5 Hal yang Harus Kamu Ketahui dari Profesi UI/UX Designer

Di tahun 2018, banyak sekali perkembangan-perkembangan yang terjadi di dunia karir. Perkembangan karir yang terjadi pada saat ini disebabkan oleh adanya perkembangan pula pada bidang Teknologi, Informasi dan Komunikasi a.k.a TIK. Nah, TIK ini, di masa sekarang merupakan suatu hal yang dapat membantu berbagai macam kegiatan manusia.

Di Indonesia pun, TIK berkembang sangat pesat, lho, gaes. Perkembangan ini tentunya dikarenakan adanya dukungan dari peran pemerintah. Perkembangan TIK di Indonesia, diapresiasi pula oleh salah satu Sekretaris Jendral International Telecommunication Union (ITU) yaitu Houlin Zhao. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki pertumbuhan TIK yang sangat pesat, dan Indonesia bisa menjadi ujung tombak pengembangan digital di Asean yang pertama.

Karena pertumbuhan TIK yang sangat pesat di Indonesia, maka semakin banyak pula perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan kesempatan ini. Sebut saja perusahaan E-commerce, marketplace, fintech bahkan  ojek online pun meningkat. Nah, karena perusahaan-perusahaan tersebut pastinya menggunakan aplikasi, website dan sebagainya, agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, maka mereka pun me-hire banyak sekali orang-orang yang mampu dalam me-maintain aplikasi tersebut.

Profesi yang me-maintain aplikasi, website dan sebagainya dari e-commerce, marketplace, fintech dan juga berbagai ojek online agar sesuai dengan kebutuhan dan mudah digunakan oleh users yaitu UI/UX Designer. Nah, karena pekerjaan ini sedang digandrungi banget di Indonesia, kamu harus tahu lima hal yang paling penting dari profesi tersebut. So, check these out!

  1. UI/UX Itu Kepanjangan dari Apa?

kepanjangan UI dan UX

Wah, kan lucu banget, ya, gaes, kalau kamu mau melamar pekerjaan tapi kamu nggak tahu kepanjangan dari posisi yang kamu lamar. Nah biar nggak tengsin pas ditanyain HRD tentang kepanjangan UI/UX, nih dikasih tahu.

Jadi sesungguhnya, UI dan UX merupakan dua pekerjaan yang terpisah karena memiliki tanggungjawab yang berbeda, namun pada realitanya, banyak perusahaan yang menggabungkan pekerjaan ini dengan nama UI/UX Designer. UI memiliki kepanjangan yaitu User Interface. Sedangkan UX memiliki kepanjangan User Experience. Meskipun keduanya memiliki nama depan yang serupa tapi bukan berarti sama, lho, ya, gaes.

Nah, walaupun berbeda, UI/UX ini seperti kakak beradik karena tanggungjawab keduanya dapat saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, kenapa UI/UX sering sekali digabungkan ketika kamu mencari pekerjaan yang terkait dengan Human Computer Interaction.

  1. Apa Job description dari UI/UX Designer?

UI designer a.k.a User Interface designer memiliki job description yang tentunya berbeda dari UX designer a.k.a User Experience designer. UI designer memiliki job description yang lebih mengarah kepada seni, visual design, layout atau tata letak, branding dan sebagainya. Tujuan dari para UI designer ini adalah untuk mendesain segala sesuatunya agar terlihat seragam dari segi warna, font, gambar dan sebagainya. Intinya orang-orang yang bekerja sebagai UI designer ini selalu melibatkan kreatifitas di dalamnya. Mereka harus membuat suatu tampilan aplikasi, tampilan website dan sebagainya agar terlihat bagus dan mudah untuk digunakan.

job description UI designer

Nah sedangkan, orang-orang yang bekerja sebagai UX Designer memiliki job description yang lebih rumit dibandingkan UI designer. UX designer tentunya akan melibatkan banyak penelitian kepada para users atau pengguna. Penelitian tersebut digunakan untuk mengetahui bagaimana keperluan dan kebiasaan dari para pengguna.

Lalu apakah pekerjaan UX designer tugasnya sudah selesai begitu saja? Wah, tentu tidak. Para UX designer harus memikirkan bagaimana data-data yang telah ditemui dilapangan dapat diimplementasikan ke dalam sebuah interface. Rumit banget kan, gaes?

job description UX designer

Nah, keduanya saling berkaitan disini. UX designer akan mencari data tentang bagaimana perilaku dan kebiasaan pengguna. Setelah mereka mendapatkan data, lalu mereka memikirkan bagaimana data-data tersebut dapat diimplementasikan pada interface. Ketika para UX designer telah mendapatkan konklusi akhir, maka konklusi itu akan diberikan kepada para UI designer agar segera direalisasikan dalam bentuk desain sesungguhnya.

