Minat Baca Orang Indonesia Peringkat 60 dari 61 Negara. Benarkah?

Baru-baru ini ramai beredar infografis di media sosial berjudul 'Peringkat Negara dengan Minat Baca Tertinggi di Dunia'. Yang bikin heboh, Indonesia menjadi juara 2... dari belakang. Ehe. Ya, Indonesia ada di ranking 60 dari 61 negara. Sementara peringkat teratas diduduki Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia.

Benar Nggak Sih?

Pertama, kita cek dulu data pada infografisnya. Disebutkan bahwa sumbernya adalah World’s Most Literate Nations (WMLT) tahun 2016.

Ada beberapa 3 poin penting di sini:

Pertama, info ini lebih menunjukkan negara dengan kemampuan literasi/memahami bacaan dan bukan hanya memotret seberapa besar minat membaca masyarakat..

Kedua, informasinya merupakan hasil penelitian dalam World’s Most Literate Nations.

Ketiga, penelitiannya rilis tahun 2016. Walaupun lagi ramai diperbincangkan, tapi sebenarnya penelitian ini dirilis 5 tahun yang lalu, lho. Ketika itu, hasil penelitian ini juga diangkat ke berbagai media online, termasuk media di Indonesia.

Bagaimana Penilaiannya?

Penelitian ranking literasi negara-negara di dunia tersebut dimuat dalam buku World Literacy: How Coutries Rank and Why It Matters (2016) oleh akademisi John W. Miller dam Michael C. McKenna.

Kami nggak membaca bukunya, namun membaca rangkuman hasil penelitiannya. Nah, terdapat 5 indikator atau 5 poin yang menjadi penilaian dalam studi/riset literasi tersebut, yakni:

  1. Perpustakaan: Yang menjadi penilaian adalah banyaknya perpustakaan akademis, perpus yang terbuka umum, perpus sekolah, dan dan volume (isi) di perpus publik. Di sini Indonesia menempati urutan 36, lho!
  2. Koran: Persentase rumah yang membeli kain, sirkulasi, edisi online, koran yang diekspor. Nah, Indonesia berada di posisi 54.
  3. Input pendidikan: Penilaiannya adalah lamanya waktu wajib belajar serta persentase anggaran pendidikan dibandingkan dengan GDP (Gross Domestic Product). Indonesia di ranking 53.
  4. Output pendidikan: Dinilai dengan asesmen membaca untuk berbagai tingkatan kelas (dari umur 5 hinga 18 tahun). Asesmennya yang berlaku internasional seperti PISA. Indonesia ranking 54.
  5. Ketersediaan Komputer. Persentase rumah tangga yang memiliki komputer atau laptop. Dalam aspek ini Indonesia menempati urutan 60.

Semua data di atas dikumpulkan dari data yang sudah tersedia dan diperoleh di berbagai organisasi seperti UNESCO, OCED, pengelola The Online Computer Library Center, dan lain sebagainya. Materi datanya antara tahun 2006 hingga 2015.

Jadi risetnya bukan berupa pertanyaan “Apakah kamu suka membaca?” atau mengetes secara langsung pemahaman membaca siswa/mahasiswa di tiap negara, ya.

Kesimpulannya…

* Meskipun sudah 5 tahun berlalu, tapi hasil studi ini menjadi ramai karena dibuat infografisnya, kemudian ramai disebarkan netizen. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia (di medsos) terhadap  isu rendahnya tingkat literasi.

* Banyak hal yang mendorong tingginya tingkat literasi, seperti fasilitas dan anggaran pendidikan. Makanya, perlu aksi pemerintah untuk memperbaiki peringkat literasi masyarakat.

* Meningkatkan literasi merupakan salah satu tujuan utama Kemendikbud saat ini. Caranya melalui kurikulum, program sekolah/kampus merdeka, hingga tes seperti Asesmen Nasional serta Tes Potensi Skolastik untuk SBMPTN (salah satu materinya adalah pemahaman bacaan).

* Sebagai anak muda, kamu perlu menyadari bahwa indikator pemahaman membaca di Indonesia termasuk rendah. Jadikan hal ini penyemangat untuk lebih banyak membaca hal bermanfaat dan meningkatkan kemampuan dalam berbahasa  dan memahami bacaan.

* Data ini berasal dari suatu penelitian. Kalau mau referensimu lebih banyak mengenai hal ini, coba cari dan baca hasil penelitian/studi lainnya.

***

Sebagian orang, terutama netizen, menjadi reaktif melihat data ini. Ada yang mengekspresikan rasa kaget dan prihatin, nyinyir, hingga ada yang menjadikannya ajang perdebatan hingga berantem. Nah, untuk menghindari diskusi yang nggak perlu, jangan reaktif tiap menerima informasi.

Pahami informasinya serta proaktif menggali berita yang benar dan bermanfaat.

(sumber gambar: Pexels)

(Sumber gambar:Yogendra Singh from Pexels)

LATEST COMMENT
Audry Sophie Biba | 16 jam yang lalu

Jurusan ilmu kelautan itu lebih ke soshum apa saintek?

Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Kelautan
Sya Zikra P | 2 hari yang lalu

Misalnya dari SMK jurusan seni dapat snmptn dan ambil jurusan saintek apakah pasti tidak akan diterima?

Lulus SMK, Kuliah di Prodi Sejalan atau Lintas Jurusan?
Rizkiyanto | 2 hari yang lalu

Open PP/Endrose Tiktok @rizkiyanto25 Folower 83,5k bayar seikhlasnya No tlpon/wa 082116945166

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Marsya Ayu Rofiah Heryani | 5 hari yang lalu

Nerima kok, alumni ku ada yang keterima di UI tapi sayang ga diambil karna ga bisa bayar

Peluang SMK Lulus SNMPTN, SBMPTN atau Ujian Mandiri. Serba-Serbi yang Harus Jadi Catatan Sebelum Berjuang Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1