Profesiku: IT Service Management Consultant, Vincentius Henry

Belakangan ini, jurusan Teknik Komputer (Computer Engineering) sedang naik daun—baik di kalangan calon mahasiswa yang akan memilih jurusan kuliah ataupun perusahaan dari berbagai industri yang membutuhkan lulusan Computer Engineering. Khususnya untuk calon mahasiswa (seperti kamu), informasi seputar jurusan Computer Engineering mulai dari mata kuliah sampai prospek kariernya di masa depan adalah sesuatu yang sedang kamu cari-cari.

Meskipun bukan jurusan baru, lulusan Computer Engineering masih terbilang kurang mendapatkan spotlight, bahkan saat jurusan ini sedang populer dan cukup diminati. Nggak heran kalau kamu akan menemukan sedikit kesulitan untuk mendapatkan informasi yang lengkap seputar jurusan Computer Engineering.

Tapi jangan khawatir, terutama untuk kamu yang ingin tahu banget mengenai prospek kerja lulusan Computer Engineering, ada Vincentius Henry yang dengan senang hati berbagi pengalamannya dengan kamu. Simak cerita alumni Teknik Komputer (Computer Engineering) BINUS University yang pernah bekerja sebagai IT Service Management (ITSM) Consultant di IBM Indonesia di bawah ini.

Profesiku:

“Information Technology Service Management Consultant (ITSM Consultant). Seorang ITSM Consultant dituntut untuk paham mengenai best practice suatu sistem komputer yang akan diterapkan pada kebutuhan klien.

Selama saya bekerja sebagai ITSM Consultant, saya ditempatkan pada proyek Chevron Pacific Indonesia untuk menerapkan best practice sistem ITSM berdasarkan ITIL (Information Technology Infrastructure Library)”

Tugas sehari-hari:

“Sebagai ITSM Consultant, tugas dan pekerjaan sehari-hari bisa dibilang tidak menentu! Yang saya kerjakan setiap harinya tidaklah sama, tergantung “peran” yang diberikan kepada saya pada masing-masing proyek.

Namun umumnya dalam setiap proyek yang melibatkan saya, saya menganalisa kondisi sistem saat ini ada dan terjadi di dalam sistem yang menjadi proyek klien terkait apa yang sudah bagus dan apa yang masih perlu di-improve. Setelah itu, barulah saya memberikan masukan ke klien tentang bagaimana kondisi ideal yang seharusnya diimplementasi berdasarkan ITIL Theory.”

it consultant vincentius henry

Alasan memilih untuk bekerja di profesi ini:

“Ketika kuliah, saya mengambil jurusan Computer Engineering di BINUS University dan mengambil peminatan networking, yang pada dasarnya memang memiliki prospek untuk bekerja di bidang IT.

Sebenarnya hal yang saya lakukan selama menjadi ITSM Consultant tidak ada dalam mata kuliah mana pun selama saya berkuliah. Saat pertama kali kerja saya masuk sebagai System Administrator, saya menemukan banyak sekali flow sistem yang tidak saya mengerti. Sebagai engineer sejati, tentunya saya penasaran, dong. Setelah saya telusuri flow tersebut adalah flow ITIL Theory, dan ternyata merupakan salah satu best practice yang dipakai di dunia per-IT-an (sekitar 90% perusahaan global sudah memakai konsep ini). Karena itulah saya tertarik untuk belajar hal baru ini dari nol. Saya memberanikan diri untuk ambil ujian sertifikasi internasional untuk membuktikan bahwa saya layak untuk menjadi seorang ITSM Consultant.”

Modal untuk menjadi seorang ITSM Consultant:

“Tentunya skill dalam hal analisa, troubleshooting, dan komunikasi yang tidak boleh kurang sedikit pun. Sebagai ITSM Consultant tentunya klien yang dipegang tidak hanya 1, bisa saja ada 3 bahkan 10 klien sekaligus!

Tantangan yang akan dihadapi ketika berhadapan dengan masing-masing klien tentunya berbeda. So, kita harus mampu menganalisa dengan baik permasalahan apa yang terjadi di masing-masing proyek dan bagaimana kita dapat melakukan improvement untuk permasalahan tersebut menggunakan keahlian yang kita miliki. Selanjutnya nggak lupa untuk mengkomunikasikan improvement tersebut dengan klien, karena itu skill komunikasi disini sangatlah dibutuhkan.”

Tahapan untuk mencapai posisi tertentu di bidang profesi ini:

“Kamu bisa memulai dengan mengantongi ijazah Pendidikan Tinggi, jenjangnya pun tergantung kebutuhan masing-masing bidang. Tapi umumnya persyaratan untuk menjadi seorang konsultan bersertifikasi adalah menyelesaikan pendidikan setara S1 alias sarjana.

Untuk menjadi ITSM Consultant, kebanyakan fresh graduate memulai kariernya dari bawah sebagai seorang engineer. Jika pengalaman yang didapatkan selama menjadi engineer dirasa cukup, mereka bisa mengambil ujian sertifikasi international untuk teori yang ingin diambil (umumnya ITIL, COBIT 5, dan ISO 20000) untuk mendapatkan titel konsultan bersertifikasi.”

Suka duka bekerja menjadi seorang ITSM Consultant:

“Yang saya sukai selama bekerja sebagai ITSM adalah dapat bertemu dengan banyak orang, dapat masuk dalam industri yang berbeda beda, dan dapat memimpin sebuah team. Tapi yang paling berkesan adalah ketika improvement yang telah berhasil saya buat dan diimplemetasikan oleh klien dapat membawa banyak manfaat untuk mereka.

