Menu

Lulus Kuliah Tepat Waktu VS Lulus Kuliah di Waktu yang Tepat: Pilih yang Mana, Ya?

Ketika kamu ingin lulus dari bangku kuliah, terutama strata satu, hal yang paling penting yang harus kamu kerjakan ialah skripsi. Untuk mengerjakan skripsi, pada umumnya, kampus memasukkannya di semester delapan, Jadi, dapat dikatakan pengerjaan skripsi ini idealnya hanya ditempuh selama enam bulan saja.

Namun, pada kenyataannya, ada banyak, lho, mahasiswa-mahasiswa yang menyelesaikan skripsinya lebih dari delapan bulan. Nggak sedikit juga dari mereka yang bahkan terancam DO alias drop out atau dikeluarkan dari kampus karena telah memakan waktu yang cukup lama dalam menyelesaikan skripsinya.

Ada banyak alasan kenapa para mahasiswa ini lama dalam mengerjakan skripsinya, misalnya seperti karena nggak ada teman yang memotivasinya untuk segeramenyelesaikan skripsinya, sibuk berorganisasi, sibuk magang atau bekerja, sibuk mengikuti berbagai kegiatan volunteer dan lain sebagainya.

Nah, ketika saya berkuliah, saya sering mendengar alasan dari teman-teman saya yang cukup lama ketika menyelesaikan skripsinya, lho. Ada satu alasan yang sering sekali digunakan oleh mereka agar orang lain memaklumi alasan mereka lama dalam menyelesaikan skripsi, alasan tersebut ialah “lebih baik lulus pada waktu yang tepat daripada lulus tepat waktu”. Loh? Bedanya apa, ya? Menurut teman-teman saya, lulus tepat waktu ialah lulus empat tahun atau lulus pas di delapan semester. Sedangkan lulus pada waktu yang tepat ialah lulus pada waktu yang ditakdirkan. Wah, duh, gimana lagi, tuh, lulus pada waktu yang ditakdirkan?

Maksud lulus pada waktu yang ditakdirkan yaitu lulus lebih dari delapan semester atau empat tahun. Meskipun lulus di semester kesembilan, kesepuluh dan seterusnya, teman saya masih menganggap bahwa hal tersebut tetaplah baik karena mereka lulus pada waktu yang tepat (menurut mereka).

Ada teman saya yang lulus kuliah lebih dari sepuluh semester, menurutnya, ia lulus pada waktu yang tepat bukan tepat waktu. Ia merasa lebih baik ia lulus pada waktu yang tepat karena ia memiliki banyak pengalaman seperti ikut berorganisasi, mengembangkan kemampuannya melalui organisasi, mengenal banyak orang-orang dan lain sebagainya.

Nah, kalau menurutmu, mana, sih, yang lebih tepat? Lulus tepat waktu atau lulus pada waktu yang tepat namun kamu sudah memiliki banyak pengalaman, mengasah soft skills, punya banyak jaringan dan sebagainya? Eits… Sebelum kamu menjawab pertanyaan di atas, cek dulu, deh, poin-poin berikut ini!

1. Kamu bisa mengasah soft skills dan memperbanyak jaringan selama empat tahun

Kalau kamu menggunakan alasan ingin mengasah soft skills dan memperluas jaringan sehingga kamu lulus nggak tepat waktu, alasan tersebut menurut saya nggak bisa digunakan, lho. Memangnya kenapa gitu, nggak bisa digunakan? Karena, sesungguhnya kamu bisa, kok, mengasah soft skills dan memperbanyak jaringan selama empat tahun kurang.

Kok, bisa? Gimana caranya? Yap, caranya ialah dengan mengikuti organisasi dari semester satu. Pada semester satu, biasanya, kamu baru bisa menjadi anggota suatu organisasi, kan? Nah, pada saat ini lah, kamu mulai belajar dari seniormu tentang bagaimana memimpin suatu organisasi, bagaimana bekerja sama dengan orang lain, sedikit demi sedikit mengenal orang banyak dan kemampuan soft skills lainnya. Ketika kamu sudah di semester empat, kamu biasanya sudah mulai memimpin suatu divisi dalam organisasi, nih, nggak cuma sebagai anggota saja. Kalau kamu ingin mengasah soft skills-mu, gunakan kesempatan ini, ya, untuk memimpin divisimu. Bagaimana pun, tahap ini adalah tahap dimana kamu akan belajar memimpin meskipun masih dalam skala kecil.

