Hal-Hal yang Nggak Boleh Menjadi Alasan Ketika Memilih Jurusan dan Kampus untuk Pendidikan Kamu

Memilih jurusan dan kampus memang bukan perkara mudah. Sayangnya, kebanyakan anak muda malah asal memilih jurusan kuliah dan kampus ketika kebingungan mengenali keinginan dan passion yang sebenarnya.

Padahal, ada banyak cara untuk mengidentifikasi jurusan dan kampus yang benar-benar cocok sama kamu, lho. Misalnya, coba mengambil gap year setahun, mencari tahu soal beberapa jurusan dan kampus yang kamu incar, atau mengenali diri sendiri dan passion kamu lewat tes minat bakat komprehensif gratis dari Youthmanual.

Intinya, kalau kamu kebingungan, jangan jadikan hal-hal berikut ini sebagai alasan untuk memilih jurusan atau kampus untuk pendidikan kamu ya, gaes!

1. Memilih jurusan dan kampus karena banyak teman-teman sekolah kamu yang mendaftar ke sana

Kalau memang mau kuliah bareng teman se-geng, pastikan minat kalian beneran sama, ya. Jangan cuma karena takut berpisah sama teman-teman sekolah, kamu jadi memilih jurusan dan kampus yang sama dengan mereka. Padahal ternyata, kamu nggak berminat sama sekali masuk jurusan dan kampus tersebut. Apalagi, kalau kamu rela membuang potensi kamu yang ternyata bakal lebih berkembang kalau memilih jurusan dan kampus lain.

Percaya, deh, kamu akan ketemu dengan banyak teman baru yang sama asiknya. Malah, teman-teman di kampus baru akan lebih beragam karena datang dari seluruh pelosok Indonesia. Selain itu, berbeda jurusan dan kampus nggak lantas bikin kamu nggak bisa ngumpul bareng teman-teman lama kamu, kok. You guys will have time to meet up and do all the silly things you used to do in high school!

2. Memilih jurusan dan kampus karena paksaan orang tua

Udah banyak nih, gaes, kasus drop out kuliah di tengah jalan atau ganti jurusan karena memilih jurusan dan kampus yang dipaksakan sama orang tua.

Kalau hal ini terjadi sama kamu, sebaiknya kamu ngobrol dan bicarakan baik-baik sama orang tua kamu soal jurusan dan kampus yang memang kamu inginkan. Caranya tentu aja nggak cuma sekedar “merengek” bahwa kamu pengen masuk jurusan dan kampus tersebut , ya. Tapi dengan data sebagai usaha untuk meyakinkan orang tua kamu. Misalnya, kalau kamu tertarik sama jurusan Bahasa, cari tahu kampus oke yang fasilitas jurusan Bahasa-nya lengkap. Bandingkan biaya studi dan pilihan profesi di masa depan. Bawa semua hasil research kamu ke orang tua. Gimanapun juga, mereka akan luluh kalau melihat kesungguhan kamu masuk jurusan dan kampus tertentu.

3. Memilih jurusan karena kampusnya terkenal, atau memilih kampus karena jurusannya terkenal

Di luar negeri, istilah ini sering disebut The Hookup Culture. Jangan fokus sama peringkat jurusan atau peringkat kampus ketika kamu memilih jurusan ya, gaes. Memang, sih, kamu juga nggak boleh asal memilih jurusan dan kampus yang nggak punya peringkat sama sekali alias abal-abal. Tapi kalau menjadikan ini alasan utama dan mengesampingkan passion, kayaknya seterkenal apapun jurusan dan kampus tersebut, nggak menjamin kamu bakaln sukses di masa depan, deh!

4. Memilih jurusan dan kampus karena pelarian

Duh, udah kayak pacaran aja ada pelariannya.

Maksud saya, kalau kamu berminat pada suatu jurusan dan kampus, maka berusalah semaksimal mungkin untuk mencapainya. Memang nggak gampang, sob. Bahkan beberapa calon mahasiswa harus berulang-ulang mengikuti tes suatu jurusan di perguruan tinggi tertentu. Tapi yang paling penting, jangan mengganti jurusan dan masuk kampus yang asal-asalan hanya karena kamu gagal masuk di jurusan dan kampus tersebut.

Ini kenapa punya back up plan atau pilihan kedua dari jurusan dan kampus juga penting.

5. Memilih jurusan dan kampus karena gebetan

Zzz… Saya percaya, sih, anak muda pembaca Youthmanual nggak bakal menjadikan gebetan sebagai “kiblat” dalam memilih jurusan dan kampus untuk pendidikan kamu kelak. Kita masih muda, urusan cinta-cintaan nggak seharusnya jadi tujuan utama sebelum pendidikan.

Don't let these thoughts cloud your judgment and keep you from the school of your dreams!

 

Sumber gambar: (artofthestart.com, graduationsource.com)

LATEST COMMENT
Mira Puspita | 6 hari yang lalu

Mas Andreas Gandhi, jujur saat ini saya adalah seorang ibu yang sedang mendoakan putranya karena takut kalo putra saya tinggal kelas dia akan di DO dari JB.

Cerita Seorang “Veteran”: Dari Nggak Naik Kelas Sampai Sukses Tembus PTN Impian
Fransiska Oktaviani | 10 hari yang lalu

open pp/endorse ig/tiktok bisa bayar seikhlasnya email ke [email protected] terimakasih

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Nindi Dwi Oktova | 10 hari yang lalu

Permisi aku mau nanya kalau murid pindahan jurusan ipa dari sekolah asal ke sekolah baru tapi berbeda pada mata pelajaran minat apakah bisa mengikuti SNMPTN? Ex:matpel minat sekolah asal ekonomi dan b.Inggris minat tapi di sekolah pindahan tidak ada matpel ekonomi dan pindah nya pada saat semester 2…

Tanya-Jawab Seputar SNMPTN 2021: Kriteria Penilaian dan Lainnya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1