Kalau soal dukanya mungkin ada kendala yang lumayan “menganggu” di dunia kerja, yaitu ketika saya mengajukan suatu perubahan untuk membuat sistem kerja menjadi lebih baik, namun pihak yang diajak untuk bekerjasama lebih memilih menutup mata daripada berubah. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan pendekatan diluar jam kantor, namun hal ini tentunya membutuhkan usaha yang tidak sedikit.”

Miskonsepsi umum tentang profesi ini:

“Ketika mendengan profesi ini, kebanyakan orang yang saya temui pasti berpikir: “tim ITSM hanya akan membuat pekerjaan tim yang lain menjadi sulit”, “tim ITSM hanya untuk kalangan atas karena sertifikasi yang mahal”, atau sempat juga mendengar “tim ITSM cuma tim hura-hura karena jarang ngantor!”

Pertama, memang betul mengikuti sertifikasi untuk menjadi ITSM Consultan memakan biaya yang cukup mahal. Tapi coba pikirkan dari sudut pandang seperti ini: harga yang harus saya bayar hari ini adalah investasi untuk masa depan. Terbukti, kok, setelah mengikuti sertifikasi, pendapatan yang saya dapatkan sebagai konsultan juga jauh meningkat dibanding sebelum sertifikasi dan masih jadi engineer biasa.

Tim ITSM cuma tim hura-hura? Mungkin anggapan ini muncul karena seorang ITSM Consultant tidak diwajibkan untuk bekerja 9-to-5 di kantor. Meskipun begitu, kita masih punya tanggung jawab untuk bekerja menyelesaikan proyek klien dan tanggung jawab lainnya. Kalau harus meeting dengan klien ya harus datang ke lokasi dan di waktu yang disetujui, kalau klien sedang membutuhkan bantuan mendadak di luar jam kerja harus kita layani. Jika sedang senggang seperti menyusun flow, proposal, atau konsep lainnya, kita bisa kerjakan di kedai kopi favorit masing-masing. Yang penting kerjaannya kelar.

Tim ITSM membuat pekerjaan tim lain menjadi sulit? Kita memang bertanggung jawab untuk mengimplementasi flow sistem komputer yang sebelumnya sudah singkat namun berbahaya menjadi jauh lebih singkat singkat namun sangat aman. Jika sedikit mempersulit tapi mempermudah dalam banyak hal, apakah tidak worth it? Hehehe.”

it consultant binus university

Peran kampus dalam mendorong karier sebagai ITSM Consultant:

“Kurikulum yang digunakan di jurusan Computer Engineering BINUS University sendiri sudah cukup baik dalam memberikan kurikulum yang ada, karena konsep pembelajarannya itu seperti: apa yang belajar dikelas, silahkan praktikan di laboratorium. Bahkan beberapa mata kuliah diminta implementasi dengan membuat alat bersama kelompok untuk memberikan solusi dari permasalahan yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Jadi saya nggak pernah bertanya-tanya, “ini pelajaran gunanya apa, ya?”

Kalau kualitas pengajar di jurusan Computer Engineering di BINUS University, top abis! Dosen dan para pengajar sama sekali tidak keberatan membimbing kita dalam hal pelajaran bahkan dengan senang hari untuk support para mahasiswa di luar jam mengajarnya. BINUS University setiap tahun juga mengadakan job expo yang berisi perusahaan-perusahaan besar, bahkan memiliki job portal khusus untuk membantu para alumni mencari pekerjaan yang sesuai.”

Tips untuk anak muda yang tertarik untuk menjadi ITSM Consultant:

“Pertama, usaha tidak akan membohongi hasil. Terdengar klise, tapi ini ada benarnya, kok.

Kedua, konsisten untuk menyelesaikan apa yang telah kamu mulai. Dalam hal ini, selesaikan kuliah kamu apalagi ketika kamu sudah tahu betul bahwa apa yang kamu jalani sekarang adalah jalan untuk menuju apa yang kamu inginkan di masa depan. 

Ketiga, jangan pelit! Investasikan ke diri sendiri untuk pengetahuan tambahan yang berguna untuk karier di masa depan seperti dengan mengikuti training dan sertifikasi. Jangan pelit ilmu ke teman-teman, karena memulai networking sejak dini itu salah satu bentuk investasi yang nantinya akan terpakai di dunia kerja.

Keempat, IPK itu penting, tapi menurut saya yang lebih penting itu adalah sikap, kemampuan, dan pengetahuan. Nggak jarang saya bertemu dengan fresh graduate yang IPK tinggi banget tapi kalah sama yang IPK-nya biasa saja tapi usaha dan kerja kerasnya nyata bukan cuma angka semata.

Kelima dan yang paling penting, aktiflah mengikuti organisasi kampus yang ada, entah itu himpunan jurusan atau unit kegiatan mahasiswa lainnya. Nggak cuma sekadar ikut, tapi berusahalah menjadi bagian penting dalam organisasi tersebut. Kenapa? Karena disitulah modal fresh graduate berasal untuk di dunia kerja nanti, banyak permasalahan mulai dari sepele jadi drama, hingga hal-hal berat yang harus berhubungan dengan pihak luar kampus. Di dunia kerja permasalahan yang terjadi bukan hanya harus kelarin kerjaan, tapi bagaimana cara kita bisa bekerja sama dengan orang lain, menyelesaikan masalah dengan orang lain, dan bukan diam atau cuma bisa bilang “iya”.”

Baca juga:

(sumber gambar: dok. pribadi, cyberhelixtech.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1