Kelas Internasional di Perguruan Tinggi Indonesia dan Serba-Serbinya

A: Selamat ya, masuk Universitas Indonesia. Ambil studi apa?

B: Thanks! Gue ambil Psikologi yang kelas internasional.

Pernah dengar tentang kelas internasional di perguruan tinggi Indonesia? Kelas internasional ini cocok, lho, untuk kamu yang galau kepengen kuliah di Indonesia sekaligus di luar negeri. Eh, gimana, gimana?

Apa itu kelas internasional?

* Kelas internasional adalah suatu program kuliah di perguruan tinggi Indonesia yang bekerja sama dengan perguruan tinggi asing yang menjadi rekannya.

* Biasanya mahasiswa kelas internasional kuliah di perguruan tinggi Indonesia, lalu lanjut kuliah di perguruan tinggi luar negeri yang rekanan tersebut. Misalnya, kuliah selama dua tahun di Indonesia, trus lanjut kuliah dua tahun lagi di luar negeri, baru akhirnya lulus. Pembagian masa studinya tergantung universitas dan fakultas masing-masing.

Sebagai contoh, kelas internasional Ilmu Kedokteran‍ Universitas Indonesia, mensyaratkan mahasiswanya kuliah 5 tahun di UI, lalu lanjut kuliah 1 tahun di universitas asing yang menjadi partner mereka. Sedangkan di kelas internasional jurusan Ilmu Komunikasi‍ Universitas Indonesia, studi mahasiswanya dibagi menjadi 2 tahun di UI, dan 1.5-2 tahun di luar negeri.

* Materi kuliah yang dipelajari di kelas regular dan kelas internasional relatif sama, kok. Perbedaan yang paling terasa adalah bahasa pengantarnya, karena kelas internasional menggunakan bahasa  Inggris. Trus, biasanya, kurikulum kelas internasional juga disesuaikan dengan kurikulum universitas rekanannya, agar mahasiswanya nggak bingung saat kuliah di universitas rekanan tersebut nanti.

kelas internasional

* Biasanya  ada dua macam sistem gelar untuk lulusan kelas internasional (yang lanjut kuliah ke luar negeri). Pertama, hanya mendapat satu gelar dari perguruan tinggi di Indonesia. Kedua, mendapat dua gelar dari kedua universitas. Dan mungkin juga mendapatkan dua gebetan, dari dalam dan luar negeri. #eh #abaikan

Contohnya, di Fakultas Teknik dan Ekonomi Universitas Indonesia, kamu bisa pilih mau ikut program kelas internasional dengan satu gelar, atau dua gelar. Asal jangan nggak kelar-kelar ya, sob! #eaaak!

* Ada juga perguruan tinggi yang menerapkan program kelas internasional yang agak berbeda.

Perguruan tinggi tersebut nggak mengirimkan mahasiswanya keluar negeri, tetapi memberikan fasilitas dan pola pengajaran yang berbeda kepada mahasiswa kelas internasional. Misalnya, pengajarnya adalah lulusan luar negeri, bahasa pengantar kuliahnya bahasa Inggris, buku-buku kuliahnya aalah terbitan internasional, dan ruangan kelasnya lebih nyaman (soalnya biaya kuliah kelas internasional biasanya lebih mahal, sob!).

Tapi ya, itu tadi. Mahasiswanya nggak dikirim ke luar negeri. Salah satu contoh perguruan tinggi yang menerapkan sistem ini adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Intinya kuliah di dalam negeri, tapi tetap “rasa” luar negeri gitu kali, ya. Hehehe.

Kelas internasional ada di mana saja?

* Kelas internasional ada di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, namun belum banyak perguruan tinggi yang punya. Kampus yang punya program kelas internasional pun belum tentu mencakup seluruh fakultas/jurusan.

* Fakultas Hukum, Psikologi, Ekonomi, Teknik, dan jurusan Komunikasi Universitas Indonesia adalah beberapa contoh program studi yang punya kelas internasional. Ada juga kelas internasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta di Universitas Trisakti.

* Untuk lebih jelasnya, kamu bisa buka situs kampus yang kamu minati untuk mencari tahu, apakah mereka punya program kelas internasional.

Daftar jurusan dengan program kelas internasional di Universitas Indonesia, beserta pilihan gelar (single/double degree), daya tampung kelas pada tahun 2016, serta perkiraan daya saing berdasarkan seleksi tahun 2015.

Gimana cara masuk kelas internasional?

* Kelas internasional memiliki sistem penerimaan yang beda dari kelas reguler.

* Kalau di PTN, mahasiswa nggak masuk kelas internasional melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN, melainkan dengan pendaftaran dan tes tersendiri. Sebagai contoh, Universitas Indonesia menerima mahasiswa kelas internasional lewat talent scouting dan tes SIMAK.

* Persyaratannya pun agak beda dengan pendaftaran kelas reguler. Umumnya, kelas internasional mensyaratkan nilai TOEFL.

* Hal yang juga berbeda adalah biaya kuliahnya. Wajar, sih, kalau kelas internasional lebih mahal, karena selain mengadaptasi materi kurikulum internasional, fasilitas kelas internasional lebih lengkap dan mahasiswanya (biasanya) akan kuliah di luar negeri pula. Apalagi kalau memilih dua gelar. Tentunya biayanya akan lebih tinggi, sob!

* Nicholas Sean putra Guberbur Ahok dan seleb Claudia Andhara merupakan contoh mahasiswa kelas internasional di Perguran Tinggi Negeri.

Gimana, tertarik masuk kelas internasional?

(sumber gambar: my.laureate.net, ui.ac.id, goon.edu.my)

LATEST COMMENT
Hanifaa | 11 jam yang lalu

Gaada yg cocok sama pelajaran geografi, fisika?

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
Leoda | 16 jam yang lalu

Permisi min, saya mau tanya tentang mata kuliah. Saya saat ini semester 6, saya memiliki nilai C- di 1 matkul di smester 3, apakah saya dapat memperbaiki matkul tersebut? Lalu saat ini ada teman saya yang sering membolos kuliah serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, apabila dia mendapatkan…

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1