Profesiku: Pengembang Aplikasi, Muhammad Nuruddin

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi iOS apps developer, yang ditekuni oleh Muhammad Nuruddin!

Muhammad Nuruddin Effendi, atau Uud (24 tahun), adalah seorang iOS apps developer alias pengembang aplikasi mobile berbasis iOS di perusahaan Female Daily. Uud juga seorang lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, jurusan Teknik Informatika, angkatan 2013. Kalau ditotal, Uud sudah bekerja di bidang IT selama lima tahun, tetapi baru kerja “kantoran” selama tiga tahun. Sementara selama dua tahun sisanya, Uud bekerja freelance.

Yuk, kenalan lebih lanjut dengan profesi iOS apps developer bareng Uud!

Profesiku:

“iOS developer, alias pengembang sistem operasi perangkat Apple Macintosh. Sekarang saya bekerja di Female Daily, sejauh ini baru bekerja selama empat bulan di sini.”

Tugasku sehari-hari:

“Saya bekerja dalam tim yang tugasnya khusus mengulik aplikasi mobile.

Jadi tujuan utama kami di sini adalah membuat aplikasi mobile situs Female Daily, yang lancar dan berfungsi di iOS dan Android.

Bidang tim saya kan mobile apps, jadi kita di FD tujuannya supaya FD punya apps di iOS dan Android. Dalam tim ini, ada dua orang yang mengembangkan iOS—alias sistem operasi perangkat Apple—dan ada dua orang yang mengembangkan sistem operasi Android.

Pekerjaan kami utamanya adalah menciptakan aplikasi mobile dengan cara meng-koding, pakai bahasa-bahasa kode yang “aneh-aneh”, hehehe. Jadi kerjaan kamu setiap hari, ya, duduk depan laptop, bekerja membuat aplikasi tersebut.

Setiap dua minggu sekali, saya dan tim membahas perencanaan. Di situ kami membahas, tugas spesifik apa saja yang harus kami kerjakan untuk dua minggu ke depan. Tugas ini bisa berubah-ubah setiap dua minggu, tergantung fitur apa yang perlu dikembangkan.

Misalnya, untuk dua minggu ini, saya mengerjakan fitur login dan fitur review di aplikasi Female Daily. Setelah itu, saya akan mengerjakan yang lain lagi.”

Modal yang diperlukan untuk profesi ini:

“Menjadi pengembang aplikasi mobile iOS—seperti saya—modalnya memang nggak sedikit, alias cukup mahal, karena karena pengembangan aplikasinya butuh MacBook. Nggak bisa laptop lain. Trus, kita juga butuh test device-nya, alias iPhone. Jadi, modalnya lumayan lah ya.

Tapi sebenarnya bisa diakali, kok! Dulu laptopku laptop Windows, dan nggak punya MacBook, padahal sudah tertarik menggali iOS. Dulu. Akhirnya, aku install sebuah software bernama Hackintosh, yang merupakan software third party “nggak resmi” dan bisa berfungsi seperti operating system Apple.

Dengan software ini, kita bisa menjalankan iOS di laptop non-Apple.

Kebetulan dulu aku belum punya dana untuk beli MacBook. Tapi meskipun saya mengulik dengan laptop Windows, saya tetap bisa mengembangkan operating system-nya Apple dengan Hackintosh itu.

Trus, kalau nggak punya device iPhone, nggak apa-apa, kok. Karena di Hackintosh, ada fitur sejenis simulator, dan kita bisa pilih devicenya. Misalnya, kita pilih iPhone 6. Nah, kita bisa menggarap aplikasi mobile berbasis iOS, sambil “seolah-olah” dicoba di iPhone 6.

Memang, sih, ada beberapa fitur iOS yang mungkin nggak bisa diulik di Hackintosh. Harus di device aslinya. Tapi menurutku, untuk awal-awal belajar iOS tanpa punya gadget Apple, itu cukup.

Intinya, kalau niat, pasti bisa dilakuin.

Nah, tadi ‘kan bicara modal hard skill. Untuk soft skill, modal utamanya adalah passion dan hasrat ingin terus belajar.

Sebetulnya, sih, kalau kita berniat mau bekerja di bidang apapun, kita harus tekun, teliti, dan rajin mempelajarinya. Nggak bisa langsung dapat hasilnya. Kalaupun susah, pasti kita akan cari jalan untuk menjadikannya lebih mudah, kalau memang niat, ya.”

Tangga karier yang ditempuh untuk mencapai profesi ini:

“Kalau ditotal, saya sudah bekerja di bidang IT sekitar lima tahun. Tetapi saya baru kerja kantoran selama tiga tahun. Dua tahun sebelumnya, saya kerja freelance.

Pas saya terjun jadi pegawai kantoran, saya sudah menspesialisasikan diri jadi developer iOS. Tapi tentunya, waktu itu di kantor saya masih jadi junior iOS developer. Trus, lama-lama naik ke Middle, sampai akhirnya jadi Senior seperti sekarang ini.

Dulu aku juga pernah bikin tech startup di Malang, lho. Alhamdulillah, sampai sekarang masih jalan, kok, tap lebih di-handle temanku di Malang. Startup kami ini berperan seperti vendor. Jadi kami bikin berbagai aplikasi sesuai pesanan klien. Di usaha ini, aku berperan sebagai pemimpin tim pengembang mobile-nya secara keseluruhan, jadi nggak cuma iOS.

