Cara Mengatasi Berbagai Kendala Masuk ke Jurusan Kuliah Incaran

Hei, hei, para pelajar SMA! Udah waktunya milih jurusan kuliah, nih. Idealnya, sih, jurusan yang kamu pilih sejalan dengan passion, kemampuan, persetujuan orang tua, dan fasilitas pendukung, ya.  Tapi pada kenyataannya, nggak semua faktor-faktor tersebut selalu bisa terpenuhi. Biasanya, ada satu faktor (atau lebih) yang nggak ada. Ketika itu terjadi, kamu harus gimana, dong?

a. Kalau kamu nggak punya MINAT terhadap calon jurusan kuliah...

Kadang orang tua mendorong kamu untuk mengambil jurusan kuliah tertentu. Memang kamunya sendiri mampu, sih, untuk terjun ke jurusan tersebut, secara akademik maupun finansial. Kampusnya dekat rumah, pula! Cocok banget, deh.

Masalahnya satu: kamu nggak punya feeling atau minat terhadap jurusan tersebut. Kalau diterusin, khawatirnya bakal terasa kayak perjodohan yang dipaksa. Nggak pake cinta, sob!

Harus Gimana, Dong?

*Cari tahu tentang jurusan tersebut. Tak kenal maka tak sayang. Jadi boro-boro kamu bisa berminat, kalau tahu tentang jurusannya aja nggak. Apa saja, sih, informasi yang kamu perlu ketahui tentang calon jurusan kuliah? Cek di sini!

*Lakukan kegiatan yang berkaitan dengan jurusan tersebut. Misalnya, untuk tahu sebesar apa minat kamu terhadap bidang Kedokteran, coba, deh, bantuin kegiatan ekskul PMR sekolah atau ikutan seminar kesehatan sehingga kamu bisa merasakan gimana rasanya bersinggungan dengan bidang kesehatan. Mencari pengalaman seperti ini nggak gampang, sih, soalnya nggak semua bidang punya kegiatan yang bisa diakses anak muda. Tapi coba kamu cari-cari dulu.

*”Selidiki” dan tanya-tanyai mahasiswa atau alumnus jurusan tersebut. Menurut saya, hal ini efektif banget untuk mendapat gambaran tentang perkuliahan jurusan incaran kamu. Meskipun demikian, hal-hal yang mereka sampaikan bisa subjektif banget, sih. Maka sebaiknya kamu jangan mengorek info hanya dari 1-2 alumnus atau mahasiswa, ya.

*Lakukan tes atau konsultasi minat. Bisa jadi kamu bukannya nggak minat dengan jurusan tersebut,  tapi kamu memang masih clueless sama passion diri sendiri. Tes dan konsultasi bisa membantu kamu menemukan minat diri, jadi coba lakukan, deh. Ingat, konsultasinya harus sama guru BK, psikolog, atau figur kompeten lainnya, lho. Kalau konsultasi sama gebetan nggak dihitung, ya! Itu, sih, modus namanya.

konseling Youthmanual

Lewat konseling, kamu bisa menemukan minat kamu yang sebenarnya, atau malah jadi mantap dengan jurusan yang disarankan ortu

b. Kalau kamu nggak punya KEMAMPUAN untuk masuk ke jurusan kuliah incaran…

Mungkin kamu kepengen banget jadi arsitek, tapi gambar gunung aja jadinya abstrak. ‘Cem mana ini?! Tenaaaang. Kata orang bijak, kesukseskan cuma 10% ditentukan oleh bakat, sisanya ditentukan usaha. Jadi usaha aja dulu!

Harus Gimana, Dong?

*Kenali kelemahanmu. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah cari tahu kelemahan dirimu yang berkaitan dengan jurusan idaman. Kepengen masuk jurusan Seni Rupa tapi merasa nggak punya skill seni apa-apa? Kepengen jadi ilmuwan tapi lemah di Matematika?

Jika sudah tahu kekurangan kamu, jangan keburu nyerah! Justru kamu harus…

*Ambil les. Akali kekuranganmu tersebut dengan mengambil kursus intensif. Bisa jadi, setelah ikutan les Matematika atau kursus menggambar, kemampuanmu mulai muncul.

*Gabung dengan komunitas / ekskul. Selain les, ikuti juga kegiatan ekstrakurikuler atau komunitas hobi terkait, supaya bakat kamu semakin terasah.

