Profesiku: Pemandu Tur, Nick Oducado

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi pemandu tur bersama Nick Oducado!

Nick Oducado (Nick) adalah seorang Pemandu Tur‍ yang bekerja di Perusahaan Jasa Wisata Roberts Hawaii, Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. In case you might not know, kepulauan Hawaii adalah salah satu area dengan konsentrasi turis terbesar di dunia.

Nick sudah menjalani profesi ini selama lebih dari 20 tahun, dan mengaku tidak pernah jenuh menjadi seorang pemandu tur. Simak rahasia anti jenuh Nick sebagai pemandu tur yang dideskripsikannya sebagai pekerjaan “aneh namun luar biasa” ini, yang dirangkum dari situs The Atlantic.

Profesiku:

“Pemandu Tur di Roberts Hawaii, yang berbasis di Honolulu, Hawaii.”

Tugasku sehari-hari:

“Saya membawa para turis yang tergabung dalam group tour menggunakan bus setiap harinya, dan menarasikan informasi wisata selama perjalanan.

Bisa dibilang, saya melakukan semua jenis wisata yang ditawarkan oleh Roberts Hawaii. Mulai dari tur Pearl Harbor—yang mengelilingi seluruh penjuru pusat kota; Chinatown, kawasan Istana, sampai National Memorial Cemetery. Jika pengunjung ingin wisata ke pulau-pulau yang ada di Hawaii, saya membawa mereka ke dalam tur Circle Island.

Saya juga melakukan tur Stars and Stripes—yaitu tur ke dalam kapal perang ikonik peristiwa Pearl Harbour, USS Missouri. Banyak kegiatan yang berbeda yang saya lakukan setiap harinya, tapi tidak ada yang tidak menyenangkan.”

1

Hal yang disukai selama menjalani profesi pemandu tur:

“Setelah berhenti menjadi aparat kepolisian, saya membawa sang istri untuk travelling selama beberapa waktu. Sekembalinya saya dari perjalanan, saya merasa saya harus melakukan sesuatu yang berarti (untuk mengisi keseharian saya). Bisa dibilang, saya mendapatkan ilham untuk menjadi seorang pemandu tur setelah travelling.

Saya merasa senang ketika melihat para wisatawan yang saya saling bercengrama dan bertukar informasi serta nilai-nilai histori dari apa yang sudah saya sampaikan. Ketika mereka menikmati keindahan alam Hawaii dan keramahan penduduknya, mereka tersenyum puas.

Di dunia yang penuh kecanggihan teknologi wisata ini, hal seperti itu rasanya sulit untuk didapatkan. Lihat saja kebolehan Google yang kini bahkan sudah bisa “menggantikan” pekerjaan saya sebagai pemandu tur, hahaha.

Akan tetapi, bagi saya, bagian paling berharga adalah ketika di penghujung hari saya berpamitan dan mengulurkan tangan saya untuk berjabat tangan, mereka malah merangkul saya. Artinya, mereka amat sangat menikmati perjalanan yang saya pandu. Hal itulah yang menjadikan saya tidak pernah jenuh—meskipun saya melakukan hal yang sama setiap hari. Technology just can’t do that.”

Kendala yang dihadapi selama menjadi seorang pemandu tur:

“Pastinya menjaga mereka untuk tidak molor dari penjadwalan tur. Karena perjalanan dilakukan berkelompok, pasti ada saja yang memiliki rencana pribadi lain di luar jadwal tur.

Saya tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkan mereka agar menepati jadwal, dan untungnya, sejauh ini hanya ada sekitar satu persen dari kelompok tur yang sudah saya pandu yang molor dari penjadwalan.

Trik lain yang saya lakukan adalah “merayu” mereka dengan makanan. Misalkan, mereka tidak boleh lupa waktu ketika asyik mencoba kacang macadamia gratis di suatu objek wisata. Jika mereka terlambat, saya akan membawa mereka langsung ke Waikiki. Jika tidak, saya janjikan kalau kita akan mampir ke vendor es krim nanas. Es krim memang nggak gratis, tapi siapa yang bisa menolak?”

2

Tips untuk anak muda yang ingin menekuni profesi ini:

“Yang terpenting adalah selalu update dengan informasi. Jadikan teknologi sebagai teman, bukan saingan. Inilah yang membuat profesi pemandu tur kini menjadi profesi yang aneh, namun luar biasa menurut saya.

Ketika saya membawa mereka berkeliling sambil bernarasi, nggak jarang mereka googling untuk memastikan bahwa informasi yang saya sampaikan benar adanya. Seringkali ketika saya bertanya seputar objek wisata, dan mereka bisa menjawab dengan benar. Ketika saya bertanya apakah mereka meng-googling jawabannya, mereka bilang “ya,” dan saya bilang “anda curang!”, dan mereka pun tertawa.

Lalu, ingat untuk selalu menikmati apapun yang kalian lakukan. Ketika kalian menikmatinya, mereka (para turis) pun turut menikmatinya. Make sure they’re having a good time.”

(sumber gambar: theatlantic.com, wordpress.com, truecapfce.net)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | kurang dari 1 menit yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 3 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 3 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 4 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1