Alasan memilih profesi ini:

“Dulu, waktu awal-awal kerja, aku nggak pegang iOS. Dulu kerjaan saya membuat situs, aplikasi untuk desktop, dan sebagainya. Yang simpel-simpel gitu, lah

Makin kesini, mobile makin berkembang, dan aku tertarik dengan iOS, dan mulai mempelajarinya dengan otodidak. Kenapa iOS? Karena aku mikir, di Indonesia, pemakaian iOS  nggak sebanyak Android. Jadi saingannya masih sedikit,

Saat cari-cari peluang, kebetulan iOS lebih sedikit pesaing, dan rate penghasilannya pun biasanya lebih tinggi dari Android, karena memang modalnya cukup besar, dan skill yang diperlukan lebih susah.”

Hal yang disukai dari profesi ini?

“Saya merasa puas banget kalau pekerjaan koding saya akhirnya membuahkan hasil, jadi sebuah tampilan atau aplikasi yang nyata. Setelah senang lihat hasilnya, kemudian saya pun jadi lebih semangat bekerja.

Trus, perkembangan teknologi ‘kan pesat sekali, ya, sehingga kita-kita yang bekerja di bidang IT dituntut untuk belajaaar terus. Kalau nggak, kita bakal ketinggalan. Serunya di situ juga, tuh.

Kebetulan aku orangnya memang suka mempelajari hal-hal baru, nggak hanya di bidang teknologi.”

Tantangan bekerja di profesi ini?

“Dalam mengembangkan aplikasi untuk klien, kita ‘kan bekerja sesuai alur atau roadmap yang sudah disepakati bersama.

Nah, yang bikin kesal kalau tiba-tiba, di tengah jalan, si klien berubah pikiran dan minta ganti ini-itu. Hal ini sering terjadi, lho. Bikin agak kesel, sih, apalagi kalau tuntutan perubahan atau revisi ini terjadi ketika sudah mepet sekali sebelum rilis.

Pas dulu aku kerja freelance, aku punya banyak klien dari luar negeri. Nah, kalau mereka kebanyakan sudah paham, bahwa kalau kita sudah menyepakati roadmap atau alur kerja, jangan diganti-ganti lagi. Kalau roadmap-nya sudah begitu, ya udah begitu.

Sayangnya, di Indonesia masih banyak klien yang minta gonta-ganti dadakan.”

Tips buat anak muda yang mau kerja di profesi ini?

“Mungkin tips ini umum, sih, tapi tipsku tetap ini—luruskan niat kamu.

Kalau kamu memang mau bekerja di bidang IT, ya udah, dijalanin. Jangan ngeluh, “Duh susah, duh ribet.” Kalau niat, pasti ada cara mengakali berbagai kesusahan yang kamu alami, kok. Misalnya, kamu mau belajar iOS tapi belum punya device Apple. Kamu ‘kan bisa pakai software third party seperti Hackintosh dulu.

Namanya hidup ‘kan pasti ada tantangannya. Kalau memang harus belajar ekstra, ya lakukan saja. Sisanya serahkan pada Yang Maha Kuasa.

Oya, jangan terpaku pada dosen dan pelajaran di kampus! Banyak lho, kampus IT yang materinya out of date. Apalagi perkembangan teknologi cepat sekali. Pas dulu masih kuliah, setiap habis Subuh, aku suka inisiatif belajar sendiri, mempelajari hal-hal di luar materi kampus.“

(sumber gambar: Laila Achmad)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Kurnia Laili Muna | 14 hari yang lalu

wah! informasi yang sangat bermanfaat bagi calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan jurusan sosiologi. selain 10 Universitas yang telah disebutkan diatas, ada juga universitas yang mempunyai jurusan sosiologi loh! yakni UIN Walisongo Semarang. jangan lupa kunjungi laman https://walisongo.ac.id/…

Kenalan Lebih Dekat Program Studi Sosiologi, Yuk!
LAILY RAHMAWATI UIN Walisongo Semarang | 19 hari yang lalu

Bingung mau kuliah dimana? Ingin berkuliah di kota dengan biaya hidup murah? Mari berkuliah di SEmarang. Kunjungi juga laman kami di https://walisongo.ac.id/

Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Indonesia Tahun 2019
Kurnia Laili Muna | 19 hari yang lalu

wah! informasi yang bermanfaat khususnya bagi calon-calon mahasiswa yang sedang bimbang memilih Universitas. Mungkin kalian berkeinginan berkuliah di UIN Walisongo Semarang, maka cobalah untuk membuka laman resmi kampus kami di https://walisongo.ac.id/ ^^

Tips dan Trick dalam Mencari Informasi Seputar Kampus yang Diinginkan
Kurnia Laili Muna | 20 hari yang lalu

tak kalah menarik dengan UIN Syarif Hidayatullah, UIN Walisongo juga memiliki hal-hal yang disebutkan. silakan kunjungi https://walisongo.ac.id/ untntuk mengetahui seputar UIN Walisongo Semarang

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Qwyzer | 21 hari yang lalu

Saya punya keinginan untuk menjadi pilot, semoga pesan ini tersampaikan dgn versi diriku yang sudah menjadi seorang pilot, Aamiin

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pilot? Begini Tahapan Lengkapnya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1