10 Hal yang Pasti Kamu Alami, Kalau Semasa Kecil Kamu Adalah Seorang Gamer

oleh Dewa Made Rai

Buat kamu yang lahir di tahun 1990an dan suka main game sejak kecil, kamu pasti pernah mengalami 10 hal ini!

1. Punya kaset game yang isi game-nya sebejibun

“Pinjem kaset Contra elo, dong!”

“Lah, ‘kan kemaren elo ilangin?!”

“Oh iya…”

“Kaset” di sini tentunya bukanlah kaset lagu, sob, melainkan kaset konsol game Nintendo atau SEGA. Kalau waktu kecil kamu hobi memainkan dua konsol tersebut, kamu pasti masih ingat, dong, bentuk kasetnya kayak apa—gede! Kira-kira sebesar iPod video, lah. Dulu, awalnya satu kaset hanya berisi satu game, namun lama-lama, seiring dengan perkembangan teknologi, satu kaset bisa berisi 999 game!

2. Kemana-mana bawa Gameboy

gameboy

Sebagai gamer cilik, dulu apa, sih, mainan paling hype yang selalu kamu bawa kemana-mana? Jawabannya pasti Gameboy, dong!

Dulu, bagi para gamer, Gameboy tuh ibarat smartphone zaman sekarang. Kalau nggak dibawa, rasanya ada yang kurang dalam hidup. Gameboy ini keluar dalam berbagai seri, tetapi yang paling hits adalah Gameboy Color dan Gameboy Advance. Kalau kamu punya keduanya, wah, kamu pasti disembah teman-teman, deh.

Saking nge-hits-nya, dulu suka ada abang-abang yang menyewakan Gameboy di depan sekolah. Cuma dengan bayar Rp500, kamu bisa main selama 10 menit. Uniknya, Gameboy ini diikat oleh tali, dan kalau waktu bermain kamu sudah habis, si abang bakal narik Gameboy tersebut! Sungguh efektif.

3. Main Virtual Cop di PC

"Somebody help me!"

"Nooooo...!"

Kalau dulu kamu hobi main game tembak-tembakan Virtual Cop, kamu pasti hapal banget sama dialog itu.

Sebelum hadir di PC, game Virtual Cop hanya ada di arena bermain seperti Timezone. Ketika game ini hadir di computer, langsung beken banget! Bahkan ada yang bilang, masa kecil kamu belum bahagia kalau belum pernah main Virtual Cop di komputer.

4. Tombol angka 4, 5, 6 di handphone Nokia jebol gara-gara Prince of Persia

Kalau dengar nama Prince of Persia, seorang gamer pasti langsung ingat sama Nokia. Jadi, zaman dulu, sebelum muncul smartphone, handphone yang paling beken di Indonesia adalah merk Nokia. Nah, dulu Nokia mengeluarkan game bernama Prince of Persia yang bercerita tentang seorang pangeran Persia yang harus melalui berbagai rintangan untuk menyelamatkan sang putri.

Biasanya, nih, tombol angka 4, 5, dan 6 di handphone Nokia seorang gamer pasti jebol, gara-gara sering di-abuse saat memainkan game ini.

5. Gemes saat main Tetris

tetris

Siapa yang belum pernah main Tetris? Idih, dulu tinggalnya di gua ya?

Permainan legendaris berjenis puzzle ini adalah permainan menyusun balok-balok dalam berbagai bentuk. Kalau susunannya rapi dan nggak bolong-bolong, maka baloknya akan “menghilang”. Semakin banyak balok kamu yang menghilang, semakin kamu menang.

Kayaknya simpel ya, padahal, sih, nggak juga. Bahkan mungkin kamu sering frustrasi dan gemes sama bentuk susunan balok kamu, sehingga akhirnya balok-baloknya sengaja kamu tumpuk ke atas semua, sampai game over. Ngaku, siapa yang suka gitu?

FYI, menurut penelitian, bermain Tetris dapat meningkatkan IQ, lho!

6. Sering diancam ortu, “Jangan kebanyakan install game, nanti komputernya rusak!”

Kalau dulu teman-teman kamu juga sehobi sama kamu, pasti obrolan kalian selalu hanya seputar Counter Strike, Rayman, Doom, dan game-game lainnya. Dan pastinya, kalian semua nge-install semua game di PC masing-masing. Pokoknya, nggak ada yang mau kalah sama teman!

Trus, saat ortu kamu tahu, mereka selalu mengeluarkan ancaman andalan, “Jangan kebanyakan install game, nanti komputernya rusak!”

