Kenalan dengan Jurusan Agroteknologi, Yuk!

Tahukah kamu bahwa salah satu industri yang jadi prioritas Indonesia saat ini hingga tahun 2035 mendatang adalah industri pangan?

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sedemikian kaya. Sehingga, Indonesia punya potensi untuk mengembangkan industri pangan yang sebenarnya gede bangeett. Bahkan, nggak cuma untuk menguasai pasar di dalam negeri, tapi Indonesia juga mampu memenangkan pasar internasional.

Untuk mencapai goal tersebut, tentunya dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, bukan? Dan menurut saya, satu cara menciptakan SDM yang berkualitas adalah melalui generasi muda yang saat ini akan atau masih berada di bangku kuliah (bukan berarti generasi yang sudah lulus kuliah dan sedang bekerja itu nggak bisa menjadi SDM yang berkualitas, lho, ya!).

Berbicara mengenai industri pangan yang mampu bersaing di era industri 4.0, sehingga mampu membantu sektor pertanian menghasilkan produk-produk unggulan. Terdapat beberapa program studi (jurusan kuliah) terkait dan mampu membantu menciptakan SDM yang berkualitas, salah satunya program studi Agroekoteknologi.

Bisa dibilang, program studi Agroteknologi ini sepi banget peminatnya. Well, kalau kamu berminat untuk mengembangkan industri pangan yang lebih baik lagi di Indonesia. Nggak ada salahnya kalau kamu masuk ke program studi yang satu ini.

Kira-kira hal apa, ya, yang menarik dari program studi Agroteknologi? Penasaran? Yuk, mengenal program studi Agroteknologi lebih dekat.

1. Agroteknologi belajar apa, sih?

Program studi ini merupakan gabungan dari beberapa program studi di Fakultas Pertanian yaitu rogran studi Agronomi, Ilmu Tanah dan Ilmu Hama serta Penyakit Tumbuhan. Di program studi ini mahasiswa akan banyak belajar tentang penerapan teknologi dalam budidaya tanaman dan pertanian.

Program studi Agroteknologi sendiri nggak cuma terbatas pada sarana prasarana dan peralatan pertanian yang modern saja. Melainkan mencakup seluruh proses dan aspek dalam budidaya hingga pengolahan hasilnya.

Dengan kata lain, di program studi kamu akan mempelajari mengenai bagaimana cara mengelola suatu komoditas dari berbentuk bibit sampai berbentuk hasil atau produknya. Selain itu, kamu juga akan mempelajari tentang tanaman dan tumbuhan, pangan ataupun hortikultura, serta bagimana cara proses menanam yang baik, proses panen, proses pengolahan, hingga proses produksi.

2. Nggak melulu saintek, kamu juga akan belajar tentang kewirausahaan dan etika bisnis!

Agroteknologi merupakan program studi yang erat kaitannya dengan sains dan teknologi. Sebagian besar mata kuliahnya juga berkaitan dengan ilmu biologi dan kimia yang menyangkut pertanian.

Tapi, jangan salah! Di program studi yang satu ini, nggak cuma sisi sainteknya saja yang akan kamu pelajari, lho, gaes.

Kalau kamu kuliah di program studi Agroteknologi, kamu juga akan mendapatkan mata kuliah mengenai kewirausahaan dan etika bisnis di bidang pertanian, perbenihan, atau perkebunan. Kedua ilmu ini memiliki peran yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu pertanian—seperti memahami kondisi pasar dan merancang sistem pertanian yang lebih efisien.

3. Trus, prospek kerja lulusan program studi Agroteknologi itu bagaimana, ya?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, negara Indonesia merupakan negara agraris—dimana dahulunya sektor pertanianlah yang membuat negara ini bisa berkembang. Itulah kenapa, saya bilang Indonesia punya peluang yang besar banget untuk mengembangkan pertanian menuju kemandirian pangan dan bukan bergantung pada impor.

Tapi, generasi muda saat ini sangat jarang sekali yang berminat kuliah di bidang pertanian, khususnya program studi Agroteknologi. Banyak mereka yang berpikir bahwa ruang lingkup Agroteknologi hanya sekitar sawah, sawah, dan sawah. Padahal kenyataanya nggak seperti itu, lho.

Mahasiswa lulusan program studi Agroteknologi memiliki peluang karier seperti di bawah berikut ini:

  • Peneliti Tanah dan Tumbuhan 
  • Manajer Pembibitan dan Rumah Kaca 
  • Ahli Bioteknologi
  • Di ruang lingkup pertanian, kamu bisa bekerja sebagai Pengusaha/Wirausahawan atau pelaku bisnis pada komoditas perkebunan, pangan, hortikultura, kehutanan, pupuk, pestisida, sarana produksi pertanian lainnya, usaha industri rumah tangga berbasis pangan, dan lain-lain.
  • Menjadi Konsultan profesional di sektor pertanian, perbenihan dan perkebunan
  • Menjadi Fasilitator pemberdaya masyarakat (LSM) dalam bidang Agribisnis atau pertanian.
  • Mengelola perkebunan-perkebunan, baik itu milik pribadi, pemerintah, maupun swasta.
  • Bekerja di Kementerian Pertanian (Kementan).
  • Kamu juga bisa bergabung sebagai Akademisi/Dosen (Secara umum) dan peneliti di Perguruan Tinggi ataupun lembaga riset (milik pemerintah ataupun swasta), industri pangan, pakan, farmaka dan biodiesel.

4. Agroteknologi masuk 5 besar program studi favorit di SBMPTN 2019

Percaya nggak percaya, program studi Agroteknologi sukses mencuri perhatian di gelaran SBMPTN 2019. Setelah hasil akhirnya resmi diumumkan pada awal Juli, data peminat per program studi juga dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), ‘kan?

Nah, dari hasil penghitungan akhir tersebut, Agroteknologi masuk dalam jajaran 5 besar program studi saintek paling diminati pada SBMPTN 2019. Bahkan, angka peminat Agroteknologi pada SBMPTN 2019 hampir menyaingi program studi—seperti Pendidikan Dokter dan program studi populer lainnya di beberapa perguruan tinggi berbeda, lho.

Sebut saja, Agroteknologi di Universitas Brawijaya memiliki jumlah pendaftar sebanyak 2.202 orang. Kemudian, Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur mendapat peminat tinggi sebanyak 1.956 orang. Disusul, Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta memiliki jumlah pendaftar sebanyak 1.884 orang.

Well, melihat prospek kerja yang cukup menjanjikan dan jumlah peminat yang tinggi pada SBMPTN 2019, sepertinya Agroteknologi bakal jadi salah satu program studi favorit baru incaran calon mahasiswa tahun depan, nih!

5. Kampus yang menyediakan program studi Agroteknologi

Jadi, gimana, gaes? Setelah membaca 4 poin di atas, apa kamu lebih mantap lagi untuk memutuskan kuliah di program studi yang satu ini?

Kalau iya, menurut Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), ada 22 universitas di Indonesia yang menyediakan program studi Agroteknologi berakreditasi A di tahun 2019, lho. Berikut adalah daftar Perguruan Tinggi Negeri yang menyediakan program studi Agroteknologi:

Berikut adalah daftar Perguruan Tinggi Swasta yang menyediakan program studi Agroteknologi:

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: code-brew.com, barclays.co.uk, nicc.edu)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
miaaa | 2 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 2 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 3 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1