Infografik: Bagaimana Musik Jazz Bisa Mempengaruhi Kesehatan Tubuh dan Mental Kamu

Siapa di sini yang ngaku penikmat musik jazz?

Nada-nada kalem dan ritme kompleks yang dimiliki aliran musik ini ternyata nggak cuma enak didengar untuk relaksasi. Menurut berbagai penelitian, musik jazz ternyata membawa berbagai benefit terhadap kesehatan tubuh dan mental seseorang.

So, di hari musik jazz sedunia ini, Youthmanual mau berbagi pengetahuan seputar manfaat mendengarkan musik jazz secara rutin terhadap tubuh dan mental kamu—beserta fakta-fakta menariknya. Semoga setelah ini kamu jadi makin cinta dan rajin dengerin musik jazz, ya!

Pengaruh Musik Jazz terhadap Kesehatan Tubuh

1

Pastinya udah pada paham, lah, ya, kalau stres adalah akar dari segala permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari, termasuk masalah kesehatan tubuh. Nah, efek menenangkan yang ditimbulkan oleh musik jazz ternyata memiliki “khasiat penyembuh” untuk beberapa penyakit dengan menurunkan denyut jantung serta frekuensi pernafasan dengan signifikan. Wow!

Setelah mendengarkan musik jazz, para penderita stroke mengalami peningkatan pada memori verbal, fokus, dan mood. Dalam jangka waktu 3 bulan dengan melakukan berbagai opsi kegiatan pemulihan lainnya, hasil yang didapatkan adalah:

* Pendengar musik jazz mengalami peningkatan memori verbal sebesar 60% dan fokus sebesar 17%,

* Non-pendengan musik mengalami peningkatan memori verbal sebesar 29% dan fokus sebesar 0%, dan

* Pendengar audio book mengalami peningkatan memori verbal sebesar 18% dan fokus sebesar 0%.

Mendengarkan musik jazz pun dapat meredakan rasa sakit yang luar biasa. Penelitian menunjukkan pasien yang rutin mendengarkan musik jazz selama satu jam dalam satu minggu penuh merasakan rasa sakit yang berkurang sebesar 21%, sedangkan yang tidak mendengarkan musik jazz secara rutin hanya 2%. Hal ini membuat musik jazz sering digunakan sebagai musik untuk terapi pereda rasa sakit seperti pada saat persalinan, dan pelengkap obat bius untuk prosedur operasi.

Trus, mendengarkan musik jazz (ditemani canda tawa!) selama tiga bulan secara rutin juga dapat menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah sampai 30%. lho. Perubahan ini setara dengan menurunkan berat badan sampai dengan 5 kg. Bisa jadi alternatif metode diet, nih! Hihihi.

Alih-alih rutin, mendengarkan musik jazz selama 30 menit aja sudah bisa memperbaiki sistem imun kamu. Musik ini dapat menaikkan level Immunoglobin A (IgA) yang befungsi sebagai antibodi dalam menangkal berbagai virus, bakteri dan infeksi. Efek ini bahkan akan terus berlangsung sampai 30 menit setelah kamu selesai mendengarkannya.

Pengaruh Musik Jazz Terhadap Kesehatan Mental

2

Mendengarkan musik jazz dapat mempengaruhi berbagai tipe gelombang otak yang otak kamu hasilkan—yang hasilnya dapat membuat kamu semakin bersemangat atau malah semakin santai. FYI, menikmati musik jazz itu ternyata memiliki efek relaksasi yang setara dengan melakukan pijat refleksi, lho!

Musik upbeat emang pas banget didengerin untuk memacu semangat, meningkatkan fokus dan tentunya meningkatkan produktivitas—dan jazz adalah salah satunya. Musik yang didengarkan haruslah memiliki beat per minute (BPM) yang sesuai dengan aktivitas yang akan kamu lakukan, seperti:

* Berjalan – 115 – 118 BPM,

* Berjalan cepat – 137 – 139 BPM, dan

* Berlari – 147 – 160 BPM.

Gelombang otak theta dengan frekuensi 4 – 8 hertz dapat “dipancing” dengan musik jazz untuk memicu kreativitas kamu dalam melakukan aktivitas. Gelombang ini akan mempermudah kamu dalam menemukan inspirasi dalam memecahkan berbagai masalah.

Kalau soal relaksasi, musik jazz juga dikenal dengan kemampuannya dalam meredakan rasa panik. Ada dua jenis gelombang otak kamu yang dapat membuat kamu bersantai, yaitu gelombang alpha (8 – 14 hertz) untuk memicu rileks dan gelombang delta (dibawah 4 hertz) untuk meningkatkan kualitas tidur.

Pada penelitian dimana orang-orang mendengarkan musik jazz secara rutin selama 45 menit dalam sehari, efeknya setelah 3 minggu adalah 35% dari mereka mengaku kualitas tidurnya menjadi lebih baik. Dalam satu minggu saja, 25% partisipan merasa depresi mereka pun bisa lebih terkontrol lebih baik. Saik!

(sumber gambar: michaelasimos.com, topmastersinhealthcare.com)

LATEST COMMENT
Audry Sophie Biba | 18 jam yang lalu

Jurusan ilmu kelautan itu lebih ke soshum apa saintek?

Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Kelautan
Sya Zikra P | 2 hari yang lalu

Misalnya dari SMK jurusan seni dapat snmptn dan ambil jurusan saintek apakah pasti tidak akan diterima?

Lulus SMK, Kuliah di Prodi Sejalan atau Lintas Jurusan?
Rizkiyanto | 2 hari yang lalu

Open PP/Endrose Tiktok @rizkiyanto25 Folower 83,5k bayar seikhlasnya No tlpon/wa 082116945166

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Marsya Ayu Rofiah Heryani | 5 hari yang lalu

Nerima kok, alumni ku ada yang keterima di UI tapi sayang ga diambil karna ga bisa bayar

Peluang SMK Lulus SNMPTN, SBMPTN atau Ujian Mandiri. Serba-Serbi yang Harus Jadi Catatan Sebelum Berjuang Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1