*Kalau kamu udah usaha mati-matian tapi tetap mentok alias nggak bisa sama sekali, kamu bisa memilih jurusan lain yang masih ada kaitannya dengan jurusan idaman kamu, tapi masih sesuai dengan kemampuan kamu. Misalnya, siapa tahu kamu bisa mempertimbangkan jurusan Teknik Sipil ketimbang Arsitektur. Toh, materinya ada yang serupa.

belajar Youthmanual

Kata orang bijak, kesukseskan cuma 10% ditentukan oleh bakat, sisanya ditentukan usaha. Yuk, belajar sampai pagi!

c. Kalau kamu nggak punya RESTU ORTU untuk masuk ke jurusan kuliah incaran…

Seperti halnya memilih pasangan, memilih jurusan kuliah tanpa persetujuan orang tua itu riskan, sob! Lagian, kalau nekat, siapa, dong, yang bayarin kuliah kamu? Ta… ta… tapi, apa berarti kamu harus pasrah aja ikut sama jurusan pilihan ortu? Jangan, dong!

Harus Gimana, Dong?

*Yakinkan orang tua. Cara meyakinkan ortu yang baik, tuh, gimana? Yang pasti, ngotot dan ngambek nggak akan bikin ortu berubah pikiran. Lebih baik kamu bikin semacam “proposal” yang berisi penjelasan tentang jurusan pilihan kamu, kelebihan-kelebihannya, alasan kenapa kamu kepengen kuliah di situ, dan sebagainya. Trus, presentasikan “proposal” ini ke bokap-nyokap. Semoga, sih, mereka jadi yakin bahwa kamu memang niat masuk jurusan tersebut, bukan karena ikut-ikutan teman atau sekedar kepengen sesaat.

*Sabar! Proses meyakinkan orang tua, tuh, butuh waktu, maka ada dua hal yang perlu kamu ingat. Pertama, kamu harus mulai meyakinkan ortu sejak jauh-jauh hari. Jangan mepet waktu ujian masuk universitas, ya. Kedua, kamu harus sabar!

Nah, sementara nunggu keputusan ortu, kamu jangan diem-diem aja. Terus usaha, sob. Misalnya dengan membujuk mereka setiap ada kesempatan (membujuk, lho. Bukan merajuk alias ngambek kayak anak kelas kecil!) serta menunjukkan potensi serta kedewasaan kamu. Kalau kamu berprestasi atau menunjukkan sikap tanggung jawab, bokap-nyokap tentu lebih ikhlas meluluskan keinginan kamu. Iya, kan?

*Minta bantuan dan dukungan. Kamu juga bisa juga coba minta bantuan orang lain untuk meyakinkan ortu. Misalnya, om-tante, kakak, atau sepupu.  Seringkali, sih, orang tua lebih membuka diri terhadap masukan dari orang lain selain kamu.

d. Kalau kamu nggak punya FASILITAS untuk masuk ke jurusan kuliah incaran…

Kendala memasuki jurusan kuliah idaman juga bisa terjadi karena keterbatasan fasilitas. Misalnya, kamu nggak mampu membayar biayanya, jurusan tersebut nggak tersedia di perguruan tinggi kotamu, atau jurusannya ada tapi fasilitas pendukungnya minim.

Harus Gimana, Dong?

*Cari beasiswa atau program keringanan biaya, kalau permasalahan kamu adalah uang.

*Kamu juga bisa cari pekerjaan untuk membantu mengumpulkan dana. Cari pekerjaan-pekerjaan yang nggak membutuhkan ijazah universitas seperti ini dan ini, dan simak pengalaman mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di sini.

*Kalau jurusan kuliah yang kamu inginkan nggak ada di perguruan tinggi kotamu, opsinya adalah merantau ke daerah lain yang perguruan tingginya punya jurusan tersebut.

*Kalau jurusan kuliah yang kamu inginkan di perguruan tinggi incaran nggak punya kualitas dan fasilitas yang oke, sedangkan kamu nggak bisa atau nggak boleh kuliah di daerah lain, maka maksimalkan yang tersedia. Kadang keterbatasan bikin kita lebih kreatif, lho.

Misalnya kamu kuliah di jurusan Desain atau Seni, tapi kampus kamu nggak pernah mengadakan acara pameran untuk karya mahasiswanya. Kenapa nggak jadi pionir dan buat sendiri acara pameran tersebut bareng teman-teman sejurusan?

beasiswa Youthmanual

Kalau kamu nggak bisa masuk jurusan atau perguruan tinggi idaman karena masalah biaya, beasiswa bisa jadi salah satu solusi

***

Jangan jadikan rintangan sebagai penghalang, sob, tapi jadikan pemecut diri untuk jadi lebih semangat. Ahzek!

(sumber gambar: theyuniversity.tumblr.com, magazine.good.is, castleknockcc.ie, gemmacorell.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
miaaa | 2 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 2 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 3 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1