Intinya UI/UX designer ini memiliki tugas yaitu bagaimana membuat suatu tampilan aplikasi atau tampilan website agar terlihat eyecatching dan mudah digunakan bagi para pengguna. Mereka tidak hanya memikirkan tentang tata letak agat terlihat aesthetic saja, melainkan mereka juga memikirkan tentang apa yang para penggunakan rasakan ketika mengoperasikan suatu aplikasi atau website tertentu.

Jadi ketika kamu menemukan lowongan UI/UX designer, berarti perusahaan tersebut mencari seseorang yang memiliki dua kemampuan yaitu dalam hal UI dan juga UX. Dan kamu pun tentu akan melakukan dua job description sebagai UI dan UX designer.

  1. Skills Apa yang Harus Dimiliki Seorang yang Berprofesi UI/UX Designer?

skill yang harus dimiliki para UI/UX designer

Skills yang harus dibutuhkan dari seorang UI/UX designer adalah kemampuan dalam hal mendesain dan tentunya kemampuan dalam menggunakan tools untuk mendesain seperti Sketch, Illustrator, Photoshop, Indesign dan sebagainya.

Selain itu, seorang UI/UX designer harus memiliki kemampuan dalam meneliti para pengguna, lho. Mereka harus tau apa yang dibutuhkan dan apa kebiasaan dari para penggunaan. Penelitian ini dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan juga kuantitatif.

Skills lainnya yang harus kamu miliki ialah seperti problem definition, user needs, user flow, task flow, wireframing, icon design, illustration design, prototyping, motion design, usability testing, UI review dan sebagainya.  Wah, banyak juga, ya.

  1. Apa Tantangan Terbesar Bagi Seseorang yang Berprofesi  UI/UX Designer?

Karena UI/UX designer merupakan pekerjaan yang dimana seseorang harus mampu dalam mendesain, tantangan terbesarnya ialah, kamu harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Kamu harus mengetahui bagaimana, sih, suatu gambar, warna, bentuk, font dan sebagainya dapat menjadi seragam dan enak dipandang.

Selain membuat tampilan aplikasi atau tampilan website yang seragam dan enak dipandang, kamu juga harus bisa mengetahui bahwa tampilan yang telah kamu buat dapat mempermudah para pengguna yang jumlahnya mungkin bisa sampai ratusan bahkan ribuan.

  1. Berapa Gaji Profesi UI/UX Designer?

Gaji untuk profesi UI/UX Designer setiap perusahaan berbeda-beda. Kalau kamu me-apply di perusahaan yang bonafide, gaji seorang UI/UX Designer berkisar sekitar enam juta hingga 14 juta rupiah per bulan. Tapi, kalau kamu me-apply di perusahaan biasa, gaji seorang UI/UX berkisar sekitar 3.5 juta hingga tujuh juta.

***

Jadi, gimana, nih, gaes? Setelah mengetahui tentang lima hal dari UI/UX designer, apakah kamu tertarik untuk berprofesi sebagai UI/UX designer?

Baca juga:

(Sumber gambar: medium.freecodecamp.org, unsplash.com, techlauch.io, netaq.ae)

LATEST COMMENT
brinaaa18 | 2 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig: brinaaa18 Followers 115k Murmer minat dm ig

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
| 3 hari yang lalu

Halo kak putri apa yang Kaka alami seperti persis yang saya alami sekarang saya merupakan mahasiswi pend.matematika dan sekarang masih 1 bulan berjalan kuliah (masih pemula banget) dan bener banget ga sesuai ekspektasi seperti di SMA. Saya juga milih jurusan ini karena ibu saya yang minta.…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Olyfia Hutagalung | 4 hari yang lalu

kak mau nanya, aku sma jurusan ipa, kalo nanti SNMPTN linjur ke pendidikan bahasa Inggris apakah boleh kak?

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Lavienda William | 5 hari yang lalu

apakah mahasiswa hukum public speakingnya harus bagus? soalnya public speakingku jelek banget dan aku tertarik untuk masuk jurusan hukum tahun depan..

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Fatimah Ibtisam | 6 hari yang lalu

Kami juga sering mendengar hal yang demikian. Pada dasarnya, penilaian utama SNMPTN adalah prestasi, sementara yang menentukan diterima atau tidaknya adalah pihak kampus. Menurut kami, pilihan kedua tetap berpeluang diterima.

Siap SNMPTN 2022: Pertanyaan yang Sering Muncul Soal SNMPTN
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1