5 Alasan Kenapa Mahasiswa Pintar dan Berprestasi Nggak Sukses di Dunia Kerja

Di kampus, dia lah juaranya. Nilai menjulang, semua materi kuliah berhasil dikuasainya, bahkan dapat predikat cum laude. Tapi saat bekerja atau melamar pekerjaan, do’i malah melempem. Kenapa, ya?

Kasus seperti ini sering terjadi, lho, walaupun nggak selalu. Nah, kalau ada mahasiswa yang cemerlang, tapi nggak “beruntung” saat melamar kerja atau ketika bekerja, biasanya penyebabnya adalah:

1. Pasang standar gaji terlalu tinggi saat melamar pekerjaan.

Dari hasil tanya-tanya Youthmanual ke HR dan pemimpin perusahaan, kami menyimpulkan bahwa perusahaan menetapkan gaji yang sama untuk fresh graduate, tanpa pandang IPK atau prestasi di kampus.

Nah, kalau mahasiswa yang baru lulus tersebut memasang standar gaji yang lebih tinggi dan nggak mau bernegosiasi, kemungkinan dia bakal susah diterima bekerja.  

2. Nggak nyaman melakukan pekerjaan receh.

Disuruh fotokopi setumpuk dokumen, bungkusin goodie bag, buatin kopi, nyusun tumpukan dokumen hard copy dan buku yang berantakan? "Gilak, kalau kerjaan kayak gitu, sih, gue nggak perlu kuliah tinggi-tinggi 'kali!"

Mungkin itulah yang ada dipikiran si mahasiswa berprestasi. Mereka "gemes" saat diberi pekerjaan remeh-temeh ketika baru mulai kerja, karena tahu kalau they can do a lot more!

Padahal itulah realita dalam bekerja. Fresh graduate sering harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan receh dulu saat baru masuk kantor. Tapi kamu nggak boleh "tersinggung", gaes! Bisa jadi pekerjaan yang terkesan receh sebenarnya malah penting bagi tim. Atau bisa juga, bos sengaja memberikan pekerjaan receh, sebagai "tes kecil" untuk melihat apakah kamu bisa diberi tanggung jawab, dimulai dengan tanggung jawab yang simpel-simpel.

Kalau belum apa-apa, kamu sudah menolak pekerjaan yang kamu anggap terlalu “sepele”, bisa kelar lah kariermu sebelum dimulai.

3. Enggan bekerja sama dengan orang lain.

Ada tipe orang yang sangat hebat dalam mengerjakan tugas... tetapi hanya kalau dia bekerja sendirian. Dia nggak nyaman untuk bekerja dengan orang lain. Orang yang kayak begini, nih, bakalan sulit saat menghadapi dunia kerja.

Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain sebenarnya bisa dilatih kok, sob! Misalnya, dengan ikutan ekskul, UKM, atau kepanitiaan.

4. Bad communications skill

Walaupun super pintar, ada orang yang skill komunikasinya parah. Antara lain, nggak paham manner saat menyampaikan sesuatu, atau malah suka memaksakan pendapat. Ada juga tipe orang yang suka didengar, tapi malas mendengar. Bakal jadi problem, tuh!

Kemampuan berkomunikasi ini akan sangat dinilai saat kamu bekerja. Sebaik apapun hasil pekerjaanmu, komunikasi yang buruk bisa bikin performa kamu dinilai minus.

5. Nggak bisa mengikuti pola kerja perusahaan/tim.

Ini adalah tipe sifat mahasiswa cerdas yang terbiasa punya sistem dan cara kerja sendiri. Akibatnya, dia nggak bisa beradaptasi dengan pola dan aturan di tempat kerjanya. Akhirnya, dia jadi terkesan seenaknya sendiri.

***

Prestasi di kampus itu penting, dan berpotensi bikin kamu unggul saat berkarier. Tapi jangan sampai prestasi menjadi bumerang bagi dirimu. Makanya, kemampuan akademik harus diimbangi dengan soft skills dan attitude yang kece.

Baca juga:

(sumber gambar: imagination-land.org, hearinghealthmatters.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 3 hari yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1