah kamu masuk kuliah, cobalah beramah tamah dengan banyak orang, gaes. Jangan main gadget melulu, ya, karena ketika kamu main gadget dan nggak aware dengan keadaan sekitar, yang ada kamu akan melewatkan kesempatan untuk berteman dengan orang-orang baru di kuliahanmu.

3. Takut bertemu dengan dosen yang killer

dosen killer

To be honest, gaes… Dosen killer itu memang ada di dunia perkuliahan. Ada yang killer karena suka tiba-tiba menanyai materi mata kuliah, ada yang killer karena suka marah-marah kalau ada yang tidak sesuai dengan kemauannya dan ada juga yang killer karena pelit sekali memberikan nilai yang bagus. Sebagai maba, wajar kok, kalau kamu merasa insecure karena dosen yang memiliki tipe seperti ini.

Akan tetapi, yang perlu kamu ingat adalah dosen killer juga memiliki alasan, kok, kenapa mereka harus killer seperti itu. Biasanya, dosen memilih untuk menjadi killer agar mahasiswa segan dengan dirinya dan terus memperhatikannya ketika ia sedang mengajar di kelas. Ada juga, kok, dosen yang killer di kelas tetapi ketika kamu bertemu di luar kelas, eh ternyata, sang dosen ramah sekali.

Agar kamu terlepas dari rasa insecure ini, cobalah kamu pahami kemauan dari dosen-dosen killer tersebut. Kamu bisa, kok, nanya-nanya dengan seniormu tentang dosen-dosen yang kamu anggap killer itu. Setelah kamu lebih mengenal dosen killer tersebut, kamu bisa menyusun strategi agar kamu tidak kena marah atau mendapatkan nilai jelek dari dosen killer tersebut.

4. Takut tidak bisa mengikuti pelajaran

tidak bisa mengikuti pelajaran

Dulu, waktu saya masih seorang maba, saya juga merasakan hal insecure seperti ini. Banyak orang yang bilang kepada saya kalau cara belajar di kuliahan memang berbeda seratus delapan puluh derajat dari cara belajar di sekolah.

Saat pertama kali masuk kuliah dan bertemu dosen pun, saya juga masih merasa insecure, lho, gaes, karena omongan dari orang-orang tersebut. Saya takut kalau tiba-tiba ditunjuk dan disuruh menjawab pertanyaan dari sang dosen.

Tapi nyatanya, ketika sudah dijalani berkali-kali, saya bisa-bisa saja mengikuti pelajaran di kuliah. Memang, sih, cara belajar di dunia sekolah dan di dunia kuliah sangatlah berbeda. Ketika kamu belajar di dunia kuliah, kamu lebih dibebaskan untuk mencari tahu tentang suatu hal yang sedang kamu pelajari. Tidak seperti di sekolah yang dimana kamu seratus persen diajarkan oleh para guru.

Saran saya, agar kamu bisa mengikuti pelajaran, cobalah lebih aktif untuk membaca buku, mencari tahu hal yang sedang dipelajari di internet, menanyakan hal yang tidak kamu mengerti kepada dosen dan sebagainya. Dengan aktivitas tersebut, saya yakin pasti kamu bisa mengikuti pelajaran di kuliah.

5. Takut nggak bisa dapet nilai bagus

dapat nilai jelek

Iya sih, ketika di dunia kuliah, nggak akan ada lagi wali kelas yang akan membantumu untuk memberikanmu nilai yang bagus. Dosen di dunia kuliah, biasanya memang lebih sadis, gaes, ketika memberikan nilai di bandingkan guru di sekolah. Namun, hal yang perlu kamu ingat adalah semuanya balik lagi kepada dirimu sendiri.

Kalau kamu rajin masuk kelas, aktif di kelas baik itu bertanya maupun menjawab, tidak melakukan plagiarisme, selalu berusaha dan sebagainya, dosen pun akan melihat usahamu, kok. Mereka pasti akan memberikanmu nilai yang bagus kalau kamu tidak membuat masalah di dunia perkuliahan.

***

Merasa insecure memang wajar, tapi jangan sampai kelamaan dan mempengaruhi perkembanganmu di dunia perkuliahan ya, gaes. Dunia perkuliahan merupakan dunia yang dimana kamu harus berkembang dan juga bersenang-senang. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: studybreaks.com, crosswalk.com, psychologicalscience.org, youtube.com, flickr.com)

LATEST COMMENT
Aisyah Galuh | 5 jam yang lalu

Saya juga suka jasa titip. Tapi biasanya jastip saya dari toko online kemudian saya jual ke teman teman dengan menaikkan harga. Lumayan sih untungnya

10 Ide Bisnis Buat Mahasiswa dan Pelajar yang Nggak Menyita Waktu (Bagian 2)
Obbi Handira | 17 jam yang lalu

Program Pascasarjana S2 Terbaik di Sumatera Utara adalah Perguruan Tinggi Swasta Universitas Medan Area yang sudah Terakreditas A oleh BAN-PT, informasi lengkap kungjungi www.uma.ac.id dan pasca.uma.ac.id

Perguruan Tinggi dengan Jurusan Agribisnis Terbaik
Obbi Handira | 2 hari yang lalu

Program Studi Ilmu Komunikasi terbaik ada di Perguruan Tinggi Swasta Universitas Medan Area dan sudah terakreditasi A oleh BAN-PT Tahun 2019, informasi lengkap kunjungi www.uma.ac.id dan fisip.uma.ac.id

Jurusan Ilmu Komunikasi Terbaik di Indonesia Beserta Pilihan Kampus dan Prospek Kerjanya
Genius Revanza | 3 hari yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©