7 Langkah Meningkatkan Kemampuan Berhitung dan Matematika

Nggak semua orang berminat dan jago Matematika. Tapi, jangan juga jadi alergi dengan hitung-hitungan. Matematika itu kenyataan hidup, sob. Bisa dibilang hampir semua bidang studi nggak lepas dari matematika atau hitung-hitungan. Masak iya, kamu harus menanggalkan cita-cita kamu masuk jurusan Psikologi‍ atau jadi Arsitek‍ karena ada statistik dan hitung-hitungannya? Trus, gimana jadinya dengan tes perguruan tinggi yang umumnya ada tes Metematika?

Trus, aku kudu piye?

Ya, berusaha. Mungkin kamu memang nggak bakalan jadi ahli Matematika, atau pakar hitung-hitungan. Tapi kamu bisa meningkatkan kemampuanmu.

Bagi saya, Matematika nggak hanya sekedar mengutak-atik angka dan rumus yang bikin pusing, tapi juga “ilmu” yang mengajarkan kita buat:

  • Berpikir rasional.
  • Melatih sikap cerdik dan taktis dalam menghadapai sesuatu
  • Nggak gampang nyerah.

Yup, soalnya dalam matematika segala sesuatu memiliki perhitungan yang jelas. Trus, ada banyak “jebakan betmen” alias soal-soal yang butuh pemahaman baik dan ketelitian. Mengerjakan Matematika juga penuh tantangan. Saat mentok atau salah sedikit, kamu pun harus ngulang mengerjakan dari awal.

So, nggak perlu alergi sama hitung-hitungan dan pelajaran Matematika, tingkatkan saja kemampuanmu dengan hal-hal berikut ini.

1. Jangan antipati

angka - tips matematika

Banyak orang yang merasa punya masalah dengan hitung-hitungan. Kenyataannya, menurut Mental Floss, di Amerika Serikat ternyata hanya sekitar 6 persen pelajar SD yang mengalami dyscalculia alias math dyslexia yang merupakan sejenis gangguan dalam berhitung.

Lainnya mungkin sudah antipati duluan dan memilih untuk “kabur” begitu mendengar kata Matematika.

Sikap kayak begini yang menghambat kamu mengembangkan kemampuan. Kalau sudah nggak tertarik belajar, bahkan nggak mau melakukan hitung-hitungan, sudah pasti kemampuan Matematika kamu nggak akan berkembang. Malah cenderung menurun.

Jadi, jangan lagi menganggap pelajaran Matematika sebagai mantan yang perlu dijauhi ya gaes. Lihatlah Matematika sebagai salah satu kunci kamu meraih masa depan. Ihiy!

2. Kurangi ketergantungan dengan kalkulator

Sebagian pelajaran dan tes Matematika memang membolehkan penggunaan kalkulator. Tapi kalau apa-apa serba pakai kalkulator, bahkan untuk perhitungan yang simpel, nggak heran jika kemampuan dan ketelitian kamu dalm berhitung jadi tumpul. Alhasil, begitu ada hitung-hitungan tanpa kalkulator kamu jadi kewalahan.

3. Pahami satu materi, baru ke materi lainnya

Dari baca-baca tulisan seputar skill Matematika, saya menemukan bahwa salah satu kesalahan dalam belajar Matematika adalah hanya mempelajari setengah dari materi. Saat belum bisa atau belum menguasai materi tersebut, sudah loncat ke materi lainnya.

Kenapa itu salah?

Secara umum, materi pelajaran Matematika disusun dengan pola tertentu, yaitu dari yang relatif sederhana ke yang lebih rumit. Ada juga materi yang berkaitan satu dengan yang lainnya.

Contoh kasarnya kira-kira seperti ini:

  • Materi 1: A level dasar
  • Materi 2: A level pertengahan
  • Materi 3: A level sulit
  • Materi 4: X = Materi A ditambah materi baru.

