Menu

Perempuan Sukses di Startup dan Industri Teknologi

 

Kalau ngomongin orang-orang sukses di balik industri teknologi, biasanya yang disebut adalah Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Bill Gates, Elon Musk, hingga Nadiem Makarim. Tebak apa kesamaan mereka? Yup, semuanya COWOK. Yakin hanya para cowok yang hebat di industri dan startup teknologi?

Sosok perempuan yang berjaya startup dan industri berbasis teknologi berikut ini bakal mengubah pandangan kamu.

Sheryl Sandberg

sheryl sandberg

Rasanya pantas dikatakan kalau Facebook bisa sebesar sekarang, hingga membeli Instagram, berkat peran wanita lulusan Ekonomi Harvard University ini. Menurut Forbes, semenjak Sheryl gabung di Facebook tahun 2008 lalu, ia telah membantu meningkatkan pemasukan perusahaan hingga 66 kali lipat! Sheryl menjabat sebagai COO (Chief Operating Officer), di mana ia melakukan pembenahan di hampir semua lini perusahaan. Alhasil, Facebook pun makin sukses.

Tahun 2012, Sandberg terpilih menjadi wanita pertama yang duduk dalam Board of Directors Facebook. Sheryl juga mendirikan Lean In Foundation, sebuah organisasi yang mengkampanyekan dukungan kepada perempuan bekerja. Lean in juga memilki divisi Computer Science and Engineering untuk membantu perempuan yang belajar teknik dan ilmu komputer. Yup, soalnya masih sedikit perempuan yang bergelut di bidang teknologi, khususnya di bagian teknis.  

Sejak remaja Sheryl memang sudah menonjol. Ia selalu menjadi juara kelas. Ketika kuliah di Harvard, Sheryl lulus dengan predikat Summa Cum Laude. Perempuan yang pernah bekerja di Google ini kemudian mendapatkan predikat M.B.A dari Harvard Business School.

Shinta Dhanuwardoyo

shinta dhanuwardoyo

Tahu nggak kalau salah satu perusahaan digital pertama di Indonesia didirikan oleh seorang perempuan? Shinta Dhanuwardoyo mendirikan bubu.com di tahun 1996. Yoi, pas kamu belum lahir, Shinta udah getol mengembangkan usaha berbasis teknologi. Keren, ‘kan? Selama 20 tahun, perusahaan ini berevolusi dari agensi yang khusus mendesain website menjadi digital agency yang menangani berbagai macam kampanye digital.

Perempuan yang masuk dalam daftar  99 Most Powerfull Women oleh Globe Asia serta Inspring Women Honor Roll oleh majalah Forbes ini juga aktif di kegatan pengembangan teknologi. Di antaranya, menjadi mentor sekaligus penanam modal untuk startup di bidang Teknologi, inisiator event digital IDByte, serta mengelola Silicon Valley Asia Technology Alliance (SVATAA). SVATAA ini bertujuan menjembatani startup di Indonesia dengan pusat startup dunia, Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

Shinta juga menjadi cofounder sekaligus CEO Sqeeqee, social commerce platform terbaru di mana anggotanya bisa mempromosikan skill dirinya untuk memperoleh penghasilan. Perempuan yang juga menjadi anggota Kamar Dagang Indonesia ini merupakan lulusan jurusan Arsitektur dari Universitas Oregon dan melanjutkan ke jurusan Bisnis Internasional di Portland State University, Amerika Serikat.

Marissa Mayer

Marissa merupakan sosok penting di Silicon Valley, daerah yang menjadi pusat perusahaan teknologi di dunia. Tahun 1999, ia bergabung dengan Google, masuk dalam 20 pegawai paling awal sekaligus menjadi pekerja perrempuan pertama di bagian teknik. Ia sempat menjadi eksekutif dan juru bicara Google, sebelum pindah ke Yahoo! dan akhirnya menjadi Presiden sekaligus CEO. Kabar terakhir, Marissa akan turun dari jabatan CEO bersamaan dengan diberlinya Yahoo! oleh Verizon.

Salah satu kebijakan Marissa yang pro perempuan ketika memimpin Yahoo! adalah menambahkan jatah cuti melahirkan serta memberi bonus tambahan kepada pegawai yang baru memiliki anak.

Ketika remaja, Marissa aktif dan cerdas. Ia tergabung dalam klub cheerleader dan tim debat sekolah. Jangan tanyakan pula soal nilai-nilainya di kelas. Pokoknya canggih abis, lah! Lulus SMA, Marissa mengambil jurusan Kedokteran di Standford University, tapi akhirnya dia pindah mengambil studi Symbolic Systems yang merupakan gabungan antara ilmu psikologi, linguistik dan teknologi. Ia kemudian menyelesaikan studi master jurusan Ilmu Komputer serta melakukan berbagai riset yang terkait dengan teknologi.

Kerennya lagi, Marissa memegang beberapa paten atas inovasi dan temuannya di bidang teknologi. Ia pun memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Illinois Institute of Technology.

Diajeng Lestari

diajeng lestari

Alumni SMAN 61 Jakarta dan FISIP Universitas Indonesia ini adalah CEO HiJup.com. Diajeng sempat bekerja sebagai marketing researcher, kemudian ia keluar dari pekerjaannya dan membuat e-commerce business to customer, alias semacam "mall online" di tahun 2011. Ketika itu, startup dengan konsep dan segmen seperti HiJup yang menarget pasar busana muslim dan merangkul brand muda tanah air serta tergolong unik. Nggak heran kalau HiJup cepat dikenal dan berkembang pesat.

Mungkin nggak banyak yang tahu bahwa Diajeng nekad mendirikan HiJUp dengan hanya dibantu dua karyawan, bagian gudang dan bagian admin. Sudah begitu salah satunya mengundurkan diri ketika baru sehari bekerja. Waduh! Pokoknya , di awal Diajeng mengerjakan segala sesuatunya sendiri, mulai dari menjadi stylist, bertemu brand, hingga nempelin label pada baju. Fiuh!

Kini HiJup menjadi salah satu startup top, yang tenant-nya (brand) terus bertambah dari semula hanya 14 menjadi 300 bahkan lebih! HiJup juga memiliki Youtube channel dan online magazine.

***

Masih baaaanyak lagi perempuan yang berkiprah di bidang teknologi di dunia maupun di Indonesia, walaupun jumlahnya masih agak jomplang dibandingkan yang cowok. Di Silicon Valley misalnya, pekerja perempuan di perusahaan teknologi ada sekitar 30 persen.

Banyak pula organisasi dan kegiatan yang memberikan dukungan pada perempuan untuk berkarya di industri teknologi, di antaranya adalah Leanin.org dan Girls In Tech Indonesia.

Gimana, kamu tertarik bekerja di bidang teknologi?

(sumber gambar: news.standford.edu, tech.firstpost.com, today.com, richtopia, techinasia.com)

LATEST COMMENT
Miltato | 16 jam yang lalu

apa bisa anak ipa masuk ke ilmu komunikasi?

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Nanda Abdullatif | 18 jam yang lalu

Setauku sttn bayar, tapi lebih murah dari ptn dan banyak beasiswa yang tawarkan

Ini Dia 7 Perguruan Tinggi Kedinasan Yang Nggak Kalah Kece Dari Perguruan Tinggi Negeri!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©