Menu

5 Alasan Seseorang Berani Memutuskan untuk Ambil Gap year

Nggak lulus SBMPTN 2019 emang menyakitkan bagi yang mengalaminya. Tapi, nggak lulus SBMPTN 2019 bukan akhir dari segalanya.

Dunia itu terus berputar, gaes. Kamu juga tetap perlu bergerak. Karena nyatanya kejadian ini bukan mimpi di siang bolong, kamu justru harus menghadapi kondisi ini dengan bermacam-macam perasaan—mulai dari sedih, marah, kecewa, dan lain-lain.

Ya, siapa, sih, yang nggak sedih dan kecewa kalau ditolak sama universitas atau jurusan kuliah impiannya? Saya pikir itu hal yang sangat manusiawi.

Anyway, di tengah perasaanmu yang nggak menentu, kamu pun dituntut untuk segera memutuskan harus melakukan apa setelah ini. Dan tentunya hal itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan.

Banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik. Mau ambil jalur mandiri atau perguruan tinggi swasta, biayanya membuat orang tua mengernyitkan dahi. Alhasil, kamu harus menahan diri untuk nggak memilih pilihan tersebut.

Mau memutuskan untuk menunda kuliah a.k.a gap year, sayangnya banyak yang mengira bahwa seseorang yang memilih gap year itu orang yang malas kuliah atau orang yang mudah putus asa.

Nah, padahal sebenarnya ada alasan-alasan besar di balik keputusan seseorang untuk mengambil gap year, lho. Kira-kira apa aja, ya, alasannya? Penasaran? Simak berikut ini!

1. Mengejar jurusan kuliah atau program studi impian

alasan gap year

Yups! Salah satu alasan kenapa seseorang akhirnya mantab memutuskan untuk gap year adalah karena emang sedang mengejar jurusan kuliah impian, gaes.

Bagi tipe orang yang berada di fase seperti ini, bukan suatu masalah besar kalau harus menunda kuliah selama setahun. Asalkan bisa mendapatkan jurusan kuliah yang diimpikan di tahun depan.

2. Mengejar kampus favorit

Siapa, sih, yang nggak bangga dan bahagia kalau mendapatkan label mahasiswa di kampus ternama? Pastinya kamu juga ingin, ‘kan, berada di posisi tersebut.

Nah, faktor selanjutnya yang menyebabkan seseorang sampai rela gap year adalah karena mengejar kampus favorit. Akhirnya, dia akan melakukan berbagai cara—mulai dari belajar lebih giat, ikut bimbel dan lain sebagainya agar bisa lolos tes di kampus favorit.

3. Masalah biaya

Faktor lain yang nggak kalah penting di balik keputusan seseorang untuk menunda kuliah biasanya adalah karena masalah finansial alias biaya, gaes. Emang nggak bisa dipungkiri, sih, biaya kuliah di Indonesia itu masih cukup mahal dan nggak semua orang bisa menjangkaunya.

Trus solusinya harus gmna? Ya, solusi terbaiknya adalah menunda kuliah selama satu atau dua tahun dan kamu harus mau bekerja terlebih dahulu agar bisa meringankan beban biaya kuliah yang harus orang tuamu tanggung atau bisa menabung untuk membiayai kuliah sendiri.

Pasti ada rasa bangga tersendiri bukan kalau kamu bisa membiayai kuliahmu sendiri.

4. Kesulitan memutuskan minat terhadap jurusan tertentu

galau jurusan kuliah gap year

Nggak seperti pelajaran yang ada di sekolah, kalau di perguruan tinggi kamu cuma belajar satu bidang dengan pemahaman mendalam. That’s why, kamu harus bisa memilih jurusan yang sesuai dengan diri kamu.

Tapi, sayangnya, nggak semua orang bisa dengan mudah mengenali minat, bakat dan passion-nya masing-masing. Hal tersebutlah yang kemudian membuat seseorang menunda kuliah. Tujuannya apa? Ya, agar bisa memantapkan diri untuk mengambil jurusan kuliah yang tepat.

Kamu tentunya nggak mau, dong, melakukan hal-hal yang nggak kamu sukai dalam kurun waktu bertahun-tahun? Jadi, mengenali minat, bakat dan passion yang ada dalam diri itu penting banget.

5. Belum siap mental

Kuliah emang butuh kesiapan yang besar, nggak cuma dari faktor biaya namun juga psikis, gaes. Fakta bahwa segala kegiatan perkuliahan itu jauh berbeda dengan masa-masa sekolah, kadang membuat nyali seseorang ciut duluan.

Akhirnya memutuskan menunda kuliah sambil mempersiapkan mental serta hal lain yang nggak kalah penting menjadi alternatif yang cocok sebagai bekal untuk memasuki bangku perguruan tinggi nantinya.

***

Itu tadi 5 alasan di balik keputusan seseorang untuk gap year. Harapan saya setelah kamu membaca artikel ini kamu nggak lagi berpikir negatif dan mengira orang-orang yang memutuskan untuk gap year adalah seorang pemalas dan nggak mau berusaha lebih keras lagi. Tapi karena emang ada satu hal dan lainnya dalam perjalanan hidup ini yang nggak bisa dipaksakan.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: justglobetrotting.com, npr.com, nyt.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©