Kalau belum fasih alias menguasai materi yang A level dasar, jangan berharap untuk mahir yang level advanced. Jadi meskipun sudah bosan atau eneg, kamu tetap perlu mempelajari materi dasar tersebut.

4. Latihan!

Ketika kamu sudah mempelajar serta menguasai materi, selanjutnya kamu perlu banyak berlatih. Karena kunci hitung-hitungan dan Matematika adalah latihan.

Semakin banyak kamu mengerjakan soal dengan beragam tingkat kesulitan, semakin tinggi pula jam terbang kamu. Artinya kamu bisa lebih cepat, lebih teliti, dan lebih memahami soal Matematika. Latihan ini penting terutama buat kamu-kamu yang ingin meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tes Matematika.

Jadi, perbanyak mengerjakan soal latihan. Pelajari contoh soal serta cara menjawabnya. Bahkan jika perlu, cari tutor. Nggak mesti kursus, kok. Kamu bisa konsultasi dan belajar privat sama teman yang jago Matematika. Apalagi kalau kebetulan temannya kece kayak Raisa atau Babang Hamish. #eaaaaaak!  

5. Rapikan kertas coret-coretan

Soulmate” kamu saat belajar berhitung dan mengerjakan soal Matematika adalah kertas coretan. Tapi saking bersemangatnya, kertas corat-coret pun jadi lebih mirip kayak kode morse campur tulisan dokter. Kacau balau, sob!

Yang kayak begini nih, yang bisa bikin bingung dan mikir, “Eh, tadi gue pake rumus yang mana, ya.” Or worse, “Lah, jawabannya tadi yang mana, ya?” *sembari menatap nanar kertas coretan*.

Tipsnya adalah, miliki 2 kertas saat belajar: kertas coretan, dan kertas untuk menjawab dengan jalan yang jelas. Sedangkan kalau lagi ujian, cukup satu kertas coretan aja, biar lebih efisien waktu.

Walaupun namanya coretan, mencorat-coretnya harus agak lebih “civilized”. Pertama beri nomor atau pemisah, sehingga hitungannya nggak kecampur-campur. Usahakan juga menulis satu arah, misalnya dari atas ke bawah, dan nggak miring kanan kiri, plus kebolak-balik atas dan bawahnya. Soalnya, bakal bikin pusing.

6. Game

Sekaran ini ‘kan, ada banyak game. Pilih permainan yang ada hitung-hitungannya. Biar rileks sekaligus meningkatkan skill berhitung kamu.

7. Pakai di keseharian

Terakhir, gunakan Matematika dan hitung-hitungan dalam kehidupan sehari-hari. Maksudnya bukan untuk menghitung berapa jerawat kamu, ya. Kamu bisa memakai Matematika saat menghitung sale, pajak makanan kamu restoran, hitung-hitung luas ruangan dan beberapa space saat mau mengatur kamar, hingga hitung-hitungan peluang.... mendapatkan gebetan. Asek!

Yoi, ternyata Matematika dan hitung-hitungan sangat dekat dengan kehidupan kita, lho.

Selamat mencoba, gaes!  

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Zidna Ilmalana | 9 hari yang lalu

Emng knp llsn psntrn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Fatimah Ibtisam | 17 hari yang lalu

Hai Ilham, lmu Matematika juga dipakai dalam prodi Psikologi, khususnya yang berkaitan dengan statistika. Prodi Psikologi banyak melakukan riset, yang di antaranya menggunakan perhitungan statistik.

7 Mata Kuliah Paling Menantang di Program Studi Psikologi
Fatimah Ibtisam | 17 hari yang lalu

Hai Ronny, kamu bisa mendaftar FSRD ITB apabila kamu mengambil program IPA atau IPS.

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
andi regina wulan lestary nadim | 21 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig : @reg.wulll_ bayar seikhlas nya, minat? DM

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Likawati Doloksaribu | 24 hari yang lalu

Pp endorse ig/tt gratis dm ig saya @likaa_doloksaribu

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1