Kalau kamu sudah semester enam, kamu baru, deh, bisa memimpin organisasi skala besar. Dengan memimpin organisasi skala besar, kamu akan mengasah berbagai soft skills dengan learning by doing. Kamu pun tentunya akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang ketika kamu memimpin suatu organisasi.

Nah, di semester tujuh, kamu harus menyelesaikan semua kegiatan organisasimu. Kamu harus mulai fokus mengerjakan skripsimu agar kamu dapat lulus tepat pada waktunya. Kan, enak, ya, lulus kuliah dengan hanya menempuh empat tahun saja, hehe.

2. Lulus tepat waktu dapat menghindarkanmu dari pertanyaan “kapan lulus”?

“Kapan lulus?” merupakan pertanyaan yang paling dihindari oleh sebagian besar mahasiswa tingkat akhir. Pertanyaan “kapan lulus” ini bisa muncul dari berbagai orang, lho. Pertanyaan tersebut bisa dilontarkan dari keluarga terdekat atau bahkan dari tetangga sekitar. Wah, kalau ditanyakan hal yang sama secara terus menerus, memang rada menjengkelkan, ya, gaes.

Maka dari itu gaes, segeralah kamu selesaikan skripsimu. Jangan ditunda-tunda dengan berbagai alasan, ya. Dengan skripsimu yang sudah selesai, setidaknya, kamu memiliki jawaban yang tentunya bikin percaya diri, dong, hehe. Yuk, deh, daripada gerah ditanyain “kapan lulus” melulu, ada baiknya kamu segera menyelesaikan skripsimu!

3. Magang sambil skripsian, bisa, kok!

Kalau kamu menggunakan magang sebagai alasan kamu nggak lulus tepat waktu pun, merupakan suatu hal yang salah, lho, gaes. Sesungguhnya, meskipun kamu magang, kamu masih bisa, kok, lulus di waktu yang tempat. Di tempat saya bekerja, ada banyak, lho, teman-teman magang saya yang lulus tepat waktu meskipun mereka memiliki banyak pekerjaan.

Biasanya, teman-teman saya ini mengerjakan skripsi di waktu senggang. Ketika mereka nggak punya pekerjaan, daripada mereka bengong di kantor sambil main media sosial, mereka lebih memilih membawa laptop dari rumah dan mengerjakan skripsinya di kantor. Mau bagaimana pun, kantor bisa menjadi tempat yang nyaman, lho, untuk mengerjakan skripsimu.

 4. Lulus tepat waktu dapat mengurangi beban orangtua

Yap, ketika kamu berkuliah, sebagian besar dari kamu, pasti, dibiayai oleh orangtuamu. Nah, agar kamu nggak membebani orangtuamu dengan masalah SPP di setiap enam bulan sekali, maka, kamu harus lulus tepat waktu, ya. Selain kamu dapat mengurangi beban orangtua, kamu malah bisa membantu orangtuamu dalam finansial keluargamu, lho. Perlu kamu ketahui, nih, gaes, kalau kamu lulus lebih dari delapan semester, kamu tetap dikenakan biaya SPP. Di setiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait berapa jumlah SPP yang harus kamu bayarkan. Kan, sayang banget, ya, gaes.

5. Lulus tepat waktu memberikanmu banyak waktu untuk memilih karir

Nah, kalau kamu lulus tepat waktu, kelebihan lainnya ialah kamu memiliki banyak waktu untuk memilih karir yang kamu inginkan. Misalnya, nih, kamu ingin bekerja di suatu perusahaan besar. Untuk masuk ke perusahaan tersebut, kamu harus bersaing dengan banyak sekali pelamar lainnya. Karena umur yang masih muda, kalau kamu belum bisa berhasil di tahun ini menjadi karyawan di perusahaan tersebut, kamu bisa mencobanya di tahun depan.

***

Well, gaes, kalau menurut saya, lulus tepat waktu jauh lebih  menguntungkan daripada lulus di waktu yang tepat. Jadi, sebenarnya, nggak ada alasan apapun untuk berlama-lama di kuliah dan mempertahankan status mahasiswamu. Nah, yuk, semangat meraih gelar sarjanamu!

Baca juga:

(Sumber gambar: bustle.com)

LATEST COMMENT
Miltato | 15 jam yang lalu

apa bisa anak ipa masuk ke ilmu komunikasi?

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Nanda Abdullatif | 18 jam yang lalu

Setauku sttn bayar, tapi lebih murah dari ptn dan banyak beasiswa yang tawarkan

Ini Dia 7 Perguruan Tinggi Kedinasan Yang Nggak Kalah Kece Dari Perguruan Tinggi Negeri!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©