Tapi maaf-maaf aja, nih, Mah, Pah. Sekarang ancaman itu nggak valid lagi, karena kapasitas harddisk sudah ada yang sampai 10TB, PC ada yang punya memori RAM sebesar 16GB, dan PC semakin banyak yang semakin tangguh dan sanggup menyimpan dan memainkan semua game favorit. Mungkin kamu baru akan nurut kalau ancamannya berubah jadi, “Jangan kelamaan main komputer, ntar listriknya mati!”

7. Memasukkan games di dalam disket

Dulu, sebelum ada flashdisk, kamu pasti bangga kalau punya disket sebagai media penyimpanan file. Nah, mungkin kamu pernah “bandel” memasukkan game ke dalam disket tersebut, agar bisa dimainkan di sekolah saat pelajaran komputer. Game-game kecil aja, sih, seperti Hangaroo atau game flash ringan.

Tapi dulu, ada aja bocah yang coba memasukkan game Counter Strike ke dalam disketnya. Ya elah, malih, mana muat?! Dan memang, yang dia masukkan hanya shortcut program-nya saja. Alhasil, pas dibuka, do’i bingung sendiri, deh, gimana mau maininnya!

Maklum, deh. Namanya juga masih anak-anak.

8. Main game multiplayer dengan satu keyboard

playstation

Saat lagi asyik-asyik main game di komputer, tahu-tahu ada teman datang ke rumah dan pengen ikutan.

Kalau zaman dulu sudah ada controller game wireless yang bisa mengakomodasi multiplayer, sih, nggak apa-apa. Tapi karena berhubung zaman dulu belum ada, akhirnya kamu dan teman kamu terpaksa bermain dengan satu keyboard!

Alhasil, saat main Raidman, kamu mengendalikan pesawat P1 dengan , sementara teman kamu mengendalikan pesawat P2 dengan tombol arah. Trus, kalau lagi main game balapan, kamu mengarahkan kemudi, sementara teman kamu mengatur gas dan rem. Semua dilakukan dalam satu keyboard. Akibatnya, kalau salah satu dari kamu salah pencet, atau iseng bergerak keluar jalur … pada berantem, deh!

Ah, indahnya berbagi (keyboard).

9. Pesta LAN

Tahun 90an, koneksi Internet tentunya belum selancar sekarang. Infrastrukturnya belum memadai, dan biayanya pun mahal. Akhirnya, tercipta beberapa game yang menawarkan fitur bermain melalui koneksi LAN, agar bisa menampung hingga 40 pemain sekaligus.

Kamu pasti masih ingat, dong, sama permainan Counter Strike yang rame-rame dimainin di warnet atau lab komputer sekolah? Walaupun penuh keterbatasan begitu, Counter Strike berjasa dalam mempertemukan kita dengan banyak teman baru, lho.

10. Punya CD/DVD game yang baret, tapi malah konsolnya yang digebugin

PS1 dan PS2 adalah dua konsol game yang menggunakan CD dan DVD. Dan ketika CD game kamu sudah banyak baretnya, maka game yang kamu mainkan pun akan nge-lag di tengah jalan.

Anehnya, solusi anak-anak zaman dulu nggak masuk akal banget, yaitu memukul-mukul konsol Playstation mereka. Mungkin kamu juga dulu termasuk yang hobi ngegebugin Playstation kamu kalau game-nya lagi nge-lag?

Anehnya lagi, trik ini sering berhasil, kecuali kalau baret pada CD atau DVDnya sudah sangat parah. Ujung-ujungnya, kamu jadi galau melihat CD game kesayangan kamu tersebut. Mau dibuang, game-nya sudah nggak rilis lagi. Tapi kalau mau dimainkan, sudah nggak bisa karena baret parah. Akhirnya, CD game tersebut cuma bisa kamu simpan sampai berkerak.

***

Begitulah 10 hal yang pasti kamu alami, kalau kamu adalah gamer sejak kecil. Oya, satu lagi, nih, memori yang pasti nempel di kepala kamu—niup-niup kaset Nintendo atau nge-lap CD Playstation supaya bisa dimainin! Eaaaa.

Kalau kamu mulai berkaca-kaca karena rindu banget sama masa-masa indah itu, kamu masih bisa mainin game-game jadul secara online maupun offiline, lho! Tinggal unggah engine-nya ke PC kamu, trus silahkan kangen-kangenan, deh, sama Mario Bros, Ninja Turtles, Duck Hunt, dan Mortal Kombat!

(sumber gambar: rochester.edu, polygon.com, jaehakim.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1